Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Tenda


__ADS_3

Rombongan SMA Pelita sampai di puncak sekitar pukul 9 pagi. Mereka langsung mendirikan tenda terlebih dahulu. Dan seperti apa yang Paris bilang waktu itu, ia serius dengan ucapannya, membawa tenda sendiri. Dan tentu saja Azkara tidak membiarkan Paris mendirikan tenda sendiri. Bahkan tenda Paris akan di dirikan di dekat tenda miliknya.


“ Lo tungguin di sini dulu. Gue bantu teman-teman yang lain mendirikan tenda. Habia itu, gue pasang tenda lo. “ ujar Azkara.


“ Ck. Nggak usah. Makasih. Kalau Cuma masang tenda segini mah kecil buat gue. “ jawab Paris sambil mengeluarkan tendanya dari dalam tas.


“ Paris, bisa nggak sih, sekali-sekali lo nurut sama omongan gue? “ tanya Azkara dengan muka seriusnya.


Paris langsung terdiam dan membatalkan kegiatannya yang hendak memasang tenda saat mendengar suara datar dan kesal Azkara. “ Iya…Iya elah. “ jawab Paris.


“ Lo diem di sini dulu. Tenda lo entar di pasang di sini aja. Jangan kemana-mana. Gue bantuin yang lain masang tenda dulu. “ pesan Azkara sambil melangkahkan kakinya.


“ Tenda gue di sini? Nggak salah Ka? Di sini kan tempatnya tenda laki semua. Masak iya gue berada di antara biawak-biawak kelaparan. “ protes Paris.


“ Lo ngatain gue biawak? Justru kalau lo di sini, gue bisa jagain lo. Karena tenda gue ada tepat di sebelah lo. Kalau lo di sana, jauh sama gue. Entar kalau lo di perkosa sama angsa-angsa betina gimana? “ kelakar Azkara.


“ Izzz… Ya udah sana buruan. Entar keburu panas pasang tenda gue. “ ujar Paris dan di jawabi anggukan oleh Azkara. Lalu azkara segera meninggalkan Paris sendiri. Paris duduk di atas tendanya yang belum terpasang sambil memperhatikan para anak laki-laki mendirikan tenda. Cuaca sedikit panas, tapi untung saja Paris mengenakan topi kesayangannya. Menggunakan kaos oblong berlengan panjang, celana pendek selutut berbahan jeans, membuatnya terlihat sangat nyaman. Bahkan kulit putihnya tidak berubah warna karena sengatan matahari.


“ Hai… “ sapa seseorang. Paris menoleh dan seketika, jantungnya kembali berdebar kencang kala mata birunya bersitubruk dengan manik mata hitam milik laki-laki yang selalu membuat hatinya tidak nyaman.


“ Jadi bawa tenda sendiri? “ tanya laki-laki itu.


Paris segera mengalihkan pandangannya sambil mengangguk.


“ Kok belum di pasang tendanya? “ tanyanya kembali.


“ Nunggu Azkara dulu. “ jawab Paris sambil menunjuk ke arah Azkara yang tengah sibuk memasang tenda. Sang laki-laki mengikuti arah pandang Paris.

__ADS_1


“ Kayaknya masih lama. Mau aku pasangin? “ tawarnya.


Paris menggeleng. “ Entar aja, nungguin Azka. “


“ Azkara masih lama masang tendanya. Kamu lihat aja, baru 50 persen. Sini, aku pasangin tenda kamu. Biar kamu bisa berteduh. Hari makin panas ini. “ paksa Agam. Bahkan ia sudah menarik tenda yang belum terpasang yang sedang di duduki sama Paris.


Akhirnya Paris mengalah dan membiarkan Agam memasang tendanya. Sedangkan dia hanya membantu seperlunya saja. Karena Agam tidak membiarkannya membantu yang berat-berat. Ia hanya di minta untuk mengambilkan tiang-tiang kecil untuk mendirikan tenda. Tak butuh waktu lama, tenda Paris sudah berdiri dengan sempurna.


“ Nah, selesai. Kamu bisa memasukkan barang-barangmu ke dalam. “ ujar Agam.


“ Makasih banyak udah masangin tenda gue. “ ucap Paris tulus.


