Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Apa sakit jantung?


__ADS_3

Ratu membuka matanya perlahan saat nafasnya tenang. Deg…


Tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata Arvin yang intens dan dalam. Tatapan mereka saling terpatri. Bahkan Ratu sampai lupa untuk berkedip dan bernafas. Tiba-tiba jantungnya berdetak kencang seperti habis marathon. Bahkan berdetak lebih kencang dari saat ia sedang lari tadi di lapangan.


Deg…Deg…Deg…Bunyi jantung Ratu. Entah kenapa ketika melihat mata hazel milik abang tersayangnya tiba-tiba saja jantungnya berdegup kencang. Apakah efek dari lari tadi? Atau…apakah dirinya mempunyai penyakit serius?


‘ Kenapa bang Arvin terlihat sangat tampan hari ini? Dia terlihat begitu berbeda. Apa karena aku terlalu merindukannya, jadi dia terlihat sangat istimewa?’ berbagai pertanyaan muncul di otak Ratu.


‘ Kenapa aku rasanya sangat ingin memeluk tubuhnya?? ‘ jerit hati kecil Ratu.


Brak


Kembali terdengar pintu yang di buka dengan kasar. Membuat dua sosok manusia yang tengah beradu pandangan, memutus pandangan mereka dan mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Ratu sedikit tenang kala pandangan matanya terputus dengan mata hazel Arvin.


‘ Untung aja Paris cepet datang. Kalau nggak, mungkin aku beneran meluk bang Arvin. ‘ ujar Ratu dalam hati. Detak jantungnya kembali berangsur normal kembali.


“ Udah dapat ijinnya Ris? “ tanya Edo.


“ Udah, nih. “ jawab Paris sambil mengangkat selembar kertas di tangan kanannya. “ Abang Ar, kapan nyampeknya kesini? Abang kok tahu kalau kak Ratu kecelakaan? “


“ Bukan kecelakaan, Paris. Jangan membesar-besarkan masalah. “ protes Ratu.


“ Apa kamu lupa? Kamu heboh di grup. “ sahut Arvin.


“ Oh iya, Paris lupa. He…he…he…” jawab Paris sambil cengengesan. “ Eh, berhubung udah ada Bang Arvin, berarti kak Ratu bisa pulang sama bang Arvin. Paris nggak jadi ijin nganterin pulang. “ lanjut Paris.


“ Iya. Biar Queen sama abang. Kamu sekolah aja yang bener. “ jawab Arvin.


“ Siap komandan. “ jawab Paris sambil hormat ke Arvin.


“ Az, titip adik gue. Kalau nakal, pites aja. “ ujar Arvin ke Azkara. Bagaimana mereka bisa kenal? Tentu saja mereka saling kenal. Karena Arvin mengenal semua teman-teman Paris apalagi si Azkara. Mereka satu perguruan di Krav Maga.

__ADS_1


“ Hizzzz….Abang pikir Paris kutu rambut apa harus di pites. “ protes Paris sewot. Azkara menyunggingkan senyum tipisnya saat melihat wajah kesal Paris yang menurutnya sangat sek*si itu.


Arvin hanya tersenyum tipis, lalu ia mengambil tas milik Ratu yang terselempang di pundak Paris. Lalu ia ganti menggendong tas Ratu di punggungnya. Sedangkan Ratu, ia menggeser duduknya untuk memakai sepatunya. Paris dengan segera membantu Ratu mengambil dan mengenakan sepatunya.


Selesai mengenakan sepatunya, Ratu hendak turun dari atas ranjang. Lalu tiba-tiba Arvin menyelipkan kedua tangannya di belakang punggung dan pa*ha Ratu. Ratu sedikit memekik kaget saat Arvin menngendong tubuhnya di depan. Bahkan ia refleks mengalungkan kedua tangannya ke leher Arvin.


Kali ini, bukan hanya sekali atau dua kali dirinya di gendong oleh Arvin seperti ini. Dulu, waktu ia masih kecil, Arvin sering kali menggendong tubuhnya di punggung, ataupun di depan seperti ini. Karena saat masih kecil, Ratu senang sekali di gendong oleh Arvin.


Tapi kali ini, Ratu merasa ada yang berbeda. Ada perasaan grogi, malu, dan tidak nyaman saat wajahnya harus berdekatan seperti ini dengan wajah tampan Arvin. Bahkan saat mata hazel Arvin menatapnya sebentar dan membuat tatapan mata mereka bertemu, Ratu merasakan debaran jantungnya kembali meningkat.


