
Tiba-tiba ponsel Edo berdering. Edo segera mengangkatnya.
" Halo. " sapa Edo tanpa melihat kontak yang menelepon.
" Halo, Do. Ini gue, Azkara. Gue di Bandung nih. "
" Lo di Bandung? " tanya Edo dengan nada suara terkejutnya.
" Siapa? " tanya Paris tanpa mengeluarkan suara.
" Azkara. " jawab Edo sama, tanpa mengeluarkan suara. Dan Paris nampak terkejut mendengar jawaban Edo.
" Azkara? " tanya Paris masih dengan tanpa suara.
" Halo, Do. " ujar Azkara di seberang.
" Eh, iya Az. Kenapa? " sahut Edo sedikit gelagapan.
" Lo lagi sama siapa? " tanya Azkara.
" Nggak. Gue sendirian. "
" Gue ke tempat kost lo sekarang. Ini gue udah otw. Paling seperempat jam lagi gue sampai tempat Lo. "
" Lo mau ke kostan gue? Eh, tapi gue lagi di luar nih. "
" Lo lagi dimana? Lo lagi ngumpul - ngumpul sama anak-anak? " tanya Azkara.
" I-iya nih. "
" Dimana? Kasih tahu nama tempatnya. Gue cari di map. Gue susulin. " sahut Azkara.
" Gimana? " tanya Edo ke Paris dengan isyarat bibirnya.
" Terserah. " jawab Paris tanpa mengeluarkan suara, tapi mengendikkan bahunya.
" Kita-kita mau ke cafe XXX. " jawab Edo ke Azkara.
" Oke. Gue langsung ke lokasi. " sahut Azkara. Dan panggilan langsung di akhiri.
Edo kembali melajukan mobilnya ke cafe yang ia sebutkan ke Azkara tadi. Sedangkan Paris hanya diam saja sampai akhirnya mereka sampai di lokasi yang di tuju. Di sana, Jojo dan Kevin sudah sampai terlebih dahulu.
" Ris... " panggil Edo saat Paris sudah membuka pintu mobil dan hendak turun.
__ADS_1
" Kenapa? " tanya Paris sambil membalikkan badannya.
" Lo yakin, ketemu Azkara? " tanya Edo.
" Emang kenapa? "
" Ya... Lo sama dia kan ada masa lalu yang kurang enak. Gue takut aja Lo jadi canggung sama dia. Dan dia juga canggung sama elo. Apalagi kondisi Lo sekarang. " ujar Edo sambil menunjuk ke perut Paris yang buncit.
" Kenapa gue mesti canggung? Kalau dia suka sama gue, gue udah minta dia buat nikahin gue. Dan dia nggak mau kan? Jadi kalau sekarang gue di hamilin laki gue, emang kenapa? Kalau gue sih cuek aja. Kalau dia canggung dan ngerasa nggak enak sama gue, itu urusan dia lah. Dia sendiri yang jadiin keadaan jadi kayak gini. " jawab Paris.
" Udah yuk ah turun. Kasian debay gue kelaparan sejak tadi. " lanjut Paris, lalu ia keluar dari dalam mobil. Sampai di luar mobil, Paris membetulkan letak syal pasmina yang ia kenakan untuk menutup tubuhnya bagian atas supaya ia tidak begitu merasakan dinginnya udara malam di kota kembang itu. Perut buncitnya juga ikut tertutupi.
Edo berjalan mengikuti langkah Paris dari belakang. Mereka masuk ke dalam cafe dan menuju meja di mana Jojo dan Kevin berada.
" Azkara mau kesini. " ucap Edo ke teman-temannya.
Jojo dan Kevin seketika terkejut dan menatap Edo bersamaan, kemudian menatap Paris juga bersamaan. Bahkan Edo juga ikut menatap Paris. Tapi Paris terlihat cuek saja.
" Lo gimana Ris? " tanya Jojo. Kevin dan Jojo, bahkan Agus akhirnya memang tahu apa yang terjadi antara Azkara dan Paris.
" Gue? Emang gue kenapa? Gue baik-baik aja kok. Gue cuma laper. Laper banget, sumpah. " jawab Paris. Lalu ia mengedarkan pandangannya ke atas meja.
" Mana makanan gue? Belum kalian pesenin ya? " tanya Paris.
