Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Sedih


__ADS_3

Sesuai dengan rencana Ratu, kini dia tinggal bersama granpa dan granmanya. Ternyata usaha Ratu untuk meminta tolong sang nyonya besar untuk memintakan ijin ke san Daddy di ACC. Sudah dua hari lamanya Ratu tinggal bersama sang granma. Di rumah besar, Ratu bisa sedikit bernafas lega. Granpa dan granmanya tidak seposesif Daddy serta kakak-kakaknya. Ratu bisa bersekolah membawa mobil sendiri.


“ Morning, Granpa….Morning Granma…” sapa Ratu riang sambil mencium pipi kakek dan neneknya.


“ Morning juga cantik. “ sapa balik kakek dan neneknya.


“ Ayo kita sarapan dulu. Tasnya di taruh kursi dulu, terus kita makan. “ ucap nyonya Ruth yang kini telah berusia 60 tahun itu. Tapi beliau masih terlihat sangat muda. Begitu juga dengan tuan Adiguna. Beliau masih terlihat bugar meski usianya hampir tujuh puluh tahun.


“ Yes, granma. “ ucap Ratu sambil tersenyum lebar. Senyum yang selalu membuat dua orang tua itu bahagia.


“ Ratu senang tinggal di sini? “ Tanya tuan Adi.


“ Tentu senang sekali, granpa. “ jawab Ratu riang.


Nyonya Ruth mengambilkan nasi untuk Ratu. “ No, granma. Ratu bisa ambil sendiri. Ratu udah gede. “ tolak Ratu.


Nyonya Ruth menggelengkan kepalanya. “ Bagi granma sama granpa, kamu tetap cucu kecil kita. Dan lagian, kapan lagi granma bisa manjain kamu. Mumpung kamu di sini. Kalau di rumah Daddymu, granma tidak akan dapat kesempatan. Karena kamu terlalu banyak bodyguard di sana. “ ujar nyonya ruth dengan sedikit memberengut.


“ Bodyguard? “ Ratu Nampak berpikir. Tapi sesaat kemudian, “ Oh, I see, granma. Granma benar sekali. Daddy, kakak, abang, dan juga Paris persis kayak bodyguard yang selalu membatasi ruang gerak Ratu. “ Ratu membenarkan ucapan granmanya.


“ Makanya Ratu senang sekali tinggal sama granma juga granpa di sini. Karena granpa tidak seperti mereka. Granpa membiarkanku pergi dan pulang sekolah sendiri. “ lanjutnya.


‘ Kau belum tahu saja, sayang. Bahkan granpamu juga sama seperti Daddy juga kakak-kakakmu. Dia mengijinkanmu membawa mobil sndiri. Tapi dia menyuruh anak buahnya untuk selalu mengawasimu di manapun.’ Batin nyonya Ruth sambil melirik kesal ke arah suaminya yang sedang tersenyum puas karena mendapat sanjungan dari cucunya.


“ Granpa tidak mungkin seperti Daddy juga kakak-kakakmu, sayang. Karena granpa sudah terlalu tua. Jika granpa harus mengantar dan menjemputmu ke sekolah tiap hari, encok granpa bisa kumat. Lagian granpa ini orang jaman now. Hanya orang-orang berpikiran kolot yang selalu mengawasi gerak-gerik anak gadisnya. “ ucap tuan Adi dengan kepedean tingkat tinggi.


“ Sebaiknya kalian cepat sarapan. Ratu bisa terlambat datang ke sekolah jika kalian terus mengobrol. “ ucap nyonya Ruth.


Ratu mengangguk dan segera memulai menyendokkan makanannya.


“ Granma, nanti pulang sekolah, Ratu mau pulang sebentar. Ratu kangen sama mom. “ Ratu meminta ijin.


“ He em “ jawab nyonya Ruth sambil membelai rambut Ratu.


🌹

__ADS_1


🌹


🌹


“ Assalamualaikum….” Suara Ratu terdengar menggema dari arah luar rumah.


“ Waalaikum salam. “ jawab seorang laki-laki dari dalam.


“ Om Damar? “ sapa Ratu.


“ Nona muda ? “ Damar nampak sedikit terkejut. Bukankah nona mudanya itu meminta ijin untuk tinggal dengan kakek neneknya? Lalu , kenapa sekarang nona mudanya itu ada di sana.


“ Daddy udah pulang ya om? “


“ Belum non. Tu- “


“ Ish, om mah nggak asyik. Ratu udah sering bilang sama om Damar, jangan panggil Ratu pakai nona. Apalagi nona muda. Ratu nggak suka. Panggil Ratu aja lah om. “ potong Ratu dengan segala ocehannya.


“ Oh, i-iya, Ratu. Maafin om yang suka belibet. Maklum udah tua. “ Jawab Damar.


“ Daddy udah pulang? “


“ Oh…” sahut Ratu. “ Oh iya om. Kok Najwa lama nggak kelihatan? Gimana kabarnya om ? “ tanya Ratu.