‘ Mooommm….Sepertinya Ratunya mommy sama Daddy sedang sakit. Jantung Ratu bermasalah moomm…’ jerit hati Ratu.


‘ Uncle B, Ratu harus segera menemui uncle B sama onty. ‘ seru hati kecilnya kembali.


Kesadaran Ratu kembali saat ia merasa tubuhnya bergerak melayang. Arvin sudah mulai melangkah.


“ Abang, Queen bisa jalan sendiri. “ rengek Ratu.


“ Tapi Queen berat loh bang. “ tambah Ratu lagi. Kali ini Arvin tidak menjawab ucapan Ratu. Ia hanya tetap fokus melangkah.


“ Dari ruangan ini, ke tempat parkir jauh loh bang. “


Brak


Paris membantu membuka pintu ruang UKS dengan kasar. “ Thank’s. “ ucap Arvin.


“ kalem ngapa Ris? Kasih lah sifat kalem di kelakuan lo. Biar orang lain pada yakin kalau lo tuh cewek tulen. “ protes Jojo.


“ Ck. Eh..! “ Paris berdecak lalu mengisyaratkan akan menghabisi Jojo jika Jojo tidak berhenti bicara. Paris mempraktekkan akan menyayat leher Jojo dengan gerakan tangannya.


“ Bang. “ panggil Ratu saat mereka sudah berjalan di luar ruangan UKS.

__ADS_1


“ Hem. “


“ Queen jalan sendiri aja. Queen malu bang di lihatin anak-anak yang lain. “ protes Ratu kembali.


Arvin menoleh sedikit ke bawah menuju wajah Ratu. Ratu menelan salivanya dengan susah payah saat merasakan hembusan hangat Arvin yang menerpa wajah cantiknya.


“ Sembunyikan wajahmu di dada abang jika kamu malu. “ ujar Arvin sambil kembali memandang ke depan kembali.


Ratu refleks memegang dadanya merasakan kok jantungnya berdetak tiga kali lebih cepat dari biasanya. Kenapa perasaannya jadi aneh dan tidak nyaman begini saat dia berada begitu dekat dengan abang tersayangnya.


‘ Kenapa jantung aku jadi deg-degan kayak gini sih? Biasanya nggak deh. ‘


Ratu menyembunyikan wajahnya ke dada bidang Arvin saat ia merasa pipinya memanas dan merona. Ia tidak ingin sang abang melihat wajahnya dan keanehannya. Ia akan sangat malu jika sampai abang kesayangannya itu melihat rona di wajahnya.


“ Kenapa, hem? “ tanya Arvin dengan suara beratnya. Jantungnya juga berdetak lebih kencang dari biasanya. Ia menggendong Queennya dalam dekapannya. Gadis yang setiap saat selalu hadir dalam pikiran dan juga hatinya.


Gadis yang sangat ia rindukan dalam beberapa minggu ini. Bahkan dada mereka saling berdekatan, dan wajah Ratu yang menempel sempurna di atas dada polosnya karena Arvin tadi sempat membuka dua kancing teratasnya kala harus berlari menuju ruang UKS dengan keringat berccucuran.


Arvin bahkan smenjak menggendong Ratu dalam dekapannya lebih banyak diamnya, karena ia takut Ratu menyadari kegugupannya.


Ratu menggeleng. “ Abang tadi nyuruh Ratu sembunyi di dada abang. “ ucap Ratu sambil tetap menyembunyikan wajahnya di dada Arvin. Bahkan kini ada desiran halus di hatinya kala kembali ia mendengar suara berat Arvin. Ratu kembali membawa sebelah tangannya ke atas dada.


“ Kenapa? “ tamya Arvin kembali saat ia melihat Ratu kembali memegang dadanya.


“ Bang, kok jantung Queen berdetak lebih kencang dari biasanya ya? Bukankah Queen olahraganya sudah tadi? Jantung Queen kenapa ya bang? “ tanya Ratu. Arvin menoleh sebentar ke arahnya dan membuat mata mereka kembali bersitubruk. Karena saat Arvin menoleh, Ratu mengangkat kepalanya dari dada Arvin.


“ Bagian mana yang sakit ?” tanya Arvin dengan wajah panik.


“ Sepertinya Queen sakit jantung deh, bang. Detak jantung Queen cepet banget. Lebih cepet dari saat Queen lari tadi. “ tambah Ratu.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2