
“ Assalamualaikum…. “
“ Waalaikum salam. Eh, Ratu. Kok kesini nggak bilang-bilang dulu sayang? “ sapa Leora balik.
Ratu tersenyum, lalu ia meraih tangan kanan Leora, menyalaminya dan mencium punggung tangannya.
“ Iya tante. Nggak rencana soalnya. Dadakan. “ jawab Ratu.
“ Ya udah yuk, masuk. “ ajak Leora sambil menggandeng tangan Ratu.
“ Tante mau bepergian? “ tanya Ratu karena Leora sudah nampak rapi.
“ Iya. Mau ke tempat teman tante bentar. Ada bisnis kecil-kecilan. “ jawab Leora.
Ratu mengangguk sambil tersenyum. Lalu mereka memasuki ruang keluarga.
“ Om.. “ sapa Ratu yang kemudian ia berlalu mendahului Leora untuk menyalami Dion.
“ Eh, Ratu. Apa kabar? “ tanya Dion sambil mengulurkan tangan kanannya.
“ Alhamdulillah baik om. “ jawab Ratu setelah dirinya mencium punggung tangan Dion.
“ Duduk dulu, sayang. Biar di bikinin minum sama bibi. “ ucap Leora. Ratu tersenyum dan mengangguk. Lalu ia duduk di sofa di seberang sofa yang di duduki Dion. Dan Leora segera masuk ke dalam mencari asisten rumah tangganya.
“ Kamu kok tumben kesini sendirian? Danique nggak ikut?” tanya Dion.
“ Kakak sibuk om. Biasalah kalau weekend gini. “ jawab Ratu.
“ Punya gebetan baru lagi? “
Ratu mengendikkan bahunya. “ Mungkin om. Ratu sampai bingung menghafal gebetan kakak. Tiap pulang ke rumah, yang di bawa ganti mulu ceweknya. “ gerutu Ratu.
Dion terkekeh. “ Om juga heran. Bagaimana kakakmu itu bisa jadi playboy gini. Padahal setahu om, Daddymu adalah laki-laki yang setia. Tuan Adiguna juga setia sama pasangannya. Dan mommymu, setahu om, dia hanya mengenal Daddymu sebagai cintanya, pacar pertamanya, juga langsung menjadi suaminya. “
__ADS_1
“ Kalau om heran, Ratu juga heran om. Bagaimana kak Dan bisa jadi buaya darat kayak gitu. Bahkan Daddy sama mommy sering di buat kesal sama sifat kakak. Kalau Daddy bilang, untung saja kakak pintar dan cerdas. Jadi dia tidak jadi di deportasi ke Ukraina. “ jawab Ratu.
Dion tertawa renyah mendengar jawaban Ratu.
“ Asyik sekali ngobrolnya. “ ujar Leora sambil membawa segelas minuman yang di bawa dengan nampan. “ Minum dulu, sayang. “
“ Iya, tante. Makasih. “ sahut Ratu.
“ Sayang, kamu bilang mau pergi ke rumah temanmu? “ tanya Dion ke Leora.
“ Iya. Tadi udah mau berangkat. Eh, ketemu Ratu di depan. “ sahut Leora sambil menampilkan senyuman hangatnya ke Ratu. “ Mmm, sayang. Tante tinggal dulu nggak pa-pa kan? “ Tanya Leora sambil mengelus puncak kepala Ratu.
“ Iya, nggak pa-pa tante. Udah ada om ini. Ratu bisa ngobrol sama om Dion. “ sahut Ratu sambil mengangguk.
“ ya udah, tante berangkat dulu ya. “ pamit Leora ke ratu.
“ Aku berangkat dulu A’ “ pamit Leora ke Dion sambil mengecup punggung tanga suaminya itu.
“ Hati-hati di jalan. “ ucap Dion dan di jawabi anggukan oleh Leora. Lalu Leora meninggalkan mereka berdua sambil melambaikan tangannya.
“ Iya. Biasa weekend gini om biasa sendiri. Paling sama tantemu kalau dia pas nggak ada janji sama temannya. “ jawab Dion .
“ Abang juga nggak di rumah ya om? “ tanya Ratu.
