Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Prank kebahagiaan


__ADS_3

" Ayah, kenapa kok dekorasi kayak mau nikahan gini? " tanya Arvin kala ia baru saja masuk ke dalam aula hotel yang sudah di dekorasi.


" Nanti kamu juga akan segera tahu, son. " jawab Robert. Arvin saat ini sedang di apit kedua ayah. Dion di sebelah kirinya, dan Robert di sebelah kanannya. Leora berada tepat di belakangnya bersama dengan Rendra, dan di ikuti seluruh anggota keluarga besar Abraham.


Mereka menggiring Arvin untuk terus melangkah menuju ke dalam aula hotel. Semakin ke dalam, Arvin semakin di buat bertanya -tanya. Ada panggung yang di dekorasi seperti pelaminan, lalu ada meja panjang di tengah ruangan dengan beberapa kursi di sana. Dan yang membuat Arvin semakin heran, ia juga melihat seorang laki-laki berseragam PNS, berpeci, yang belum pernah dia lihat sama sekali. Laki-laki itu sedang sibuk mengeluarkan kertas-kertas dari dalam tasnya dan berada di meja yang ada di tengah ruangan itu.


" Daddy... " sapa Arvin ke Daddy El kala ia sudah di sambut oleh keluarga Adiguna. Arvin menyalami tangan Seno dan mencium punggung tangannya. Lalu beralih ke Armell, ke opa juga Oma Adiguna tentu saja.


" Ayo, masuk, dan duduklah di kursi sana. Semua sudah menunggu. Ratu juga sebentar lagi akan keluar. " ucap Daddy El.


" Iya. Cepat sedikit. Pak penghulu juga sudah sedari tadi menunggu. " tambah opa Adiguna dengan senyum khasnya.


" Apa, opa? Peng-penghulu? " tanya Arvin terheran-heran.


" Iya, penghulu. Kamu mau nggak nikahin putri cantik Daddy? " sahut Seno sambil menarik lengan Arvin dan membawanya ke meja yang ada penghulunya tadi.


" Ta-tapi... " belum sempat Arvin bertanya, kini tubuhnya sudah di dudukkan dengan paksa oleh Seno juga Dion. Lalu, Dion duduk di kursi sebelah kiri Arvin, Robert di sebelah kanan Arvin, Seno duduk di kursi yang berada di depan kursi yang di duduki Arvin. Bryan berada di sebelah penghulu, dan seorang lagi, saudara Arvin yang bertindak sebagai saksi.


" Ini calon pengantin laki-lakinya? " tanya pak penghulu menunjuk ke Arvin. Arvin masih terlihat bingung dengan semua ini.


Seno mengangguk menjawab pertanyaan pak penghulu.


" Mas, sudah hafal bacaan ijab kabulnya? Sudah hafal juga kan nama calon mempelai wanitanya? " tanya pak penghulu ke Arvin.


Arvin bukannya menjawab, ia malah menoleh ke arah Dion untuk mendapatkan Jawaban dari kebingungannya.


" Hari ini, kamu akan menikah. " ucap Dion sambil menepuk pundak Arvin.


" Tapi ayah, bukannya hari ini hanya tunangan? Daddy El juga mommy tidak mengijinkan Arvin menikahi Ratu saat ini. " sahut Arvin.


" Sudah, tidak perlu memikirkan itu. Orang tua angkatmu memang selalu sesuatu sejak dulu. Yang penting sekarang, kamu mau tidak menikahi anaknya? " sahut Robert sambil menunjuk Seno dengan dagunya.


Arvin berganti menoleh ke arah Robert, lalu ke Dion bergantian.


" Tentu saja Arvin mau. Cuma masalahnya, Arvin menghafalkan ijab kabul. Bagaimana kalau Arvin sampai salah? Dan kesalahan itu terjadi sebanyak tiga kali. " ujar Arvin panik.


Robert dan Dion menepuk pundak Arvin bersamaan.

__ADS_1


" Suruh ayahmu mengajarimu sebentar. Jangan minta Daddy yang mengajari. Karena Daddy takut salah. Daddy belum pernah mengucap ijab kabul. " ujar Robert sambil tertawa ringan.


" Ayah akan mengajarimu sekarang. Kamu dengarkan ayah baik-baik. " ucap Dion sambil menatap Arvin. Arvin mengangguk.


" Saya terima nikah dan kawinnya, lalu ucapkan nama lengkap calon istrimu, beserta nama calon mertuamu. Dengan mas kawin... Kamu sebutkan saja mau memberi Ratu mas kawin apa. " ucap Dion.


Arvin mengangguk, lalu mulai menghafal ijab kabul seperti yang ayahnya ajarkan.


" Ayah, tapi... Mas kawin apa yang harus Arvin berikan? Arvin tadi hanya membawa sepasang cincin pertunangan. " tanya Arvin.


" Kamu tenang saja, kalau masalah mas kawin, Daddy sudah menyiapkannya. Ini. " ucap Robert sambil menyerahkan sebuah amplop yang isinya adalah sertifikat kepemilikan sebuah pesawat pribadi.


" Tinggal kamu tambahkan saja, apa yang kamu punya dan kamu bawa. " lanjutnya.


