Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Episode 2 kegundahan hati


__ADS_3

Tiga bulan lagi menurut kesepakatan yang telah di sepekati oleh kedua belah pihak aku akan menikah dengannya. Pergulatan bathin inilah yang membuatku begitu sulit untuk memejamkan mataku. Hatiku begitu menolak akan kehadirannya yang begitu cepat. Aku tidak yakin apakah aku bisa bahagia dengannya atau bisakah aku membahagiakannya sedangkan benih-benih cinta untuknya tidak ada sama sekali.


Tak kuasa menahan jeritan hati aku pun menangis sejadi-jadinya. Angin malam bulan dan bintang menjadi saksi kegalauan hatiku. Air mata ini mengalir begitu desar dan tak mampu ku tahan lagi. Dengan linangan air mata aku mencoba untuk menata kesadaranku kembali. Aku mencoba untuk menerima kenyataan yang ada. Mungkin inilah yang telah Allah tuliskan untukku. Mungkin dialah jodoh yang telah Allah tetapkan untukku. ke-tidak ikhlasanku malah akan membuatku menderita.


Setelah sedikit tenang ku jamah buku diaryku kucoret nama Hafidz dari diary ku.Sebuah nama yang melekat begitu erat di dalam hatiku dan menjadi penghias buku diaryku,dengan harapan degan tercoretnya namanya di buku diaryku,tercoret juga namanya di dalam hatiku.Meskipun tak semudah itu. Kini aku harus terima kenyataan yang ada karena yang terbaik menurutku belum tentu terbaik menurut Allah.


Tanganku begitu lincah menari, menggoreskan tinta hati ke selembar kertas berharap setelah itu tak ada lagi kegaulaan dan kegundahan, berharap ketidak ikhlasan ini berubah menjadi keridhoan.


Diary...


Saat ini hanya keikhlasan yang hanya mampu membuatku lepas dari kegundahan hati


Mungkin saat ini aku tak mencintainya


Karena di hatiku bukan namanya yang bertahta


Namun nama seseorang yang aku cinta meskipun aku tau dia bukan siapa-siapa


Diary..


Selama ini diri ini selalu bermimpi kalau dia kelak yang akan datang meminangku


Namun..kenyataan berkata lain.


Justru seorang lelaki yg belum kenal yang datang meminangku..


Ingin hati menjerit

__ADS_1


Ingin diri berontak


Namun untuk apa??


Apa hanya untuk mengikuti egoku yang besar


Diary..


Tidak ada alasan untuk aku menolak perjodohan ini


Dia laki-laki yang baik yang masuk dalam kriteriaku


Mungkin dia-lah yang telah Allah pilihkan untukku


Yang akan menjadi kekasih halalku.


Diary..


Akan aku isi hatiku dengan namanya


Meskipun saat ini hati ku masih menolak


Namun seiring berjalannya waktu hati ini akan menerima kehadiranyya


Diary..


Kini keputusan telah ku ambil

__ADS_1


Dan pilihan telah ku tentukan


Aku akan selalu berusaha untuk berdamai dengan keadaan


Karena pilihan yang telah Allah tentukan tidak akan pernah mengecewakan..


****_______****


"Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (QS al-Baqaroh : 216)


Mentari duha bersinar begitu indah, kehangatannya mampu mengusir rasa kantuk yang tersisa, embun-embun di dedaunan nampak indah bak mutiara yang bersinar. Seminggu sudah berlewatkan dari peristiwa itu , hati ini sudah sedikit ikhlas menerima kenyataan yang ada. Dalam waktu satu minggu ini aku merenung memikirkan setiap kejadian-kejadian yang terjadi dalam hidupku. Tak ada hal kebetulan semua pasti sudah ada yang mengatur. Dan tidak akan ada yang sia-sia dalam pengaturannya.


Liburan panjang sekolah telah pun usia. Hari ini adalah hari pertama aku mulai mengajar kembali.


Berbagi ilmu untuk anak bangsa dengan harapan suatu saat anak-anak bangsa lahir menjadi anak-anak yang cerdas bukan hanya cerdas dalam urusan dunianya namun juga urusan


akhiratnya.


Jarak antara rumah dan tempat aku mengajar tidak begitu jauh, sehingga aku lebih memilih berjalan kaki, di samping bisa menyehatkan badan aku juga bisa menghirup udara pagi yang segar lebih lama. Dan setiap langkah kaki yang terayun aku gunakan untuk berdzikir kepada-Nya dengan harapan setiap langkah yang aku ayunkan menjadi pahala.


"Assalamu'alaikum Ibu Nisa,". Terdengar suara orang menyapaku, suara yang tak asing di telingaku..suara itu..ya aku kenal suara itu. Bisikku lirih.Suara seseorang yang selama ini aku rindu, aku pasti tidak salah dengan itu memang suara Hafiz tapi mana mungkin dia ada disini bukankah dia masih di Malaysia menyelesaikan S2 nya.


Ku palingkan wajahku kebelakang untuk memastikan siapa gerangan yang berucap salam padaku belum sempat aku membalas salamnya, aku melihat senyumnya. Sebuah senyuman yang mampu meluluhkan hatiku, yang membuat jantungku berdetak lebih kencang dan seakan-akan aliran darahku berhenti mengalir. Sebuah moment yang tidak pernah aku duga sebelumnya akan bertemu dengannya di sekolah ini. Memang tidak mustahil jika dia berada di tempat ini. Selain dia anak pak kepala sekolah, dulu dia termasuk salah satu pengajar di sekolah ini. Namun kehadirannya saat ini tidak aku duga sama sekali. Dan mengapa dia harus datang lagi, disaat aku mulai bisa melupakannya. Disaat aku mulai bisa mengikis namanya kini dia muncul lagi di hadapanku. Kedatangannya pasti akan membuatku bertambah sulit untuk melupakannya.


"Nisa kenapa bengong gitu kayak lihat syetan aja, " tegurnya begitu melihat aku bengong tanpa ekpresi dan tanpa balasan salam.


Aku tersipu menahan malu, aku tak tahu mau berkata apa padanya. Aku bak patung yang bernyawa di hadapannya. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan, aku takut jika nanti aku salah berucap karena terlalu banyak pertanyaan-pertanyaan yang tak ada jawabannya bermain di otakku.Melihatku diam tanpa kata Hafiz pun mencoba mencairkan keadaan.

__ADS_1


"Nisa, selamat yah. Aku dengar dari ayah, Nisa sudah tunangan, ternyata aku datang terlambat, semoga Nisa kelak bisa bahagia dengan pendamping hidup Nisa. " ujarnya yang seketika membuat Nisa merasa tertampar dengan begitu keras,rasa sakit yang begitu dalam.


__ADS_2