Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Menghindar


__ADS_3

" Queen.... " panggil Arvin ketika ia tak sengaja melihat Ratu sedang berjalan-jalan dengan teman-temannya. Meskipun Ratu adalah gadis rumahan yang selalu di jaga dengan sangat oleh Daddy juga kakaknya, tapi Ratu juga mempunyai teman dekat alias sahabat. Dan setelah menerima ijasah SMA nya, Ratu mendapatkan ijin dari sang Daddy juga Danique untuk hanya sekedar jalan-jalan dengan sahabatnya.


" Queen... " panggil Arvin kembali saat Ratu tak kunjung menoleh.


Tepat saat panggilan kedua, barulah Ratu menoleh ke belakang untuk mencari suara yang sepertinya memanggilnya. Jantung Ratu berdetak kencang kala mendengar suara sayup-sayup seorang laki-laki yang sangat ia rindukan sedang memanggilnya dengan panggilan kesayangan laki-laki itu.


Ratu menelan salivanya dengan susah payah dan dengan mata yang tiba-tiba memanas. Ia berusaha menahan air matanya supaya tidak jatuh kala melihat laki-laki yang sangat ia rindukan sedang berlari kecil menuju ke arahnya.


Tak ingin terlarut dengan rasa ingin memeluk erat laki-laki yang tengah berlari ke arahnya, Ratu segera mengalihkan pandangannya ke depan kembali. Ia berusaha kembali berbaur dengan sahabat-sahabatnya.


" Kita pindah ke sana yuk. Kayaknya di sana lebih banyak pilihannya deh. " ajak Ratu sambil menunjuk ke sebuah gerai pakaian yang lain. Sungguh, ia sangat ingin segera pergi dari tempat itu secepatnya dan menghindari sang Abang tersayang. Ia merasa masih belum siap untuk bertemu dan bertatap muka.


Ratu segera menarik tangan sahabatnya dan membawanya segera menjauh.


" Lo kenapa sih Ra? Kita masih pengen milih-milih baju di sana. " protes sahabatnya.


" Di sana lebih ramai. Pasti lebih banyak pilihannya. Atau mungkin lebih banyak diskonannya. " jawab Ratu ke sahabatnya yang bernama Leri yang memang gila diskonan.


" Yang bener Lo? Ya udah yuk, buruan kita kesana. Keburu nggak dapet diskonan. " sahut Leri yang sekarang malah berbalik, dia yang menarik kencang tangan Ratu. Ratu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya yang satu ini.


Memasuki toko baju yang di tuju Ratu, Ratu segera berbaur dengan pembeli yang lain. Berharap sang Abang tidak akan lagi menemukannya di sana. Tapi ternyata harapan Ratu hanya tinggal harapan saat tiba-tiba tangannya di cekal oleh seseorang.


" Queen... " panggil Arvin dengan nafas sedikit terengah karena mengejar Ratu, takut kehilangan kembali.


" Ab-abang.... " ujar Ratu gugup dan sedikit terkejut.


" Please, jangan menghindar dari Abang lagi. " pinta Arvin sambil menatap dalam manik mata abu milik Ratu. Jantung Arvin tak kalah cepat detaknya. Setelah satu tahun lebih lamanya, akhirnya ia bisa bertemu kembali dengan gadis yang sejak sangat lama memiliki tempat spesial dalam hati juga pikirannya. Seorang gadis yang telah memiliki seluruh hidupnya. Ada rasa bahagia yang tidak dapat di ungkapkan dengan kata-kata kala ia bisa kembali melihat dan bertemu dengan gadis tercintanya.


" Si-... E Hem... " Ratu berdehem menghilangkan kegugupannya. " Siapa yang menghindari Abang? " sahut Ratu sambil menarik tangannya yang berada dalam genggaman Arvin, lalu ia berpura-pura sibuk memilih baju guna menghindari bertatapan mata dengan Arvin.


Tubuh Ratu terasa panas dingin saat ini. Ia memejamkan matanya untuk beberapa saat untuk menetralkan degup jantungnya.


' Jangan lemah, Ratu. Ayo kita kasih pelajaran ke laki-laki yang sudah membuat kamu tersiksa selama satu tahun ini karena harus menanggung rindu. Kita kerjai dia, Ratu. ' bisik hati kecil Ratu memberi semangat.


Semenjak tahu kepulangan sang Abang dari orang tuanya, dan mengetahui juga alasan kepulangan sang Abang untuk tujuan apa, Ratu telah memutuskan sesuatu.


Flash back on


" Please, Daddy... Mommy... Kakak... Bantuin Ratu. Ratu nggak pengen Abang dengan gampang bisa dapetin Ratu lagi. Ratu mau kasih pelajaran ke Abang pokoknya. Emang enak di PHP in. " pinta Ratu saat orang tuanya menceritakan tentang kepulangan Arvin dan tujuannya.


" Kakak setuju sama kamu. Kakak dukung kamu 100 persen pokoknya. " sahut Danique penuh semangat. Meski ia suka mengajak sang adik ribut, tapi ia juga agak kesal dengan abangnya karena sudah membuat adiknya itu bersedih dan sering menangis.

__ADS_1


" Danique ih.. Kamu tu bukannya bujukin adik kamu, malah mendukung niat adik kamu. " cerca sang mommy.


