Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Pengen ikutan Krav Maga


__ADS_3

Waktu berlalu dari hari itu. Ratu sudah sembuh dari sakitnya. Iapun sudah beraktivitas seperti biasa. Sang Daddy juga sudah menyuruh Damar mengajarinya membongkar pasang ban mobil.


Hari ini seperti biasa, Ratu, Paris serta duo Z berangkat sekolah bersamaan dengan Paris sebagai sopir mereka. Kebetulan Arvin dan Danique sedang ujian semester jadi jika ada jadwal pagi, mereka tidak bisa mengantar Ratu juga duo Z ke sekolah. Jadi untuk sementara waktu, tugas itu di ambil alih oleh Paris. Cewek tapi jagoan kalau Ratu bilang.


Seperti biasa, sebelum menuju ke kelasnya, Paris mengantarkan duo Z sampai di depan kelas mereka.


" Belajar yang rajin ya Upin...Ipin...." seru Paris sambil mengusap puncak kepala adik kembarnya.


" Baik, kak Ros...." jawab duo Z bersamaan sambil menganggukkan kepala mereka.


" Pinter...Good Boys..." lanjut Paris sambil terkekeh.


" Udah sana masuk kelas gih...." ujar Ratu.


" Yes, my Queen..." jawab duo Z bersamaan sambil terkekeh.


" Kalian ini...."protes Ratu gemas dengan kedua adik kembarnya. Ia pun mencubit pipi duo Z gemas.


Duo Z mengulurkan tangannya untuk menyalami Paris juga Ratu, dan mencium punggung tangan mereka bergantian. Orang tua Ratu dan Paris memang sudah mengajarkan sopan santun terhadap anak-anak mereka sejak dini. Kepada siapapun itu.


" Assalamualaikum...." pamit duo Z.


" Waalaikum salam..." jawab Paris dan Ratu bersamaan. Setelah duo Z masuk ke dalam kelas, kini giliran Ratu yang di antar oleh Paris sampai di depan kelasnya.


" Paris, aku bisa ke kelas sendiri. Jadi sebaiknya kamu juga pergilah ke kelasmu. " rengek Ratu.


" No...kak. Aku akan antar kak Ratu sampai ke kelas seperti biasa. " jawab Paris.


" Paris, please...Aku bukan anak kecil lagi....Teman-temanku selalu menyindirku..Mereka bilang aku kayak anak kecil. Bahkan mereka bilang, aku masih di suapi. " ujar Ratu sambil cemberut.


" Apa? Siapa yang berani mengatai kakak seperti itu? Yang mana orangnya? Biar Paris kasih pelajaran mereka. " sahut Paris tersulut emosi.


" Ck. Kamu ini! Bukannya bantuin, tapi malah bikin tambah masalah. " ujar Ratu kesal. " Nggak bang Ar, nggak kak Dan, nggak kamu...Bahkan duo Z juga...Kalian selalu memperlakukan aku seperti anak kecil yang tidak bisa apa-apa. " protes Ratu.


" No, kakak...Kami bersikap seperti itu karena kami sangat menyayangi kak Ratu. Kami hanya tidak ingin hal buruk terjadi sama kakak. "


" Paris, ini di sekolah. Tidak akan terjadi apa-apa sama aku. Aku bisa jaga diri. Everything Will be fine. Justru yang membuatku sering mengalami hal buruk itu sikap posesif kalian. " Ratu masih saja memprotes.

__ADS_1


Paris terlihat menghela nafas panjang. " Oke. Hari ini, kak Ratu tidak akan aku antar sampai depan kelas. Tapi ingat, jika ada apa-apa, langsung kasih tahu Paris, oke. " titah Paris.


Senyum merekah dari bibir Ratu. Ia langsung menghambur untuk memeluk Paris. " Thank you so much, bestie...." ucapnya. Paris membalas pelukan itu. Lalu setelahnya, Ratu memutar tubuhnya dan berjalan dengan riang menuju kelasnya. Paris masih mengawasi hingga tubuh Ratu tak terlihat di belokan lorong.


Setelah tidak dapat melihat tubuh Ratu, Paris segera membalikkan badannya dan berjalan menuju ke kelasnya. Nampak ruang kelas itu ramai.


" Hai, bro...." sapa Paris ke teman satu gangnya di sekolah.


" Salam, Paris...." protes salah satu temannya.


" UPS... Assalamualaikum..." ulang Paris sambil mengangkat sebelah tangannya.


" Waalaikum salam warahmatullahi wanarokatuhhhhhh..." sapa balik teman Paris bersamaan.


" Haisshh...Kayak bales salamnya kiayi aja. " protes Paris sambil mendudukkan dirinya di atas kursi setelah memutar kursinya menghadap ke belakang.


Ada satu hal yang luar biasa untuk seorang Paris. Dia adalah seorang perempuan tulen. Tapi ia tidak pernah mau berteman dengan perempuan. Bagi Paris, berteman dengan perempuan merepotkan, menyebalkan, dan masih banyak alasan yang lain lagi. Semua teman satu gang Paris berjenis kelamin laki-laki semua.


Dan uniknya lagi, mereka sudah bersahabat mulai semenjak mereka masih duduk di bangku sekolah dasar. Dan berlanjut hingga sekolah menengah atas sekarang. Persahabatan mereka sangat solid. Nongkrong bareng, jalan bareng, hampir tiap hari mereka lakukan.


