Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Ada ular gede


__ADS_3

...Update pagi-pagi ahhhh..... Biar pada semangat menjalani hari ini.... Baca kelucuan Paris pagi-pagi bikin hati adem.........


...So stay tune yah epribadeh........


_______________________________________________


" Emngggghhh..... " Paris mulai menggeliat.


" Kok tumben badan gue sakit semua gini? " gumamnya masih dengan mata terpejam. Ia lalu menggeliat lagi. Kali ini, ia menggeliat sambil mengangkat kedua tangannya tinggi.


Perlahan Paris membuka matanya saat merasakan tangan kanannya menendang sesuatu kala ia menggeliat.


Paris begitu terkejut saat mendapati suaminya tidur lelap di sampingnya dengan menghadap ke arahnya. Ia bahkan sampai menggeser separuh tubuhnya bagian atas untuk menjauhi Agam sambil memandangnya. Ia mengangkat sedikit tubuhnya dengan bertumpu pada kedua sikunya. Memindai Agam dari wajah, lalu bergerak ke bawah.


Mata Paris membulat sempurna kala matanya mendapati sang suami yang bertelanjang dada. Agam tidak mengenakan kaosnya. Lalu sesaat kemudian, Paris mengernyitkan dahinya.


' Tumben dia tidur satu ranjang sama gue nggak pakai baju? Biasanya dia pakai kaos kok. ' gumam Paris sambil berpikir.


Lalu pandangan Paris berkeliling. Ia mengernyit kembali.


" Kok bajunya berserakan di bawah? Apa semalam dia melepas bajunya asal karena ia sudah sangat mengantuk? " ucap Paris. " Eh, tapi bukannya dia semalam mandi ya? Mandinya lebih dulu daripada gue. Eh.... semalam gue mandi nggak ya? Apa gue langsung tidur? " lanjutnya sambil berpikir.


Lalu pandangan Paris berkeliling lagi. Ia terkejut melihat gaun yang ia kenakan semalam juga teronggok di lantai dengan mengenaskan. Dan di tempat yang agak berjauhan, ia melihat br@ yang kemarin ia pakai juga.


" Kok... baju gue.... " ucapnya terpotong. Ia lalu merebahkan kembali tubuhnya menghadap atas, dan ia baru menyadari kalau ada yang menindih di perutnya. Paris meraba perutnya, lalu dengan tanpa menunggu lama, ia mengintip dari balik selimut.


Mata Paris membulat sempurna kala melihat sebuah tangan berada di atas perutnya dan yang paling membuat dirinya terkejut adalah keadaan tubuhnya yang sama seperti sang suami. Tanpa baju sehelaipun.


Sedangkan Agam, di samping Paris, ia membuka matanya sedikit melihat tingkah Paris sambil menunggu bagaimana reaksi Paris saat menyadari jika dirinya juga naked. Agam sebenarnya sudah bangun kala Paris menggeliat dan tangannya mengenai muka Agam tadi. Tapi Agam sengaja berpura-pura masih terlelap karena jujur saja, ia takut menghadapi kenyataan jika Paris akan marah besar kepadanya saat menyadari sesuatu.


" O-M-G... Oh My to the God..... " pekik Paris saat ia melihat kondisi tubuhnya.

__ADS_1


" What happen ayak naon? " tanya Paris bermonolog sambil menutup kembali tubuhnya. Matanya memutar sambil mencoba mengingat bahwa ada hal yang janggal. Ketika ia mencoba mengingat kejadian semalam, seperti benang kusut yang lama-kelamaan menjadi lurus dan teratur. Kejadian semalam seperti rekaman CCTV di otak Paris.


Paris memegang erat ujung selimut dengan tangan kirinya, lalu menutup mulutnya dengan tangan kanannya.


" Apa ingatan gue benar? Gue.... Gue.... " ucapannya terpotong. Ia menoleh ke arah Agam yang nampak masih memejamkan matanya.


" Gue harus buktiin dulu. " ucapnya kemudian. Ia lalu menjauhkan tangan Agam dari atas perutnya perlahan. Lalu ia mencoba untuk menggerakkan dan menggeser tubuh bagian bawahnya.


" Auwww.... Ssssshhhh.... " desisnya saat merasakan bagian bawahnya terasa nyeri.


" Jadi beneran? Gue... Gue... udah bolong? " gumamnya dengan raut wajah tak terbaca.


