
Hari berganti. Malam ini, Seno dan Armell bertandang ke rumah keluarga Abraham. Sudah lama mereka tidak bermain ke rumah Dion. Dan siang tadi, Dion menelepon Seno mengundangnya untuk makan malam bersama di rumahnya. Rendra dan Arvin juga ada di rumah malam ini. Karena sang mama tidak mengijinkan mereka untuk keluar karena akan ada tamu yang datang.
Setelah acara makan malam, mereka semua berkumpul di ruang keluarga dan berbincang-bincang.
“ Aku dengar, Bryan menjodohkan Paris dengan cucu keluarga Permana. Apa berita itu benar? “ tanya Dion.
“ Yah, kau benar sekali bang. Bryan sepertinya sudah mengibarkan bendera putih untuk putrinya itu. “ jawab Seno.
“ Pipit juga sudah angkat tangan. Yang paling membuat mereka menjodohkan Paris, adalah untuk supaya Paris melupakan keinginannya untuk menjadi seorang pilot. “ sahut Armell.
“ Paris memang istimewa. Mulai dari masih dalam kandungan, hingga sudah besar begitu, keinginannya masih saja ekstrim. “ sahut Leora.
“ Kau benar sekali, kak. Aku juga heran. “ jawab Armell sambil menggelengkan kepalanya.
“ Lalu, apa Paris dan cucu keluarga Permana setuju untuk di jodohkan? “ tanya Dion kembali.
“ Kalau cucu tuan Permana sepertinya seneng-seneng aja di jodohkan sama Paris. Tapi untuk Paris, kalian tahu sendiri anak itu seperti apa. “ kelakar Seno.
“ Tentu saja cucu tuan Permana langsung setuju di jodohkan dengan Paris. Karena memang sejak awal anak itu memang sudah menyukai Paris.” Tambah Arvin.
“ Beneran bang? “ tanya Armell sambil menatap ke arah Arvin.
“ Iya, mom. Arvin sangat tahu itu. Tapi sayangnya, Paris menolaknya mentah-mentah kala ia menyatakan cintanya. “ jawab Arvin.
“ Semoga saja itu yang terbaik untuk mereka. “ sahut Leora.
“ Kau benar sekali, kak. Kami juga berharapnya seperti itu. “ sahut Armell.
__ADS_1
“ Lalu bagaimana dengan kita, tuan muda Adiguna? Bukankah dulu kita juga sepakat akan menjodohkan anak-anak kita jika anakku laki-laki dan anakmu perempuan? “ tanya Dion.
Sebuah pertanyaan yang seperti sebuah candaan, tapi mampu membuat Arvin menahan nafasnya. Iapun bertanya-tanya, perjodohan siapa yang ayahnya maksudkan? Apakah itu dirinya? Ah, betapa bahagia dirinya jika memang benar dirinya di jodohkan dengan Queennya. Ia tidak akan susah-susah menjelaskan kepada kedua orang tuanya.
“ Ku kira kau hanya bercanda waktu itu bang. “ sahut Seno. Sedangkan Armell dan Leora hanya tersenyum mendengarkan percakapan para suami.
“ Tentu saja aku serius. Keluarga kita kan semakin dekat jika kita berbesanan. Bukankah begitu? “ tanya Dion.
“ Kau benar sekali, bang. “ Seno membenarkan. “ Bagaimana mom? Apa kamu setuju? “ tanya Seno ke Armell.
“ Kalau aku sih terserah anak-anak saja. Kan yang menjalani mereka. Pernikahan tidak hanya di jalani sesaat. Tapi selamanya. “ sahut Armell.
“ Armell benar sekali. Semua terserah anak-anak saja. Jika mereka tidak keberatan, akupun akan sangat senang. “ sahut Leora.
“ Rendra, bagaimana menurut kamu? Kamu mau ayah jodohkan dengan Ratu? “ tanya Leora ke putra bungsunya.
Bagai di sambar petir tubuh Arvin. Tubuhnya melemas dan bergetar, kepalanya terasa pening dan berat, hatinya terasa seperti di remas-remas, matanya memanas. Pikirannya tadi salah. Ternyata yang di maksud Dion bukan dirinya. Tapi sang adik. Adiknya yang akan di jodohkan dengan gadis yang selama ini memenuhi hari-harinya, memenuhi pikirannya, memenuhi hatinya.
Tidak. Arvin tidak akan bisa. Ia tidak akan kuat melalui hari-harinya dengan melihat gadis yang ia cintai bersama dengan laki-laki lain. Selama ini ia sudah menjaga Ratu dengan sepenuh hatinya. Menjaganya supaya tidak di dekati laki-laki lain. Tapi apa sekarang? Justru sang adik yang akan memiliki gadis yang selama ini ia jaga bagai sebongkah berlian.