" Ada gosip baru. Lo pasti belum denger. " celetuk salah satu teman Paris yang bernama Agus.


" Ck. Lo kan cewek kalau lo lupa. Jadi gue berbaik hati kasih kabar terbaru pagi ini. Noh lihat temen-temen kita yang cewek. Mereka juga lagi pada heboh. "


" Lo pikir gue sama kayak mereka? Suka gosipin hal yang penting. " sergah Paris.


" Emang menurut Lo, hal yang penting itu apa selain bergosip kayak mereka? " tanya Jojo salah satu teman Paris yang lain sambil menunjuk ke arah cewek-cewek yang sedang bergerombol tengah asyik mengobrol.


" Banyak. Pertandingan taekwondo, olahraga otak, berpacu di area balap, jagain orang-orang yang gue sayang, bunda, mommy, kak Ratu, si Upin sama Ipin..."


" Njiiiirrr....Lo tuh cewek tapi melampaui kodrat yang Kuasa. " sahut Jojo.


" Eh, ngomong-ngomong soal Ratu, gimana kabar si doi? Udah boleh belum nih gue pacarin? " tanya Edo, teman Paris yang lain. Tampangnya lumayan tampan, body oke, tajir pula. Sejak melihat Ratu pertama kali, ia langsung di buat jatuh hati.


" Lo mau pacarin kakak gue? Boleh...Tapi sebelum itu, kalahin gue dulu. Mau pakai taekwondo boleh, silat boleh, karate boleh. " ujar Paris sambil menampakkan wajah garangnya.


" Ck. Lo mah nggak asyik. "

__ADS_1


" Mending gue cuma nyuruh lo ngalahin gue. Ketimbang gue nyuruh lo ngalahin bang Arvin? Mampus lo!!!" jawab Paris. Semua menjadi tergelak mendengar jawaban dari Paris dan wajah pasi si Edo. Siapa yang berani melawan Arvin? Pemegang sabuk tertinggi taekwondo, judo, karate, silat, bahkan krav maga sekaligus. Dan Arvin, adalah satu-satunya orang yang bisa mengalahkan Paris saat bertanding. Untuk saat ini. Itupun karena Paris menguasai Capoeira juga.


" Eh, ngomong-ngomong soal beladiri...Gue penasaran sama krav maga. Bang Arvin ngalahin gue pakai krav maga. Gue jadi pengen coba mempelajari itu. Lo pada tahu nggak gue bisa berguru ke siapa? " tanya Paris.


" Kenapa lo nggak berguru ke Abang lo aja? Dia kan juga master di krav maga. "


" Ck. Mana mau dia. Bang Ar itu orangnya super protektif sama cewek. Dulu dia mau lawan gue kan karena dia pengen gue berhenti belajar beladiri. "


" Noh, sebelah lo, dia kan juga lagi belajar krav maga. " sahut Jojo sambil mengarahkan dagunya ke cowok yang duduk satu bangku depan Paris.


Paris langsung menoleh ke arah sebelahnya. Laki-laki itu nampak tenang. Selalu seperti itu. Azkara Pramudia biasa di panggil Azka, laki-laki cerdas, tampan, badan kekar, pembawaan yang selalu kalem, pendiam, hidung mancung, alis tebal. Sang mantan ketua OSIS.


Mata Paris berbinar menatap sosok Azka yang sedari sibuk dengan bukunya.


" Brohhh...beneran? " tanya Paris sambil menyenggol lengan Azka.


" Nggak. " jawab Azka datar.


" Hisss...Nggak asyik lo ah. " Paris pura-pura cemberut. Jurus yang selalu di gunakan Paris untuk mencairkan dinding beku yang ada ada di sebelahnya.


" Iya. " Azka segera mengubah jawabannya setelah melihat Paris cemberut.


Wajah Paris berbinar kembali. " Ajakin gue, oke? "


" Paris...Belum cukup apa semua ilmu beladiri yang lo kuasai? Krav maga itu keras, nggak cocok buat anak cewek. " jawab Azka.


" Ck. Lo beneran nggak asyik deh Ka. " protes Paris sambil kembali cemberut.


" Paris, jangan perlihatkan wajahmu yang seperti itu. Kali ini, gue nggak akan termakan. " seru Azka.


Azkara, anak tunggal dari keluarga Pramudia, yang berkecimpung di bidang otomotif, sangat menyayangi Paris. Ia selalu menjaga Paris. Satu-satunya alasan Azkara berlatih beladiri mati-matian adalah untuk menjaga Paris.


Paris, adalah sosok cantik yang selalu terukir di hati Azkara. Sudah semenjak sekolah dasar, tepatnya kelas tiga SD, ketika ia pertama kali masuk di sekolah yang sama dengan Paris, Azkara langsung jatuh hati terhadap sosok tomboi tapi cantik, Paris.


Tapi sayang beribu sayang, Azkara harus puas dengan cinta bertepuk sebelah tangan saja. Karena setelah mengenal Paris, ia tahu jika Paris tidak mau jatuh cinta atau berhubungan spesialis dengan seorang laki-laki. Semua laki-laki ia anggap teman.


Bukannya Paris tidak menyukai mahluk yang bergender laki-laki ( alias jeruk makan jeruk ), Paris hanya belum mau memikirkan masalah ribet yang bertajuk cinta. Ia masih ingin bebas, seperti burung yang bisa terbang kesana-kemari tanpa ada yang bisa melarang.

__ADS_1


***


bersambung


__ADS_2