
Arvin yang terbakar emosi karena cemburu serta karena terbawa suasana, langsung gercep meraih pinggang Ratu lalu mendekatkan tubuh mereka, mendekatkan wajah mereka, dan cup….
Ratu yang belum siap, atau lebih tepatnya ia tidak tahu apa yang akan terjadi, menjadi tercengang. Matanya melotot saat bibir sang abang menabrak bibirnya tanpa aba-aba. Ratu bahkan menahan nafasnya karena sesak. Apa yang terjadi. Kenapa ini bisa terjadi. Dan masih banyak lagi pertanyaan yang bercokol di otak cerdas Ratu.
First kiss. Ciuman pertama sang Ratu yang di gadang-gadang akan ia berikan ke suaminya kelak, kini malah di ambil oleh sang abang tersayang. Oh abang…apa yang kamu lakukan sama Ratu?
Arvin menempelkan bibirnya lembut ke bibir seksi milik Ratu. Awalnya hanya menempel supaya bibir Ratu terdiam. Tapi lama kelamaan bibir Arvin mulai bergerak. Ia mengecup kecil bibir se*ksi milik Ratu. Kecupan yang awalnya seringan kapas itu, lama-lama berubah menjadi lebih intens dan dalam. Ratu di buat semakin melotot kala merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan selama ini.
Setelah beberapa waktu, Arvin menghentikan aksinya karena merasa Ratu menahan nafasnya sedari tadi. Ia melepas ciumannya, lalu menempelkan dahinya ke dahi Ratu sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah karena kabut gai*rah.
Ratu yang masih ngelag, masih terdiam bengong. Arvin sedikit menyunggingkan senyumannya. Ia mulai menjauhkan wajahnya, lalu menyentuh bibir Ratu yang tadi sempat di nikmatinya dengan ibu jarinya. Ratu sedikit tersentak merasakan ibu jari Arvin merambat di bibirnya.
“ Ab-abang…” ucapnya lirih dengan pandangan mata yang tak terbaca. Ratu bingung dengan apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Hatinya terasa makin tak karuan. Ia merasa ada kupu-kupu yang beterbangan di atas kepalanya. Dan ada banyak semut menggelitik di perutnya. Dan jangan tanya bagaimana detak jantungnya. Dag dig dug melebihi detak jantung pelari profesional.
“ I am sorry. “ ucap Arvin lirih dengan pandangan yang tak lepas dari kedua mata Ratu. “ I am sorry, my Queen. Aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak melakukannya. Aku tidak rela jika ada laki-laki lain yang memilikimu. Aku cemburu. Aku akui itu. Dan perempuan yang bersamaku di kampus waktu itu, ia hanya teman kuliahku. Tidak lebih dari itu. “ ucap Arvin sambil menangkup wajah Ratu dengan kedua tangannya.
Ratu masih terdiam. Ia belum tahu harus berbicara apa. Tapi matanya berkaca-kaca sambil terus menatap Arvin lekat.
“ Maaf, abang udah lancang ambil first kiss kamu. Maaf, abang memang tidak tahu diri. Please, jangan menangis. Jangan menangis karena abang. Kalau kamu sakit hati, marahlah sama abang. Jangan diam saja. “ ucap Arvin melanjutkan kata-katanya karena Ratu tidak mengeluarkan suaranya.
Air mata Ratu malah menetes mendengar ucapan Arvin. Tanpa aba-aba, ia menubruk tubuh Arvin lalu melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Arvin dan memeluknya erat sambil menaruh kepalanya di dada Arvin.
Arvin mengernyitkan keningnya kala mendapati perlakuan Ratu. Kenapa Ratu malah memeluk tubuhnya erat seperti ini. Bukankah ia tadi bilang supaya Ratu marah sama dia? Bukan memeluknya kan?
“ Abang jahat…Hiks…” ucap Ratu sambil menempelkan wajahnya di dada bidang Arvin yang terbalut oleh kaos pres bodynya.
“ Maaf…Maaf…” ujar Arvin lirih dengan di penuhi penyesalan yang sangat. Ia menyesal kenapa ia tadi bisa kehilangan kendali dan mencium bibir Ratu begitu saja? Arvin membalas pelukan Ratu ringan. Ingin rasanya ia mendekapnya erat. Tapi ia tidak ingin membuat Ratu makin bersedih.
“ Abang kenapa cium Queen nggak bilang-bilang dulu? Queen kan kaget. Queen nggak siap-siap dulu jadinya. Padahal tadi itu first kissnya Queen yang mau Queen kasih ke suami Queen besok. Queen jadi kehilangan momen merasakan first kiss yang roamantis kan sekarang? “ protes Queen setelah ia menjauhkan wajahnya dari dada bidang Arvin. Ia kini menatap Arvin dengan kesal.
