Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Mak Erot


__ADS_3

Tok….Tok…Tok…


Suara pintu di ketuk dari luar.


Ceklek. Pintu di buka dari dalam.


“ Pagi, tante Lila. “ sapa Paris.


“ Paris? Pagi juga Paris. “ sapa balik Kalila.


“ Daddy ada pasien nggak tan? “


“ Daddy belum mulai praktek. Tuh, dia ada di dalam. Ayo masuk. “ ajak Kalila, asisten Bryan.


Paris masuk ke dalam ruang praktek Bryan mengikuti kalila.


“ Morning, daddy. “ sapa Paris sambil merangkul Bryan dari belakang dan mengecup kedua pipi sang Daddy bergantian.


“ Morning, sayang. Tumben, anak gadis Daddy pagi-pagi udah nyamperin Daddy? Pasti kangen kan, semalam nggak ketemu Daddy karena menginap di rumah granma. “ goda Bryan sambil menoleh ke samping.


“ Hizzz…Daddy selalu saja kepedean. “ sahut Paris. Ia melepas rangkulan tangannya di leher sang Daddy dan berjalan menuju ke kursi di depan kursi kebesaran Daddy-nya.


Bryan melepas kacamata baca yang bertengger di hidung mancungnya. “ Lalu, kenapa kamu pagi-pagi sampai nyamperin Daddy ke rumah sakit? “


“ Paris mau konsultasi sekalian minta di periksa sama Daddy. Daddy kan dokter spesialis penyakit dalam. “ jawab Paris dengan suara lirih.


Bryan mengernyitkan dahinya. “ Kamu kenapa? Kamu sakit? “ tanya Bryan cemas.


Paris mengangguk sambil berkata, “ Sepertinya. “ Ia lalu mengangkat wajahnya, “ tapi Daddy jangan bilang sama bunda ya? Paris nggak mau bikin bunda sedih. “


“ Sayang, kamu bicara apa? Memangnya kamu sakit apa? “ tanya Bryan panik.


“ Paris juga nggak tahu sakit apa. Kalau Paris tahu, Paris nggak mungkin minta di periksa sama Daddy. Paris tinggal beli obat aja di apotik atau beli jamu di mak Erot. “ jawab Paris sedikit kesal.


Bryan menghela nafas panjang menenangkan kepanikannya. “ Ya udah, ayo sini Daddy periksa. “ ajaknya sambil beranjak dari kursi kebesarannya dan segera diikuti oleh Kalila dan Paris.

__ADS_1


“ Naik. “ perintah Bryan, dan Paris segera mengikuti istruksi sang Daddy. Bryan lalu mengambil stetoskop yang berada di dalam kantong jas putihnya dan memasangnya di kedua telinganya. Lalu ia mulai memeriksa tubuh Paris. Bryan mengernyit setelah memeriksa tubuh putrinya.


“ Sus, tolong cek tekanan darahnya. “ pinta Bryan ke Kalila. Kalilapun segera menuruti permintaan Bryan. Kalila segera mengecek tekanan darah Paris dengan tensimeter, lalu mengecek kadar oksigen Paris dengan oxymeter.


“ 110 per 90 dok. Oksigennya juga normal. “ ujar Kalila.


Bryan mengangguk, lalu ia kembali duduk di kursi kebesarannya. Tapi sebelum duduk, Bryan sempat mengambil sebuah kursi dan ia letakkan di dekat kursi kebesarannya.


Melihat Paris turun dari atas ranjang periksa, Bryan memanggil, “ Sini. “ panggilnya. “ Duduk dekat Daddy.”


Paris mengangguk, “ Paris sakit apa Dad? Apa parah? “ tanya Paris dengan raut wajah ketakutan. Belum pernah ia merasa ketakutan terhadap suatu hal sebelumnya.


“ Daddy mau tanya dulu sama Paris. “


“ Tanya apa daddy? “


“ Sebenarnya apa yang kamu rasakan sampai kamu berpikir kalau kamu sedang sakit? “ tanya Bryan pelan sambil menatap intens wajah putrinya.


“ Jantung Paris sering berdebar-debar Dad. Detak jantung Paris terkadang secara tiba-tiba berdetak lebih kencang dari biasanya. Dan terkadang Paris juga merasa gelisah. Sampai-sampai Paris jadi insomnia. “


Paris nampak mengingat dan berpikir. “ Sepertinya tidak Daddy. Jika jantung kita berdetak saat habis berolahraga bukanlah itu suatu hal yang biasa? Dan saat balapan, Paris malah sama sekali tidak berdebar-debar loh. Kalau Paris sampai berdebar saat balapan, berarti Paris takut sama lawan Paris. Tapi Paris tidak pernah takut kok. “


“ Lalu di saat yang seperti apa jantung kamu berdebar lebih kencang? “


“ Saat Paris berada di dekat seseorang. “ jawab Paris polos. Bahkan hampir saja Bryan tergelak dengan kepolosan putrinya. Kini sepertinya ia tahu, apa yang di alami sang putri.