“ Alhamdulillah, Najwa baik-baik saja Ratu. Dia lagi sibuk kuliah. Maklumlah baru seneng-senengnya jadi mahasiswa. “


“ Kalau tidak salah, dia satu kampus sama kak Dan sama bang Arvin kan? “


“ Iya. “


Ratu manggut-manggut. “ Kapan-kapan, ajak Najwa kesini dong om. Kangen loh. “


“ Iya. Besok-besok om ajak dia kesini. “


Ratu mengangguk. “ Ratu masuk dulu ya om. “ Ratu meminta ijin.

__ADS_1


“ Iya Ratu. “


Ratu masuk ke dalam rumah. Saat hendak naik ke lantai dua untuk mencari sang mommy, Ratu sedikit terkejut. Ia langsung menghentikan langkahnya.


“ A-abang “ gumam Ratu pelan.


Deg…..Deg….Deg…Bunyi detak jantung Ratu. Tidak salah lagi. Benar apa yang di bilang ontynya. Dirinya tidak sedang sakit parah. Tapi dirinya sedang jatuh cinta. Dan naasnya, kenapa ia harus jatuh cinta ke abangnya sendiri.


Ratu menggigit bibir bawahnya sedikit keras karena rasa gugup yang tiada terkira saat bertatap muka dengan Arvin yang saat itu sedang menuruni anak tangga. Jika kemarin-kemarin Ratu bisa biasa saja saat bertemu Arvin, saat ini tidak. Semenjak Ratu menyadari perasaannya terhadap sang abang, Ratu merasa sangat gugup dan canggung.


Ratu berusaha sesantai mungkin. Ia melangkahkan kembali kakinya berusaha cuek dengan kehadiran sang abang di sana. Ratu juga berusaha untuk tidak menoleh ke arah sang abang. Meskipun ia sangat ingin. Meski hanya melirik saja. Ratu semakin mempercepat langkahnya saat tubuhnya tepat berada di sambping sang abang.


“ Queen..” panggil Arvin sambil meraih lengan Ratu dan memegangnya erat.


Ratu berusaha melepas cekalan abangnya. Ia menggerak-gerakkan tangannya. “ Lepas abang. “ pintanya lirih. Ia seperti kehilangan keberaniannya untuk berkata ketus ke sang abang.


“ Kenapa kamu tinggal di rumah granpa? Apa karena abang? “ tanya Arvin. Tapi Ratu tidak menjawab. Ia masih diam saja sambil terus berusaha melepas cekalan tangannya.


“ Queen, mau sampai kapan kamu diemin abang kayak gini? “ tanya Arvin sambil menunduk. Rasanya begitu nyeri hatinya.


“ Abang udah minta maaf sama kamu berulang kali. Apa kesalahan abang tidak termaafkan olehmu? Hem? “ tanyanya kembali. Kini Arvin menatap sendu Ratu dari samping. Karena Ratu masih enggan menoleh kepadanya.


“ Lepasin bang. Queen mau ketemu sama mommy. Queen kangen sama mommy. “ ujar Ratu sambil memalingkan wajahnya.


“ Kalau kamu kangen sama mom, kenapa harus tinggal jauh dari mommy? Apa karena abang? “ tanya Arvin sambil mengernyit. Ratu terdiam kembali. Jelas karena kamu bang. Karena Ratu tidak bisa melihat kamu. Rasanya nyesek di hati kalau lihat abang.


Arvin menghela nafas panjang dan berat. “ Maaf. Kalau abang udah bikin kamu nggak nyaman. Maaf juga karena abang, kamu jadi tidak betah tinggal di rumah kamu sendiri. Abang akan pergi. Abang akan pergi dari rumah ini. Jadi kamu bisa pulang, dan tinggal sama mommy. “


Deg. Ratu terkejut dengan perkataan Arvin. Kata-kata yang menyiratkan kepedihan yang dalam. Tapi Ratu tidak tahu harus berkata dan berbuat apa. Arvin mulai melepas cekalan tangannya. Lalu ia berbalik menaiki tangga dengan cepat, dan masuk kembali ke dalam kamarnya tanpa menutup pintu.


Tak lama berselang, Arvin keluar dari kamar sambil memanggul tas ranselnya. Ratu masih berdiri di tempatnya tadi. Otaknya masih belum konek sepertinya.


“ Sekali lagi, abang minta maaf. “ Ucap Arvin kala kakinya tepat berada di sebelah kaki Ratu. Sama-sama tidak saling pandang, Arvin kembali berucap, “ Tolong pamitkan sama mommy sama Daddy, abang pulang ke rumah mama. Assalamualaikum. “


Kemudian Arvin melangkahkan kakinya menuruni anak tangga dengan cepat. Kala sadar, Ratu membalikkan tubuhnya dan memandang punggung sang abang dengan pandangan tak terbaca.

__ADS_1


“ A-abang. “ panggil Ratu lirih. Lalu saat punggung Arvin sudah tidak terlihat, Ratu berlari masuk ke dalam kamarnya. Ia membanting tubuhnya ke ranjang, dan menangis sesenggukan di sana.


Bersambung


__ADS_2