" Tapi kok gue nggak ngerasain apa-apa semalam. Kata orang, kalau melakukan itu sama laki-laki, rasanya enak... Nikmat... Tapi kok gue ngerasain apapun sih. Apa karena gue lupa? Ah, masak gue bisa lupa sih? Kan itu pengalaman pertama buat gue? Ihhhhh.... Dasar b3gooo.... Bisa-bisanya gue lupa rasanya gimana? Jadi gue nggak punya pengalaman kan??? Masak iya, gue minta lagi biar gue tahu rasanya. " ucap Paris sekenanya sambil menggigit ujung selimut dan melirik ke arah Agam yang matanya masih terpejam.


Agam benar-benar harus menahan tawanya. Ia tidak menyangka jika Paris akan berkata seperti itu. Ia yang sudah membayangkan jika istrinya itu akan memukulnya, menendangnya, dan marah-marah, ternyata sang istri malah seimut dan selucu itu.


Perlahan, ia mulai menggerakkan tubuhnya dan berpura-pura baru bangun. Ia ingin melihat bagaimana reaksi Paris saat ia terbangun.


Agam membuka matanya lalu mengulum senyumnya melihat Paris menutupi seluruh tubuhnya.


" Huaaaahhhh..... " Agam pura-pura menguap lebar dan menggeliat. Ia melirik ke samping.


Agam mengubah posisinya menjadi duduk.


" Jam berapa ini? " ucapnya sambil mengambil ponselnya di atas nakas. " Ah, udah siang ternyata. Pantesan laper. " lanjutnya setelah melihat jam.


" Oh, Ya Tuhan.... Aku belum mandi besar. Aku jadi tidak sholat subuh... " ucap Agam panik sambil menepuk jidatnya.


" Gara-gara semalam tidur jam tiga pagi ini pasti. " gerutunya sambil tergesa-gesa turun dari atas ranjang dan berjalan ke kamar mandi tanpa menghiraukan kondisi tubuhnya yang masih polos.


' Ya Allah... Ampuni hambamu ini yang juga lupa tidak sholat.... " doa Paris dalam hati saat mendengar gumaman Agam tadi.

__ADS_1


Mendengar Agam yang turun dari atas tempat tidur, Paris mengintip sedikit dengan membuka selimut hingga batas matanya.


" Astaghfirullah haladziiiiimmm.... " teriak Paris yang membuat Agam menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya hingga menghadap ke Paris.


" Kenapa? Ada apa? " tanya Agam.


Bukannya menutup matanya, Paris justru membuka matanya dengan sangat lebar.


" Ada ular gede. " seloroh Paris tanpa mengalihkan pandangannya dari bawah perut Agam. Dengan susah payah, ia menelan salivanya dengan kesat.


Agam mengikuti arah pandang Paris. Iapun melihat ke bawah. Agam yang merasa malu, lalu mengambil kaosnya yang teronggok di lantai di dekat ia berdiri untuk menutupi ularnya.


" Kok di tutup? " ucap Paris semakin ngawur. Tapi sejenak kemudian, ia memukul mulutnya sendiri, lalu kembali menutupi matanya dengan selimut.


' Duh Pariiiissss .... Malu-maluin aja loooo.... " pekik hati Paris.


Jedeer


Terdengar pintu kamar mandi di tutup. Itu berarti Agam sudah masuk ke dalam kamar mandi. Paris langsung membuka selimutnya dan mengubah posisinya menjadi duduk meski dengan menahan rasa perihnya.


" Berarti semalam itu yang masuk ke gue??? Pantesan sakit gini. Gede gitu. Di kasih makan apaan sih ularnya bisa gede gitu. Eh, ngomong-ngomong ular, kok gue nggak takut ya sama ular yang itu. Biasanya kan gue langsung lemes bahkan pingsan kalau lihat ular. Lah kok tadi justru gue kesenengan lihat tuh ular. " gumam Paris dengan konyolnya.


" Tubuh gue malah jadi panas dingin pengen salto deh rasanya. " lanjutnya.


" Eh, tapi .... Gimana gue harus bersikap ke dia dong sekarang? Gue malu, udah pasti. Masak gue harus cuek aja sih? Kalau gue cuek, yang ada... gue nggak bisa ngerasain ular itu lagi dong. " ucap Paris.


Plak


Paris menggeplak kepalanya sendiri, " Kok otak gue jadi mesum gini sih??? Dasar Paris anaknya Daddy Bry sama bunda Pit.... "


bersambung

__ADS_1


__ADS_2