Arvin mengepalkan tangannya. Ingin rasanya dirinya berteriak mengatakan jika dirinyalah yang seharusnya menjadi jodoh Ratu. Tapi mulutnya seakan terkunci rapat.
“ Sayang, kenapa kamu bertanya pada Rendra? Bukankah seharusnya kita bertanya sama Arvin? Seharusnya dia dulu yang mendapatkan jodoh. “ sahut Dion.
“ Leora benar, bang. Tidak mungkin Arvin mau menikah sama Ratu. Ratu adalah adiknya. Bahkan diriku saja kalah dari Arvin dalam hal menjaga Ratu. “ sahut Seno.
“ Benar itu bang. Arvin sudah kami anggap putra kandung kami juga. Jadi tidak mungkin menjodohkan putri kami dengan putra kami juga kan?” tambah Armell.
__ADS_1
Benarkan apa yang di pikirkan Arvin selama ini. Tidak mungkin Seno dan Armell merestui hubungannya dengan Ratu. Ia kalah. Tidak seharusnya dirinya mempunyai perasaan lebih terhadap sang adik. Arvin semakin mengepalkan tangannya. Hatinya bergemuruh. Saat ini, ingin rasanya Arvin mengatakan ke Seno dan Armell jika dirinya sangat mencintai putri cantik mereka. Tapi Arvin tidak ingin menyakiti hati mereka. Arvin tidak ingin mengecewakan mereka.
Dion menatap ke arah Arvin. Dion sebenarnya tahu bagaimana perasaan Arvin ke Ratu. Selama ini, Dion selalu mengamati putra sulungnya itu. Dion melihat raut wajah Arvin yang berubah. Sebenarnya tadi Dion bertanya hal itu adalah untuk membukakan jalan untuk putra sulungnya itu. Tapi ternyata pandangan Seno juga Armell jauh dari ekspektasinya.
Ingin rasanya Dion berkata jika Arvin menyukai cucu dari tuan Adiguna. Tapi ia tidak ingin bertindak lebih jauh. Ia ingin Arvinlah yang mengatakannya sendiri.
“ Bagaimana menurutmu Ren? Mau di jodohkan sama anak om? “ tanya Seno ke Rendra.
Rendra agak sedikit terkejut. Sebenarnya, Rendra memang tertarik dengan Ratu. Tapi ia belum tahu, itu hanya sekedar tertarik, atau memang cinta.
“ Bagaimana nak? Mama sangat berharap kamu mau. Mama pengen sekali besanan sama om Seno dan tante Armell . “ lanjut Leora.
“ Maaf, Arvin ke dalam dulu. Perut Arvin tiba-tiba sakit. “ pamit Arvin dengan posisi yang sudah berdiri. Ia sudah tidak tahan mendengar percakapan ini. Lebih baik dirinya menyingkir daripada hatinya makin sakit.
“ Ar-“ panggilan Dion terpotong karena Arvin segera berlalu tanpa menunggu ucapan dari semua.
“ Rendra sih mau aja ma, om. “ jawab Rendra. Dan jawaban Rendra ini masih terdengar cukup jelas dari telinga Arvin. Iapun mempercepat langkahnya untuk naik ke lantai dua dan masuk ke dalam kamarnya. Dionpun melihat semua itu dengan perasaan yang tidak enak.
“ Tapi Rendra tidak mau jika Ratu sudah punya kekasih, atau Ratu sudah mencintai seseorang. Rendra tidak ingin merusak hubungan seseorang karena keegoisan kita. Rendra juga tidak ingin menyakiti hati Ratu dengan masuk dengan paksa dalam kehidupannya. “ lanjut Rendra. Tapi sayangnya, ucapan Rendra ini sudah tidak di dengar oleh Arvin karena ia telah mengunci rapat kamarnya.
“ Setahu tante sih, Ratu tidak punya kekasih. Karena Ratu punya tiga bodyguard yang selalu membuntutinya. Jadi, mana ada laki-laki yang berani mendekatinya. “
“ Iya. Tante benar. Ratu juga sepertinya belum jatuh cinta sama laki-laki manapun. Karena selama ini, ia tidak pernah dekat dengan laki-laki manapun. Ia hanya dekat sama om, opanya, Danique, juga Arvin. Hanya kami. “ sahut Seno sambil tertawa renyah.Ia baru menyadari ternyata dirinya, juga kedua putranya terlalu over protektif menjaga seorang Ratu.
“ Om akan coba bicara sama Ratu. Semoga ia juga tidak keberatan. “ lanjutnya yang di jawabi anggukan oleh semuanya, kecuali Dion. Bahkan Rendra mengangguk sambil tersenyum tipis. Tidak di pungkiri jika iapun senang dengan perjodohan ini.
Bersambung
__ADS_1