" Mom... Abang memang harus di kasih sedikit pelajaran. Biar dia tahu rasanya memperjuangkan sesuatu hal yang seharusnya bisa dia miliki dengan gampang, eh malah di tinggalkan begitu saja. " sahut Danique.


" Thank you, kakakku sayang. Cup. " ucap Ratu sambil memeluk Danique dari samping dan mengecup pipi sang kakak sekilas.


" Hisss... Apaan sih. " protes Danique sambil mengusap pipinya yang tadi di kecup oleh adiknya.


" Kenapa di hapus sih. " kesal Ratu.


" Kamu tuh. Ini tuh miliknya Alyssa. " ujar Danique.


" Iddihhh... Kakak mah kepedean. Emang kak Alyssa mau apa cium-cium kakak. " ejek Ratu. " Dasar bucin. Casanova nanggung yang berubah jadi bucin. " lanjut Ratu.


" Berani ngatain kakak lagi, kakak cabut nih dukungan. " ancam Danique.


" Iya... Iya elah... Galak pisan sih ah. " rajuk Ratu.


" Ratu, kamu yakin mau jalanin rencana kamu itu? Kamu nggak takut jika seandainya Abang kamu malah beneran pergi dari kamu? " tanya sang Daddy.


" Daddy, jika Abang beneran cinta dan sayang sama Ratu, Ratu yakin, Abang pasti bisa melewati rintangan ini. Tapi kalau Abang justru pergi, berarti Abang bukan jodohnya Ratu. " jawab Ratu.


" Yakin Lo nggak bakalan nangis kejer kalau Abang pergi lagi? " ledek Danique.


" Ya udah, batalin aja rencananya. " sahut Seno.


" Nggak bisa, Dad. Ratu udah menata rapi rencananya sama Rendra kok. " jawab Ratu mantap.


" Ya udah, terserah kamu. Kita semua pasti bakalan selalu dukung kamu, sayang. " sahut Seno sambil mengelus puncak kepala Ratu.


Flash back off


" Abang tahu, kamu tadi sengaja menghindar dari Abang. " ujar Arvin sambil terus membuntuti kemana Ratu berjalan.


" Menghindar? " tanya Ratu sambil menghentikan langkahnya dan mengernyitkan alisnya berpura-pura tidak mengerti dengan pembicaraan Arvin. " Siapa yang menghindar? "


" Tadi Abang manggil kamu tapi kamu cuekin. "


" Masak sih? Queen nggak tahu loh kalau ada yang manggil Queen tadi. " sahut Ratu sambil kembali berpura - pura memilih baju .


Arvin menghela nafas berat sambil meraup wajahnya kasar.

__ADS_1


" Queen, Abang mau bicara sama kamu. "


" Bukannya dari tadi udah bicara ya? " sahut Ratu asal.


" Bukan pembicaraan yang nggak ada artinya kayak gini. Abang perlu bicara serius sama kamu. "


" Kalau mau bicara tinggal bicara aja sih. "


" Nggak di sini. " sahut Arvin tegas masih sambil mengikuti tiap langkah Ratu.


" Ya udah, besok. Queen lagi sibuk sama sahabat Queen. "


" Nggak ada besok, Queen. Abang mau bicara sekarang. " ujar Arvin dengan nada tegas sambil mencekal lengan Ratu.


" Nggak bisa, Abang. Queen lagi sama teman Queen. " jawab Ratu sambil kembali menepis tangan Arvin.


" Teman kamu biar di sini dulu. Kita bicara sebentar. "


" Nggak. Nggak enak sama temen Queen. " tolak Ratu sedikit kasar.


" ***... Udahan belum lo? " tanya Ratu ke Leri yang kelihatan sudah membawa beberapa paper bag.


" Udah dong. Nih...." jawab Leri sambil mengangkat paper bag yang ia pegang sambil mengangkat tangannya.


" Ya udah, kuy pulang sekarang. " ajak Ratu tanpa memperhatikan jika sejak tadi sama ada seorang laki-laki yang selalu mengikutinya.


" Loh... Belanjaan lo mana? " tanya Leri yang memperhatikan Ratu tidak membawa apa-apa.


" Males gue. Nggak jadi belanja. Nggak mood. " jawab Ratu membuat Arvin kembali menghela nafas berat karena merasa tersindir.


" Ya udah sih. Ayo kita pulang. " lanjutnya sambil menarik tangan Leri. Tapi salah satu tangannya di cekal oleh Arvin.


" Ikut Abang. " ujar Arvin tak terbantahkan dan menggenggam tangan Ratu erat.


Ratu berusaha melepas genggaman tangan Arvin, tapi terasa sulit. " Lepasin deh bang... Ah. "


" Kita bicara dulu. " jawab Arvin sambil menatap tajam ke arah Ratu.


" Nggak bisa Abang. Queen kesini sama temen Queen. Nggak bisa seenaknya main di tinggalin aja. Di tinggalin itu sakit loh rasanya. " ucap Ratu. Entah sengaja atau tidak, mendengar perkataan Ratu tadi, Arvin merasa kembali tersindir dengan sangat tepat menusuk di ulu hatinya.


bersambung

__ADS_1


Maaf ya readerku semuahhh... othor ternyata lupa kalau hari ini belum update... Maafkeun Yach... Untung ini tadi buka², jadi baru tahu kalau ternyata hari ini belum update episode baru.... 🙏🙏🙏


__ADS_2