Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Balapan 1


__ADS_3

Suara riuh deru motor membahana di sebuah jalanan yang sepi di ibukota. Malam yang hampir larut membuat suasana di jalanan itu makin ramai.


“ Yakin lo nantangin gue? “ tanya seorang laki-laki yang telah melepas helm full facenya.


Paris hanya tersenyum menyeringai.


“ Kenapa bukan mereka aja yang jadi lawan gue? Ngelawan cewek gue berasa kurang lakik. Apalagi cewek cantik kayak elo. “ ujar laki-laki bermata elang itu. Laki-laki bernama Jesh Barata Cakra, tampan, sudah pasti. Wajah blesteran Indonesia India membuat garis wajahnya tercetak tegas.


Jesh sudah lama sebenarnya menantikan kesempatan untuk menantang geng motor Eagle hair, geng motor Paris tentu saja. Jesh selama ini sering mendengar kehebatan Eagle hair di jalanan. Banyak geng-geng motor yang kalah telak dari Eagle hair. Jesh, beserta anak buahnya adalah geng motor yang juga lumayan punya nama di ibukota.


“ Gue cewek, tapi kalau Cuma ngelawan cowok kayak lo, suatu hal kecil buat gue. “ jawab Paris sambil tersenyum mengejek.


“ Wow, percaya diri sekali anda ya. Oke…Nggak masalah. Kita akan beradu. Tapi sepertinya, gue mau nambah taruhannya karena lo yang maju. “ ucap Jesh sambil mengusap dagunya yang di tumbuhi bulu-bulu halus dan sambil menatap Paris penuh minat. Jesh adalah laki-laki berusia 23 tahun. Ia sering di juluki mahasiswa abadi oleh teman-temannya karena sudah lima tahun ia kuliah S1, ia masih belum mendapatkan gelarnya. Bukan karena bo*doh, tapi Jesh memang tidak serius menjalani pendidikannya.


“ Apa yang lo taruhkan ? “ tanya Azkara.


“ Gue akan kasih tambahan uang taruhan kita. 50 juta. “ ucap Jesh ringan sambil mengangkat kelima jari tangannya.


“ Waw…” ujar Jojo dengan mata berbinar. Tapi tidak dengan Azkara. Ia justru mengernyitkan dahinya. Laki-laki di depannya ini mau menambah taruhannya dengan nominal yang luar biasa. Lalu apa yang di inginkan laki-laki ini dari Eagle hair?


“ Apa yang lo mau dari kita? “ tanya Azkara.


Jesh tersenyum menyeringai. “ Gue nggak butuh uang kalian. Yang gue mau….Dia. “ jawab Jesh sambil menunjuk ke arah Paris dengan dagunya.


Azkara langsung mengepalkan tangannya. Begitupun seorang laki-laki yang berada di belakang Eagle hair. Agam, laki-laki itu meskipun Paris menjauhinya, tapi ia masih terus memantau semua kegiatan Paris. Agam mengeratkan rahangnya.


“ Kalau gue menang di pertarungan ini, gue mau dia jadi cewek gue. “ lanjut Jesh sambil menatap Paris penuh minat. “ Gimana cantik? “ tanyanya ke Paris.


“ Taruhan macam apa itu? “ bentak Azkara. Ia bahkan sudah mendekat ke Jesh mau melayangkan tinjunya.


“ Wow, easy bro…Jangan emosi. Bukankah adil buat kalian? Kalian dapat 75 juta dari gue, dan gue dapat dia buat jadi cewek gue. “ ujar Jesh sambil mengangkat kedua tangannya di depan dada untuk menenangkan Azkara.


“ Kita batalkan pertarungan kita. “ ucap Azkara tegas sambil memberi aba-aba ke teman-temannya untuk meninggalkan jalanan itu.

__ADS_1


“ Hei, nggak bisa gitu, bro. Nggak segampang itu lo batalin pertarungan ini. “ cegah Jesh. “ Bisa sih kita batalkan. Tapi lo harus bayar denda. 80% dari taruhan kita. “ lanjutnya dengan senyuman liciknya. Jesh memang menambahkan aturan dalam pertarungan mereka. Sejak awal Jesh dan teman-temannya sudah menyelidiki kelompok Eagle hair. Dan Jesh, langsung tertarik sama Paris semenjak pertama dirinya melihat gambar Paris yang di berikan oleh anak buahnya yang ia suruh untuk menyelidiki Eagle hair.


“ S*hit!!” umpat Azkara. “ Gue bakalan bayar berapapun yang lo mau. “ tambahnya dengan tatapan tajamnya.


“ Yakin? 60 juta loh. Bukan uang yang sedikit, apalagi buat anak sekolah seperti kalian. “ sahut Jesh.