" Ris, lo yakin? Mau makan sebanyak ini? Minum juga? Setahu gue, wanita hamil nggak boleh minum es banyak-banyak. " ujar Kevin.
" Nggak boleh minum es banyak-banyak kalau debay nya kegemukan. Debay gue kan masih standard SNI. "
" Lo pikir anak lo helm? " sanggah Kevin.
" He... he... he... " sahut Paris. Paris segera menyeruput minuman dingin yang ada di atas meja yang telah di sajikan oleh pelayan.
" Laper banget gueee.... " ujar Paris sambil menyiapkan sendok dan garpu untuk segera ia gunakan untuk mengeksekusi makanan yang telah ia pesan.
Beberapa saat kemudian, satu porsi makanan yang Paris pesan, telah kandas. Satu piring telah kosong. Kini, ia beralih ke piring yang selanjutnya. Teman-temannya hanya memandang sambil menelan salivanya melihat naf-su makan Paris.
" Uh.... Kenyangnya..... " ucap Paris setelah ia menghabiskan seluruh pesanan makanannya.
" Gila bener Lo Ris. Nggak takut gemuk lo? " tanya Kevin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Nggak makan juga gue udah gemuk. Lo lihat nih, perut gue aja udah buncit gini. " sahut Paris.
" Eh, Azkara datang tuh. " ucap Jojo. Semua mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk. Lalu Edo melambaikan tangannya untuk memberitahu keberadaan mereka. Azkara tersenyum dan berjalan mendekat ke arah mereka.
__ADS_1
" Hai, Ka... " sapa Edo, Jojo, dan Kevin bergantian. Mereka berdiri lalu memberi pelukan ala pria ke Azkara. Sedangkan Paris nampak diam saja. Ia malah lebih menikmati minuman dinginnya yang masih tersisa.
" Duduk Ka. " ajak Jojo mempersiapkan Azkara duduk di kursi yang masih kosong yang berada tepat di hadapan Paris.
" Paris... " sapa Azkara. " Gimana kabar kamu? " tanya Azkara sambil mengulurkan tangannya untuk menyalami Paris.
" Gue baik Ka. Lo gimana? " tanya Paris balik sambil membalas jabatan tangan Azkara.
" Alhamdulillah, gue juga baik. " jawab Azkara dengan senyuman tulusnya. Senyuman yang hanya ia perlihatkan ke Paris selama ini.
Suasana sedikit canggung. Lalu, Jojo memulai pembicaraan untuk menghilangkan suasana canggung itu. Percakapan dan pembicaraan mulai mengalir. Saling bercerita tentang kehidupan mereka setelah berkuliah dan lain sebagainya.
" Duh, gue pengen ke toilet. Gue permisi ke toilet bentar yah. " pamit Jojo. Dan sebentar kemudian, di susul oleh Kevin yang juga ingin segera ke toilet.
Kini, tinggal ada Azkara dan Paris berdua yang masih ada di tempat duduk karena Edo sedang keluar karena sekuriti memanggilnya untuk memindahkan posisi mobilnya.
" Lo... Sejak kapan kalau malam-malam begini makan berat?" tanya Azkara memulai pembicaraan.
" Ha? " sahut Paris yang sedang sibuk menikmati makanan ringan yang masih ada di atas meja.
" Sejak kapan Lo suka makan berat malam-malam kayak gini? " tanya Azkara kembali.
Paris hanya mengendikkan bahunya untuk menjawab pertanyaan Azkara. " Gue lapar. " jawabnya kemudian.
Azkara menghela nafas berat.
" Gue minta maaf. " ucap Azkara.
" Maaf? Untuk? " tanya Paris.
" Maaf, karena dulu gue nggak bisa jawab iya saat elo minta gue buat nikahin elo. " ujar Azkara.
Paris tersenyum miring mendengar ucapan Azkara. " It's oke. Nggak masalah kok Ka. " jawab Paris.
" Hari gue sengaja pulang ke Indonesia. Tepatnya sengaja gue datang ke Bandung. Karena gue pengen ketemu sama elo. " ucap Paris.
" Emang kenapa dan mau ngapain ketemu sama gue? " tanya Paris.
" Gue kangen sama elo. " ucap Azkara dengan cepat.
bersambung
Maaf ya guysss.... Dua hari nggak update... Othor dua hari ini sedang bener-bener sibuk...🙏🙏
__ADS_1