“ Apa seseorang itu juga yang sering membuat kamu insomnia? “


Paris kembali mengingat dan berpikir. Lalu seperkian detik kmeudian, ia mengangguk.


“ Azkara? “ tebak Bryan karena setahu dia, hanya Azkaralah laki-laki yang begitu dekat dengan putrinya. Bahkan ia dulu sempat mengira kalau putrinya itu berpacaran dengan Azkara Pramudia anak dari salah satu pemegang saham di rumah sakit tempatnya bekerja saat ini.


“ Maksud daddy? Ada apa dengan Azkara? “


“ Apa seseorang yang kamu maksud itu Azkara? Seseorang yang sudah membuat jantung kamu berdebar lebih cepat dan membuatmu insomnia. Apakah dia Azkara? “ tanya Bryan sambil memicingkan matanya.

__ADS_1


“ No, daddy. Bukan dia. Tapi orang lain. “


“ Who? “ tanya Bryan. Paris tidak menjawab. “ Tell me..Come on, darling. Tell your Dad. “


“ Daddy nggak kenal orangnya. Dia bukan sahabat Paris. “ jawab Paris. Lalu ia menghela nafas pasrah. “ Sekarang kasih tahu Paris, Daddy. Paris sakit apa? “


“ Sakit cinta. “ jawab Bryan dengan cepat.


“ Sakit cinta? Emang ada penyakit itu? Apa penyakit varian baru? Berbahayakah Daddy? “


Cetak. Bryan menyentil dahi Paris. “ Auu…sakit Daddy. “


“ Lagian punya otak Cuma di buat mikir balapan, berantem…Sekali-sekali mikirin yang lain juga. “ seru Bryan. Bahkan kalila yang berada di sana semenjak tadi hanya terkekeh mendengar percakapan ayah dan anak itu.


“ Habisnya Daddy aneh. Apa ada tuh sakit cinta? “


“ Maksud Daddy itu, anak gadis daddy yang cantik ini sedang jatuh cinta sama seseorang. “


“ Daddy bercanda? Paris nggak mungkin semudah itu jatuh cinta. Bahkan paris mengenalnya saja baru mau dua bulan. Nggak mungkin Daddy. “


“ Sayang, cinta itu bisa datang kapan saja, di mana saja, dan dengan siapa saja. Karena kata hati, tidak akan bisa kita tolak.” Ujar Bryan memberi pengertian. “ Wuahhh…berita besar. Bunda kamu pasti sangat bahagia mendengar kabar ini. “ ujar Bryan sambil terkekeh.


“ No, Daddy….Paris nggak mungkin jatuh cinta sama bocah itu. Dan Daddy, jangan pernah sekali-sekali Daddy mengatakan hal ini sama bunda. Seluruh dunia akan heboh kalau sampai bunda tahu. “ pinta Paris sambil memandang lekat manik mata yang berwarna sama dengannya ini.


“ Ha…ha…ha…” Bryan justru tertawa terbahak-bahak. Membuat Paris sangat kesal. Paris segera beranjak dari duduknya dan berjalan ke pintu sambil menghentak-hentakkan kakinya. Tapi baru saja ia hendak membuka pintu, ia berbalik dan berjalan kembali ke meja Daddynya.


“ Paris lupa belum salim sama Daddy. “ ucap Paris sambil mengulurkan tangannya dan mencium punggung tangan sang Daddy. “ Assalamualaikum. “ Lalu ia kembali membuka pintu dan segera meninggalkan ruangan kerja sang Daddy.


Bryan dan Kalila hanya bisa menggelengkan kepalanya dan terkekeh melihat tingkah gadis kecil itu. Gadis kecil yang sedang merangkak dewasa.


Bersambung


HAI…HOLA…HALO…EPRIBADEH…


OTHOR SEDIKIT MENGUBAH RENCANA CERITA YA…AWALNYA OTHOR MAU BUAT NOVEL OTHOR INI DUA SEASON. PART RATU SENDIRI, LALU PART PARIS SENDIRI.

__ADS_1


TAPI SETELAH OTHOR PIKIR-PIKIR, SEPERTINYA NANTI CERITANYA KURANG MERASUK DAN KURANG MENYATU JIKA DI SENDIRI-SENDIRIKAN. JADINYA, OTHOR PUTUSIN, LANGSUNG GABUNG AJA CERITA CINTA RATU JUGA PARIS-NYA YESSS….OKE BESTIEEEE….


__ADS_2