“ Iya sama-sama. “ jawab Agam sambil tersenyum manis. Senyum yang mampu membuat Paris membatu karena terpana. Tapi itu tidak berlangsung lama karena Paris segera tersadar. Oh, tidak….bisa copot jantung Paris jika harus terus melihat senyuman dari cowok yang ada di depannya ini. Oh, my to the God! Fix, Paris yakin, setelah ini hidup nyamannya akan segera terusik karena mata dan senyuman cowok satu ini.


Setelah sadar, Paris buru-buru mengalihkan pandangannya. Sungguh tidak baik untuk kesehatan mata dan jantunngnya.


“ Loh, kok udah lo pasang? Lo ya Ris ! “ ucap Azkara dengan nada kesal. “ Gue udah bilang kan tadi, tungguin gue. Gue yang pasangin tenda lo. “ lanjutnya sambil berkacak pinggang.


“ Bukan gue ya Ka, yang masang tendanya. Tapi tuh…” tunjuk Paris ke Agam dengan dagunya. Azkara menoleh ke arah Agam.


“ Elo? “ tanya Azkara.


“ Iya. Sorry, aku bantu Paris tanpa konfirmasi ke kamu dulu. Soalnya aku lihat tadi kamu masih sibuk sama teman-teman kamu. Aku kasihan aja sama Paris dia duduk di situ sambil panas-panasan. “ jelas Agam. Sebenarnya Agam tidak ingin menjelaskan apapun ke Azkara. Bahkan ia ingin sekali bilang, jika ia juga tidak akan membiarkan pemilik hatinya kepanasan dan kecapekan.


“ Thanks kalau gitu. “ ucap Azkara.


“ barang-barang lo cepetan taruh di dalam terus tutup tenda lo. Bentar lagi kita harus kumpul di tengah. Ada pembagian kelompok dan yang lainnya. “ jelas Azkara dan Paris mengangguk.

__ADS_1


“ Lo juga. Mending lo cepet siap-siap. “ ucap Azkara ke Agam. Dan Agam juga mengangguki ucapan Azkara. Lalu ia berbalik dan meninggalkan Paris berdua dengan Azkara.


🌹


🌹


🌹


“ Kelompok selanjutnya, Edo sama Jojo dari kelas XII IPA 4, Yuni sama Aski dari XII IPS 2, Reina sama Gugun dari XII IPA 1, Candra, Elsa, sama Ricky dari kelas XII IPS 3. “ ucap ketua panitia dengan lantang membacakan anggota kelompok regu untuk aktivitas mereka di Puncak selama tiga hari itu.


“ Kelompok selanjutnya, Yunita sama Elki dari XII IPS 1, Max sama Reina dari XII IPA 5, Julio sama Kevin dari XII IPS 2, Azkara, Paris dan Agam dari XII IPA 4. “ lanjutnya.


“ Selanjutnya….”


Setelah pembacaan anggota kelompok yang ada Azkara, Azkara segera melirik ke arah Agam yang tengah tersenyum tipis.


‘ Bagaimana bisa kok dia jadi satu kelompok sama gue? Bukankah seharusnya Agus yang ada di kelompok gue? ‘ tanya Azkara dalam hati.


‘ Kenapa harus satu kelompok sama dia sih? Bakalan gagal jantung gue kalau tiga hari sama dia terus. ‘ batin Paris.


‘ Akhirnya, aku bisa deket sama dia. Aku harus berusaha mencuri perhatiannya. ‘ batin Agam sambil tersenyum tipis. Wajahnya kelihatan begitu senang dan bahagia. ‘ Ma, Agam udah nemuin tambatan hati. Mama doa’in Agam berhasil dapetin dia ya.’ Lanjut Agam dalam hati.


“ Sekarang, kalian bergabunglah dengan kelompok kalian masing-masing. Supaya kegiatan kita bisa segera di mulai mumpung hari masih cukup pagi. “ suara ketua panitia kembali terdengar setelah ia tadi membacakan rangkaian acara selama tiga hari.


Di hari pertama, mereka akan mengadakan bakti sosial dan kebersihan lingkungan. Malam harinya, akan ada acara api unggun dan hiburan. Hari kedua, akan ada perlombaan di pagi hari setelah acara senam bareng. Kemudian setelah acara makan siang, mereka akan mengadakan acara mencari jejak di hutan yang ada di tempat camp mereka. Lalu hari ketiga, akan ada acara ramah tamah dan berbaur bersama. Dan acara akan di akhiri dengan pensi. Setiap kelompok harus menampilkan keahlian mereka. Baru setelah itu, mereka akan kembali pada malam harinya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2