Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Hari pernikahan


__ADS_3

Hari yang di tunggu keluarga besar Adiguna, Permana dan Abraham akhirnya datang juga. Paris dan Ratu berada di dua kamar yang berbeda. Saat ini mereka sedang di rias oleh MUA terkenal di sebuah hotel mewah milik keluarga Permana. Memang acara pernikahan juga pertunangan ini di laksanakan secara tertutup. Tapi ketiga keluarga itu tetap ingin memberikan yang terbaik untuk cucu-cucu mereka.


“ Aduh dek…Jangan nangis mulu kenapa? Ini riasan yang udah eyke bikin berantakan terus. “ protes laki-laki gemulai yang sedang merias Paris.


Srutt


Paris menarik ingusnya dengan kencang lalu mengusap hidung serta pipinya yang basah karena air mata dengan punggung tangannya.


“ Aduuuhhh… Duhhh… Duhhh… Jadi makin berantakan ini???? “ protes sang penata rias itu sambil mondar-mandir di dalam ruangan. Entah sudah yang ke berapa dirinya merias wajah Paris. Tapi kali ini, wajah Paris benar-benar semakin berantakan. Lipstiknya belepotan hingga ke pipi. Lalu maskara meleleh ke ke sudut matanya hingga sekeliling matanya menghitam.


Paris hanya menatap sang penata rias gemulai itu dengan jengah.


“ Dek, di mana-mana, yang namanya calon pengantin tuh pasti bahagia loh. Karena mereka nggak akan dosa kalau lihat ular. Nah, ini kok malah nangis kejer dari tadi. Apa jangan-jangan ye takut sama ular ya? “ ujar penata rias dengan logat gemulainya.


Paris tetap bungkam. Tidak keluar sepatah katapun dari mulutnya.


“ Ayo dong dek. Mbak mohon kerjasamanya, oke. Kita lakukan sekali lagi, dan jangan bikin berantakan karya eyke. Oke ? “ pinta penata rias dengan nada memelas. Pasalnya, ini udah ketiga kalinya ia membenarkan riasan Paris. “ Waktunya udah mepet ini. Setengah jam lagi akad nikahnya di mulai. Masak pengantin perempuannya wajahnya kayak jurik gini ? “ lanjut sang penata rias sambil mengambil tisu basah dan membersihkan wajah Paris yang berantakan.


Saat tangan lembut si penata rias itu sedang membersihkan wajahnya, tiba-tiba Paris mencekap tangan laki-laki gemulai itu. Membuat si penata rias agak terkejut.


“ Kenapa? Ye mau pipis dulu? “ tanyanya.


Paris segera menggeleng. “ Temenin gue lari dari sini. “ ucap Paris sambil sesenggukan.


“ What? Ye mau kabur? “ tanya si penata rias sambil menegakkan kembali tubuhnya. “ Coba ye bilang sama eyke, kenapa ye mau kabur? “


“ Ya karena gue nggak mau nikah lah. “


“ Kenapa ye nggak mau nikah coba? Calon lekong ye eyke liat cakep pisan. Kenapa nggak mau nikah sama dia. Coba kalau eyke yang di nikahin sama dia. Langsung ngang*kang deh eyke. “


“ ya udah. Lo aja yang gantiin gue nikah sama dia. “ jawab Paris malas.

__ADS_1


“ Hus. No. Bisa-bisa tamat karier MUA eyke. Ye tahu kan pengaruh keluarga Permana sama Adiguna kayak apa? Hiii…takut eyke. “ sahut si penata rias sambil bergidik.


Ceklek


Bunyi pintu di buka dari luar.


“ ASTAGA….. Kenapa masih kayak gini ? “ pekik Pipit yang baru masuk ke dalam kamar.


“ Maaf, nyonya. Anak ye susah di aturnya. Sudah tiga kali eyke rias wajahnya. Tapi selalu di hancurin kayak gini. “ keluh si penata rias.


“ Bunda…. Please… Paris nggak mau nikah sama dia bund… “ rengek paris sambil memegang tangan bundanya.


“ Ha? Mana bisa kamu minta nggak nikah sama Agam, Paris. Orang ijab kabulnya udah selesai kok. Kamu tuh udah sah jadi istrinya Agam sekarang. “ sahut Pipit enteng.


Doeeng… weng… weng… Kepala Paris bagai kejatuhan palu yang super besar mendengar ucapan sang bunda.


“ Bunda, please… Jangan bercanda… “ rengek Paris yang masih belum percaya.