" Apa kamu membawa uang cash? " tanya Dion.


" Sepertinya ada ayah. Tapi tidak banyak. " jawab Arvin.


" Keluarkan saja. Kamu gunakan uang itu untuk mas kawin yang kamu siapkan sendiri. " ucap Dion. Arvin mengangguk, lalu mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan semua uang yang ada di dalam dompetnya sampai tak bersisa.


" Cuma ada segini, yah, Dad. " ucap Arvin sambil memperlihatkan semua uang yang ada di dalam dompetnya dan kini sudah berada di atas meja semuanya.


" Baiklah, sepertinya semua sudah siap ya. Mas calon pengantin, sudah siap ijab? " tanya pak penghulu.


" Insyaallah sudah, pak. " jawab Arvin tegas.


" Baiklah, kita segera memulainya. Bismillahirrahmanirrahim...... " ucap pak penghulu memulai semua ritual ijab kabul.


Dan....


" SAH.... " satu kata terucap dari para saksi yang membuat Arvin bisa bernafas lega setelah mendapatkan prank besar dari semua anggota keluarganya. Hanya dengan satu kali mengucapkan ijab, Ratu yang dulu adalah adik kecilnya, kini telah berubah status menjadi istrinya yang sah. Arvin tersenyum tipis mengingat status mereka sekarang.


Semua yang hadir berucap syukur. Semua ikut berbahagia.


" Sekarang, pengantin wanitanya silahkan di bawa keluar. " pinta pak penghulu.


Sedangkan di waktu yang bersamaan saat orang-orang tadi berucap kata SAH dengan sangat lantang, Ratu seperti mendengar sayup-sayup.

__ADS_1


" Mom, kok sepertinya Ratu mendengar ada yang bilang sah gitu? Apa mungkin di hotel ini juga sedang ada acara pernikahan juga? " tanya Ratu ke sang mommy yang sedari tadi menggenggam tangannya.


" Mungkin, sayang. " ucap Armell sambil dengan mata berkaca-kaca karena bahagia. " Sayang, selamat ya... Kamu sekarang sudah memulai kehidupan yang baru. Semoga kamu selalu bahagia dengan laki-laki pilihanmu. " lanjut ucap sang mommy, lalu memeluk putrinya.


Tok... Tok ... Tok...


" Masuk. " ucap Armell.


Ceklek


" Mom.... " panggil duo Z bersamaan.


" Bagaimana sayang? Apa kita di minta keluar sekarang? " tanya Armell.


" Yes, mom. " jawab Zayyan.


Armell berdiri, lalu ia juga membantu Ratu untuk berdiri. Setelah mereka berdiri, duo Z segera menempatkan diri di depan mereka. Mereka berdua akan menjadi pengiring pengantin wanita saat keluar.


Saat sampai di aula, Ratu di buat terkejut. Dia yang memang tidak di perbolehkan melihat dekorasi, dan aula tempatnya akan melakukan pesta pertunangan, benar-benar merasa terkejut melihat semua itu.


Ratu terus di giring hingga sampai di kursi yang berada tepat di sebelah Arvin. Masih dengan kebingungannya, Ratu mengedarkan pandangannya ke sekeliling, lalu akhirnya jatuh di mata abu milik Arvin. Ratu berusaha bertanya melalui tatapannya. Tapi Arvin hanya tersenyum dan malah meminta Ratu melihat ke depan, di mana pak penghulu hendak berbicara dengannya.


" Mbak pengantin, tanda tangan buku nikahnya dulu, ya. Acara tatap-tatapannya nanti di lanjut lagi. " goda pak penghulu.


" Buku nikah? " tanya Ratu yang masih bingung. Arvin mengangguk, lalu Daddy-nya juga mengangguk. Dengan masih linglung, Ratu menerima buku nikah yang di berikan oleh pak penghulu, dan ikut saja saat pak penghulu menyuruhnya tanda tangan.


Baru setelahnya, ia melihat dengan teliti buku nikah tersebut. Di sana ia melihat nama dirinya dan sang Abang, melihat fotonya yang bersanding dengan foto Arvin, lalu ia juga melihat tanda tangan Arvin juga terbubuh di sana.


Ratu mendongak, melihat semua keluarganya dengan mata berkaca-kaca. Lalu tatapannya jatuh pada wajah tampan suaminya yang sedang tersenyum manis. Di saat ia menatap Arvin, tiba-tiba air mata bahagianya luruh begitu saja.


" Jangan menangis. Ini adalah hari bahagia kita. " bisik Arvin sambil menyeka air mata yang menetes di kedua pipi Ratu.


" Abang, ini beneran? Apa Queen cuma mimpi? " tanya Ratu.


" Ini kenyataan, sayang. Bukan mimpi. Sekarang kita bukan hanya tunangan. Tapi kita telah sah menjadi suami istri. " jawab Arvin. Lagi-lagi, air mata Ratu luruh begitu saja.


" Apa kamu bahagia? " tanya Arvin sambil kembali menyeka air mata Ratu. Ratu mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


Akhirnya, mereka berdua telah sah menjadi suami istri dengan prank dari keluarga besarnya. Prank kebahagiaan....


__ADS_2