Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Perfekto


__ADS_3

Tak terasa, hari pertunangan Arvin dan Ratu sudah di depan mata. Agam dan Paris sudah pulang ke ibukota semenjak dua hari yang lalu. Di hari pertama kepulangan mereka, Agam tidur di rumah keluarga Permana. Sedangkan Paris, tidur di rumah orang tuanya. Baru setelah malam kedua, mereka sama-sama menginap di rumah orang tua Paris.


Flash back on


Saat malam pertama kepulangannya ke rumah dan Agam yang sedang tidak berada di rumah itu, Paris berkumpul, berbincang dengan keluarganya. Tadi semua keluarga berkumpul. Tapi setelah pukul sembilan malam, keluarga Seno pulang ke rumahnya, dan si duo Z sudah masuk ke dalam kamar. Kini tinggal Paris, Bryan dan juga Pipit.


" Bagaimana hubungan kamu dengan suamimu ? " tanya Bryan.


Paris menjawab dengan mengendikkan bahunya. Sedangkan


" Sayang, bukankah kemarin waktu Daddy sama bunda telepon, kamu bilang kalau kamu sudah mulai bisa menerimanya? " ucap Bryan.


Pipit masih menjadi pendengar.


Paris mengangguk, lalu ia menggeser duduknya dan bergelayut di lengan sang Daddy.


" Terus, kamu udah bilang sama suami kamu kalau kamu sudah mulai mencintainya? " tanya Pipit membuka suara.


Paris kembali menggeleng sambil sedikit memanyunkan bibirnya.


" Paris mana bisa mengatakan itu. " ujarnya membuat Bryan dan juga Pipit mengerutkan keningnya.


" Kenapa nggak bisa? Kan tinggal bilang I Love you. Gitu aja. " sahut Pipit.


" Iiihhh bunda. Paris malu. Ngebayanginnya aja geli. " ujar Paris.


" Aduh sayang... Anaknya Daddy yang cantik... Kamu suka sama Agam sudah semenjak lama kan? Daddy tahu itu. Dan sekarang kamu tinggal ngungkain perasaan kamu ke dia, apalagi dia juga sudah jadi suami kamu sendiri. Kenapa mesti malu? Hem? " ujar Bryan.


" Paris nggak bisa, Daddy... " rengek Paris.


" Sayang, kalau kamu tidak bisa mengatakannya, kenapa nggak kamu perlihatkan dari sikap kamu aja? " Pipit mengusulkan.


Paris menggeleng, lalu berkata, " Lagian... Kalian kan tahu sendiri, Paris tuh kayak apa. Kalau temen emang semua laki-laki. Tapi kalau pacar kan Paris belum pernah punya. Jadi Paris bingung... Mau nunjukinnya gimana. "


" Sayang, kamu bisa kasih dia perhatian. Terus kamu bisa bersikap lembut ke dia. Jangan galak-galak. "


" Kalau nggak galak-galak, Paris udah coba bund... Cuma Paris nggak tahu itu namanya lembut atau nggak. " ujar Paris dan kedua orang tuanya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Putri satu-satunya ini memang gadis yang polos. Paris benar-benar nol besar masalah cinta.


" Berarti selama ini kalian belum pernah ngapa-ngapain? " tanya Pipit.


" Ngapa-ngapain gimana maksudnya? " tanya Paris sambil menegakkan tubuhnya.


" Berhubungan suami istri. Bercinta??? " ucap sang bunda to the poin.

__ADS_1


" Bunda.. Iiihhhh... " sahut Paris kesal.


' Gimana mau berhubungan suami istri? Pegangan tangan aja malu. ' gumam Paris.


Bryan dan Pipit menahan tawanya saat mendengar gumaman sang putri .


" Mau Daddy sama bunda bantu? Supaya hubungan kamu sama suami kamu makin dekat? " tawar Bryan dengan senyuman peliknya. Sedangkan Pipit langsung menatapnya bertanya apa maksud dari suaminya itu. Dan Bryan hanya mengedipkan sebelah matanya menjawab tatapan dari sang istri.


" Gimana caranya Dad? "


" Nanti kamu juga tahu. Sekarang udah malam. Kamu istirahat dulu sana. Kamu pasti juga capek habis melakukan perjalanan. "


" Ih, Daddy main rahasia-rahasiaan segala. " sahut Paris. Tapi iapun segera bangkit dan berlalu meninggalkan kedua orang tuanya.


" Paris, jangan lupa telepon suami kamu untuk mengucapkan selamat malam atau selamat tidur, sayang. " teriak Pipit sebelum putrinya menaiki tangga menuju lantai dua.