“ Nggak mungkin, bund. Kan akad nikahnya masih lama. “ Ucap Paris kembali. Lalu ia meraih pergelangan tangan si penata rias dan menengok jam tangannya. “ Tuh bund. Masih seperempat jam lagi. Masih sempat kalau buat batalin. “ lanjut Paris.


“ Paris… Bunda tadi udah bilang, pernikahannya nggak bisa di batalin. Agam udah mengucap ijab kabul atas kamu. Kamu sekarang udah sah jadi istrinya Agam Permana. Memang seharusnya akad nikahnya seperempat jam lagi, tapi kakeknya Agam udah nggak sabar pengen kamu sebera jadi cucu mantunya. Jadi waktu pak penghulunya datang, beliau langsung minta akadnya segera di mulai.“


“ Ya udah… Di batalin aja kalau gitu… “


“ Kamu mau menyandang predikat janda? Kok minta di batalin. “ ujar Pipit ngagk habis pikir dengan ucapan putrinya.


“ Kan Paris juga belum ngapa-ngapain sama dia bund. Jadi nggak pa-pa di batalin aja ijab kabulnya. “ Paris masih saja merengek.


“ Paris… Dimana-mana, perempuan yang sudah pernah diijab kabul sama laki-laki, terus di batalkan atau di ceraikan, itu otomatis sudah menyandang predikat janda. JANDA, Paris… Emang kamu mau di usia yang masih begini muda, tapi statusmu janda? Meskipun kamu belum di apa-apain sama si Agam, tetep aja kamu itu jandanya si Agam. Dan status itu akan terus melekat pada diri kamu sampai kamu tua nanti. Iya, kalau masih ada laki-laki yang mau sama kamu? Kalau nggak, bakalan jadi janda kamu seumur hidup. “ Pipit berdakwah panjang lebar di depan putrinya sambil bersedekap.


Parispun jadi terdiam.

__ADS_1


“ Sekarang kamu tinggal pilih, status mana yang kamu mau? ISTRI, atau JANDA? “ tanya sang bunda tegas.


Paris menunduk, lalu menjawab pertanyaan sang bunda lirih, “ Istri. “


“ Ya udah kalau gitu. Mas.. Eh mbak…” panggil Pipit ke si penata rias.


“ Iya nyonya. Panggil saya mbak aja. “ pinta si penata rias.


“ Cepetan di rias lagi anaknya. Akadnya udah selesai. Pak penghulu minta dia segera di bawa keluar buat tanda-tangan buku nikah. “ perintah Pipit.


“ Nyonya tungguin ya. Saya takutnya anak nyonya berantakin lagi riasannya. “


“ Iya, saya tungguin. “ Lalu Pipit duduk di sofa yang tidak jauh dari tempat Paris di rias.


Lalu si penata rias gemulai itu mulai merias kembali wajah Paris, di bantu oleh seorang asistennya. Kali ini, Paris lebih bisa di ajak bekerja sama.


Sedangkan di waktu yang sama, tapi di kamar yang berbeda, Ratu juga kondisinya tidak jauh berbeda dari Paris. Hanya bedanya, Ratu tidak menangis kejer seperti Paris. Ia hanya cemberut dengan mata yang berkaca-kaca. Membuat sang mommy yang menungguinya menghela nafas panjang.


“ Sayang… Kenapa cemberut terus hem? “ tanya sang mommy kala putri cantinya selesai di rias.


Ratu menggeleng.


“ Kan Ratu sendiri yang kemarin seneng bisa tunangan sama anaknnya om Dion sama tante Leora. Kok sudah hari H malah cemberut gini? Nanti cantiknya hilang loh. “ goda armell.


“ Mommy… “ rengek Ratu sambil memeluk tubuh sang mommy dari samping. Ia menyenderkan kepalanya di bahu Armell.


“ Kenapa sayang? Coba cerita sama mommy apa yang buat kamu sedih di hari yang seharusnya jdi hari bahagiamu. “ pinta sang mommy sambil mengelus lengan Ratu yang melingkar di dadanya.


“ Mommy janji nggak akan marah kalau Ratu cerita sama mommy ? “ tanya Ratu sambil menjauhkan tubuhnya dari sang mommy dan menatap lekat ke arah sang mommy.


“ Insyaallah… Insyaallah mommy nggak marah. Sekarang Ratu cerita ke mommy apa yang buat kamu bersedih gini. “

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2