“ Ka..” cegah Paris saat Azkara hendak menjawab ucapan Jesh. Paris menggeleng, lalu ia menarik Azkara sedikit menjauhi Jesh dan teman-temannya.


“ Kita lanjut aja. “ ucap Paris kala mereka sudah berada jauh dari Jesh.


“ Nggak, Ris. Lo gila? Lo nggak denger mau dia apa? “ tolak Azkara dengan nada suara emosinya.


“ Ka, gue bakalan baik-baik aja. “ tenang Paris.


“ Gue bilang nggak, ya nggak. “


“ Ka-“


“ Ka, jangan asal bicara lo. Siapa yang suka sama begajul kayak gitu? Kalau emang gue minat punya cowok, mending gue pacaran sama elo. “ sahut Paris dengan nada kesal.


“ Sorry. “ ucap Azkara penuh penyesalan.


“ Gue Cuma nggak pengen kita kesulitan Ka. 60 juta bukan uang yang sedikit. Dapat darimana coba? “ jawab Paris.


“ Gue yang akan bayar. “


“ Darimana lo dapat uang sebanyak itu? Uang taruhan kita yang kemarin-kemarin kan langsung kita sumbangkan ke panti-panti. “


“ Gue bisa minta ke bokap. “


“ Nggak, Ka. Lo mau cari masalah kalau minta ke bokap lo? Yang ada lo langsung di kirim ke luar negeri. “


“ Gue milih di kirim ke luar negeri daripada lo jadi cewek dia. “

__ADS_1


“ Lo tenang aja. Gue nggak bakalan jadi cewek dia. Gue pasti menang. “ ucap Paris yakin.


“ Tapi Ris. Lo tahu kan track record dia kayak gimana. Dia licik. Dia hampir tak terkalahkan. “ sahut Azkara. “ Gini aja deh, biar gue yang tanding sama dia. “ lanjutnya.


“ Lo nggak inget, di perjanjian sudah di sebutin, kalau dia maunya gue yang tanding sama dia. Lo juga tahu kalau dia tuh licik. “


Azkara menyumnggar rambut dan mukanya kasar.


“ Ka, percaya sama gue. Gue pasti nggak bakalan biarin dia jadiin gue ceweknya. “ ucap Paris tegas. Azkara menatap ke arahnya. Mereka saling menatap selama beberapa saat. Dan akhirnya Azkara mengangguk pelan.


“ Lo harus hati-hati. “ pesan Azkara dan Paris mengangguk. Lalu mereka berjalan beriringan kembali ke teman-teman mereka.


“ Udah selesai rundingannya, honey? “ tanya Jesh ke Paris.


Paris tidak menjawabi pertanyaan Jesh. Ia mendekati motornya, lalu mengambil helm full facenya, dan mengenakannya. Azkara dan yang lain ikut mendekat ke Paris.


“ Buruan. Waktu gue nggak lama. “ ucap Paris ke Jesh tanpa menoleh ke arah Jesh.


“ Oh, oke. Rupanya lo udah nggak sabar buat jadi cewek gue. “ jawab Jesh dengan senyum menyeringai. Ia menaiki motornya, lalu memakai helmnya kembali, dan menstater motor sportnya.


“ Lo harus hati-hati. Awas kalau sampai terjadi sesuatu ke elo. “ ucap Azkara tegas penuh ancaman sambil memegang tangan Paris yang terlapis sarung tangan dan berada di atas stang motor. Dan Paris mengangguk pasti. Teman-temannya yang lain juga ikut memberi pesan ke Paris supaya berhati-hati.


Beda dengan Agam. Ia hanya bisa menatap Paris dari kejauhan. Paris segera menstater motornya, lalu berpamitan dengan teman-temannya. Setelahnya, ia menjalankan motornya perlahan menuju garis start dimana Jesh yang sudah berada di sana.


Setelah Grid girl menaikkan sapu tangannya, Paris dan Jesh segera melajukan motornya bersamaan dengan kecepatan maksimal.


“ Kenapa kamu biarin Paris mengikuti balapan ini? “ tanya Agam ke Azkara ketika Paris sudah memulai balapannya. Ia sangat mengkhawatirkan Paris saat ini.


“ Lo nggak denger, Jesh menuntut apa? Paris nggak bolehin gue minta duit ke bokap buat bayar ganti rugi. “ sahut Azkara dengan pandangan lurus ke depan menatap motor Paris yang sudah menghilang dari pandangannya.


Tanpa menjawab, Agam berjalan menuju motornya, dan segera melajukan motornya ke arah hilangnya Paris. Ia tidak akan membiarkan Paris sendirian. Ia akan memantaunya dari dekat. Ia tidak bisa jika hanya menunggu. Rasa cemas dan khawatir yang ia rasakan saat ini berkali-kali lipat dari rasa khawatir yang ia rasakan saat melihat Paris adu balap di waktu-waktu sebelumnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2