“ Arvin? Dia baru aja pergi. Emang kamu juga nggak bilang sama abang kamu kalau kamu mau kesini? Kalau dia tahu kamu mau kesini, dia pasti tidak pergi. “
“ Padahal Ratu tadi udah bilang sama abang loh om, kalau Ratu mau kesini. Sepertinya abang emang nggak pernah baca pesan-pesan aku. “
“ Kamu sering chat-chatan sama Arvin? “ tanya Dion mulai dengan penyeledikannya.
Ratu mengangguk. “ tapi udah satu minggu ini, abang nggak pernah baca chatnya Ratu. Ratu teleponin juga nggak pernah di angkat. Seringnya nggak aktif malah nomernya. “ keluh Ratu.
Dion mengernyitkan keningnya melihat ekspresi yang di tunjukkan oleh Ratu. Ratu terlihat begitu kecewa dan sedih. Apa Ratu juga mempunyai perasaan yang sama seperti Arvin? Tanya Dion dalam hati.
__ADS_1
“ Ratu, apa orang tuamu sudah mengatakan sesuatu sama kamu setelah mereka makan malam di sini? “ tanya Dion.
Ratu nampak berpikir sebentar, lalu ia tersenyum malu-malu. “ Soal perjodohan ya om? “ tanyanya.
“ Iya. “ jawab Dion sambil mengangguk. “ Daddymu sudah bilang kalau kamu mau di jodohkan dengan putra om? “ tanya Dion.
Ratu mengangguk sambil menunduk. “ Apa kamu bersedia di jodohkan sama putra om? “ tanya Dion kembali. Dan kembali, Ratu mengangguk pelan sambil tersipu malu.
“ Apa kamu tahu, dengan putra om yang mana kamu di jodohkan? “ tanya Dion kembali.
Ratu mengangguk. Suasana menjadi hening sejenak. Dion masih berkutat dengan pikirannya.
“ Tapi kenapa abang malah seperti menjauhi Ratu ya om? “
“ Oh ya? “
Ratu mengangguk. “ Abang janji, minggu kemarin mau ngajakin Ratu jalan-jalan ke pantai. Tapi abang malah nggak datang jemput. Terus abang udah satu minggu ini nggak pernah antar dan jemput Ratu di sekolah. Di telponon nggak bisa. Di chat, nggak di bales. Boro-boro balas, di baca aja nggak. “ keluh Ratu.
“ Emang abang nggak mau ya di jodohin sama Ratu? Secara kan kalau emang dia seneng di jodohin sama Ratu, abang pasti sering ngapelin Ratu. Ini malah di hubungin aja susah. Ratu jadi ragu sama omongan abang yang dulu. “ lanjut Ratu. Ratu memang sering ceplas ceplos kalau sudah bercerita.
“ Emang Arvin bilang apa ke kamu dulu? “ pancing Dion.
“ Abang bilang, abang cinta sama Ratu. Pengen melamar Ratu buat jadi istrinya. Tapi kok setelah di jodohkan, sikap abang malah kayak gini sih? Kemarin aja dia khawatir, takut, kalau nggak dapet restu dari om, tante Leora, Daddy, juga mommy. Eh, giliran dapet restu malah menjauh. “ keluh Ratu kembali.
“ Ratu jadi nggak ngerti sama abang. Apa abang hanya pura-pura cinta sama Ratu, om? “ tambah Ratu.
Mendengar ucapan Ratu, Dion menyunggar rambutnya ke atas lali mengusap wajahnya kasar. Fix, Seno dan Armell tidak mengatakan jika mereka akan menjodohkan Ratu dengan Rendra, bukan Arvin. Sekarang, apa yang akan dia lakukan?
“ Apa kamu juga mencintai Arvin? “ tanya Dion hati-hati.
Ratu mengangguk lemah.
‘ Oh, Ya Tuhan… Jadi mereka saling mencintai? Apa yang harus aku lakukan? Seno sama Armell sepertinya kurang berkenan jika Arvin yang di jodohkan sama Ratu. Dan sekarang mereka jadi salah paham. Arvin sengaja menghindar dari Ratu. Dia pasti tidak enak sama Rendra juga aku. Dan Ratu juga jadi salah paham. Dia pikir Arvin tidak benar-benar mencintainya. ‘ batin Dion.
__ADS_1
Bersambung