" Yes, bund. " jawab Paris.


" Bang, emang abang bule mau bantuin Paris dengan bagaimana? " tanya Pipit setelah Paris masuk ke dalam kamarnya.


Bryan tersenyum, lalu mencondongkan tubuhnya ke sang istri, dan membisikinya sesuatu yang membuat Pipit membelalakkan matanya.


" Abang serius? Abang yakin? " tanya Pipit .


" Hem. " jawab Bryan sambil menganggukkan kepalanya.


" Gimana? Kamu setuju? " tanya Bryan sambil tersenyum.


" Iya deh. Pipit mah ngikut baiknya gimana. " jawab Pipit sambil mengangguk.


Flash back off


🌹


🌹


🌹


Hari pertunangan Arvin dan Ratu telah tiba di hari H. Acara pertunangan mereka adakan di hotel milik keluarga Permana. Karena keluarga Permana memaksa keluarga besannya menggunakan hotelnya.


" Wuaaahhhh.... Cantiknya kakakku.... " puji Paris.


" Eh, Paris. Kamu juga sangat cantik dengan gaun itu. Kamu terlihat berbeda. " puji Ratu balik.

__ADS_1


" Iya nih bunda sama mommy yang maksa aku pakai gaun ini. Lucu kan ya? Nggak pantes kan ya??? " rajuk Paris sambil meneliti penampilannya sendiri.


" Siapa bilang nggak pantes. Kamu cantik, adik buleku yang manis... Coba tanya sama Miss Inka... Cantik kan ya Miss? " ujar Ratu sambil melirik ke arah MUA yang di sewa keluarganya untuk mendandaninya.


Orang yang di panggil Miss Inka lalu menegakkan tubuhnya untuk memperhatikan penampilan Paris.


" Eyke kayak kenal sama ye. " ujar Miss Inka. Cowok rasa cewek.


Paris memandang ke arah sumber suara yang sepertinya juga ia kenal. Setelah melihat orang itu, Paris mengerutkan keningnya.


" Tante... " panggil Paris.


" Ihh, ye .. ya ... selalu panggil eyke Tante. Emang ye punya om yang mau jadiin eyke bininya? " sahut Miss Inka dengan gaya lekongnya.


" Ya habisnya mau manggil apaan? Situ eyke panggil om kan juga nggak mau. " jawab Paris dengan gaya meniru Miss Inka. Membuat Miss Inka memutar bola matanya jengah.


" Ha... ha... ha... " Ratu malah tertawa terbahak-bahak mendengar percakapan kedua orang itu.


" Ye yang dulu pernah eyke dandanin sampai tiga kali eyke harus memperbaiki make up ye waktu nikahan. Bener kan? Kalau ye masih nggak sama laki ye... Boleh lah di sumbangin ke eyke.. " ujar Miss Inka.


" Eh, Tante pikir laki gue barang sedekahan... Enak aja. " sahut Paris kesal dan tidak terima. Miss Inka hanya tertawa.


" Ye .. sini bentar..." pinta Miss Inka.


Paris berjalan mendekat.


" Duduk. " perintah Miss Inka dengan menggunakan dagunya.


" Mau ngapain? " tanya Paris kebingungan. Tapi ia mengikuti perintah Miss Inka untuk duduk di kursi yang berada di sebelah Ratu.


" Udah diam, dan ikutin aja. " sahut Miss Inka . Dan Paris diam. Lalu Miss Inka mulai mengaplikasikan make up di muka Paris.


" Nah, beres. Ini baru perfekto... Cantik... " puji Miss Inka setelah selesai merias wajah Paris dengan simple. Lalu Paris mematutkan diri di depan cermin.


" Iya, lumayan. Ternyata gue emang cantik. " puji Paris untuk dirinya sendiri.


" Dasar narsis. " ujar Ratu sambil menggelengkan kepalanya.


" Eh, kak... " Paris memundurkan tubuhnya dan memperhatikan riasan Ratu.


" Kakak hanya bertunangan kan? Kenapa pakai baju pengantin adat Sunda begini? Kayak mau nikah aja. " ujarnya.


Ratu mengendikkan bahunya. " Aku juga nggak tahu. Kemarin fitting bajunya bukan yang ini. Tapi mommy bilang, pengen liat kakak pakai baju kayak gini. Yang gaun katanya suruh makai ntar aja belakangan. " jelas Ratu.

__ADS_1


" Aneh deh si mommy. " ujar Paris sambil menggelengkan kepalanya.


bersambung


__ADS_2