__ADS_1
Arvin melongo mendengar jawaban Ratu. Queenya tidak marah karena ia telah lancang menciumnya? Tapi ia marah karena ia menciumnya dengan tiba-tiba?
“ Kamu nggak marah sama abang? “ tanya Arvin.
“ Ya marah lah. Tadi kan Queen bilang. “
“ Maksud abang, kamu nggak marah karena abang udah nyuri first kiss kamu? “
Ratu menggeleng. “ Queen nggak akan marah sama abang kalau abang bilang ke Queen, kenapa abang nyium bibir Queen? Biasanya kan abang nyiumnya jidat. “
Arvin tersenyum sebelum akhirnya ia berkata, “ Karena abang sayang sama kamu. “ ucapnya sambil menatap dalam-dalam manik mata Ratu.
“ Sayang? Biasanya abang emang nggak sayang sama Queen? Abang sayang kan? Tapi nyiumnya di dahi. “ sahut Ratu.
“ Bukan sayang seperti waktu kita masih kecil. Abang sayang sama kamu sebagai laki-laki ke perempuan. Bukan sayang kakak ke adik saja. Abang berani melakukan ini karena kamu bukan adik kandung abang. Jadi bolehkan, jika abang sayang ke kamu melebihi sayang kakak ke adiknya? “ ucap Arvin lembut.
“ Kok kamu nangis lagi? Maaf kalau abang udah berani punya perasaan lebih ke kamu. “ ucap Arvin penuh dengan rasa bersalah.
“ Queen nangis karena Queen bahagia tahu bang. “ sahut Ratu. Ia mengendurkan pelukannya dan kembali menatap mata Arvin. Lalu ia menyunggingkan senyum manisnya.
“ Berarti perasaan Queen nggak bertepuk sebelah tangan. “ lanjutnya lirih. Ucapan yang membuat Arvin melongo tidak percaya. Benarkan sang adik yang sangat ia jaga sedari kecil juga menyukainya? Benarkan jika dugaannya selama ini salah? OH Tuhan….Apa yang harus Arvin lakukan sekarang? Apa ia harus berjingkrak-jingkrak, meloncat-loncat, tertawa terbahak-bahak, atau sujud syukur?
Ratu malah mengernyitkan dahinya melihat reaksi Arvin. “ Abang kenapa? “ tanyanya.
“ Abang…Abang…Benarkan kamu juga mempunyai perasaan yang sama seperti abang, my Queen ? “ tanya Arvin masih tidak percaya.
Ratu mengangguk sambil tersenyum. Grep…Arvin memeluk tubuh Ratu erat. Ia bahagia. Bahkan sangat bahagia.
“ Abang jangan kekencengan meluknya. “ protes Ratu.
__ADS_1
“ Sorry. “ jawab Arvin sambil melepas pelukannya. Ratu kembali tersenyum. Arvin kembali mendekatkan wajahnya, lalu kembali mencium bibir Ratu. Tapi Ratu malah menjauhkan wajahnya secara refleks. Bahkan ia memukul dada Arvin.
“ Abang !!!” pekiknya sambil menatap tajam ke Arvin.
“ Kenapa? “ tanya Arvin dengan wajah cengonya.
“ Kenapa nyium-nyium lagi? “
“ Pengen. Nggak boleh lagi ya? Kan abang sekarang udah jadi calon suami kamu. “ jawab Arvin sambil tersenyum menyeringai.
“ Kan Queen tadi udah bilang, kalau mau nyium bilang dulu. Biar Quen bersiap, jadi Queen juga bisa merasakan romantisnya. “ jawaban tak terduga kembali keluar dari mulut Ratu.
Tak urung, Arvin kembali melebarkan senyumannya. “ Kalau gitu, sekarang kamu siap-siap. Abang mau nyium kamu. “ ucap Arvin sambil kembali mendekatkan wajahnya, lalu bibirnya ke bibir Ratu.
Cup
Awalnya hanya kecupan-kecupan kecil. Tapi lama-lama menjadi saling menempel, lalu Arvin mulai ******* bibir se*ksi Ratu. Kecupan basah. Arvin nampak mahir memainkan bibir Ratu. Tapi Ratu hanya diam, karena ia belum mengerti. Saat ini, ia sedang menyelami, mempelajari, bagaimana caranya berciuman.
Saat ciuman usai, Arvin kembali mengusap bibir basah Ratu sambil tersenyum tipis. Ia sangat bahagia malam ini.
“ Abang canggih bener ciumannya. Pasti udah sering berlatih ya. Sama berapa perempuan bang? “ tanya Ratu mulai posesif.
“ You are the first. Abang belum pernah berciuman dengan cewek manapun sebelum kamu. “
“ Bo’ong. “
“ Demi Tuhan. “ jawab Arvin lalu memberikan kecupan singkat di bibir Ratu.
Bersambung
__ADS_1