Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Nyidam aneh


__ADS_3

" Paris, Lo jangan macem-macem deh. " bentak Edo sambil mencekal lengan Paris.


" Apaan sih lo? " bentak Paris ganti.


" Ris, Lo tuh lagi bunting. Dan perjanjian kita tadi nggak kayak gini ya. " Jojo mencoba memberikan pengertian.


" Lo semua pada nggak percaya sama gue? " kata Paris.


" Kita semua percaya sama keahlian lo bawa motor selama ini. Kita bareng-bareng nggak cuma sebulan dua bulan. Tapi sekarang kondisinya lain, Pariiiissss.... " sahut Kevin.


" Ris, lo ingat pesen laki lo kan? Laki lo bolehin lo ikut sama kita asalkan Lo nggak macem-macem. " tambah Edo.


" Kalau kalian nggak ada yang bilang sama laki gue, laki gue juga nggak bakalan tahu juga. " jawab Paris.


" Kalau masalah itu, gue juga yakin, kita-kita bisa diem. Tapi kalau terjadi apa-apa sama Lo, atau sama orok yang ada di perut lo gimana? " tanya Kevin.


" Kalau kalian nggak bolehin gue balapan malam ini, calon anak gue justru bakalan bermasalah. Tau nggak lo pada? " jawab Paris.


" Loh, gimana ceritanya kalau Lo nggak balapan, calon anak Lo justru bermasalah? " tanya Jojo.


" Gue nyidam ya. Anak gue ngajakin balapan. Kalau nggak gue ikutin kemauan dia, entar dia ileran. Lo semua mau apa punya ponakan yang ileran? Gue mah ogah ya punya anak ileran. " sahut Paris.


" Jangan bawa anak Lo ya. Jangan jadiin ngidam sebagai alasan. Mana ada nyidam ekstrim kayak gitu? " tanya Kevin.


" Ada lah. Nyokap gue, waktu hamil gue, nyidamnya malah ekstrim. Nyokap gue nyidam panjat tebing setinggi lima belas meter saat usia kandungannya tujuh bulan. " jelas Paris.


" Pantesan jadinya kayak elo. " sahut Edo.


" Udah deh ah. Sini gue pinjem motornya. " pinta Paris sambil menengadahkan telapak tangannya di depan Kevin.


" Ris, jangan gila deh lo. " jawab Kevin.


" Gue janji, gue sama anak gue bakalan baik-baik saja. Kalian nggak usah khawatir. Yang perlu kalian lakukan cuma merahasiakan ini dari laki gue. Udah, itu aja. " jawab Paris.


" Gue udah bungkus baby gue biar aman dari goncangan. " tambah Paris sambil memperlihatkan korset khusus ibu hamil.


" Gue juga bakalan hati-hati. " tambahnya lagi.


" Ris, gini aja deh. Lo nggak usah ikutan balapan. Lo boleh bawa motor gue, mengendarainya. Tapi nggak balapan. " sahut Kevin.


" Ck. Nggak percaya banget sih lo sama gue. Uncle Kevin, please ..... Boleh yah??? Yah? Yah? " rayu Paris sambil merengek manja dan mata yang ia kedip-kedipkan berkali-kali.

__ADS_1


" Sumpah. Jijay gue Ris lihat lo kayak gini. Pengen muntah gue. " tolak Kevin sambil menjauhkan diri dari Paris.


" Ha... ha... ha... Makanya pinjemin gue motor Lo. " ucap Paris kembali sambil menengadahkan tangannya kembali di depan Kevin.


Kevin menatap wajah temannya yang lain satu persatu meminta persetujuan mereka. Edo dan Jojo melepas nafas berat sambil mengangguk.


Akhirnya Kevin memberikan kunci motornya ke Paris. Paris menerimanya dengan wajah bahagianya.


" Makasih Uncle Kevin. Uncle emang the best deh. " ucap Paris sambil mengerlingkan sebelah matanya dan tersenyum manis.


" Huekk.... Mual gue lihat tingkah Lo Ris. " kata Kevin.


" Ha... Ha... Ha... " Paris malah tertawa terbahak-bahak, sambil berjalan menuju motor sport Kevin.


" Ris...!! Hati-hati beneran Lo ya. " teriak Kevin. " Hidup kita semua yang jadi taruhannya nih. " lanjutnya dan Paris menjawab dengan acungan jempol.


Paris lalu naik ke atas motor Kevin dan memakai helmnya. Menghidupkan mesin motornya dan memasukkan gigi, lalu melajukan motor itu ke kerumunan orang - orang yang lain yang juga akan ikut balapan.


Ketika Paris datang di antara mereka, mereka memandang Paris dari atas sampai bawah, lalu saling berpandangan dengan peserta lain dengan pandangan saling bertanya.


" Maaf, kami tidak menerima tantangan dari perempuan. Apalagi anda sedang hamil sepertinya. " tolak salah seorang peserta.


" Saya memang seorang perempuan, dan yah... Saya memang sedang hamil. " jawab Paris dengan santai. " Tapi kemampuan saya untuk mengendarai motor, kalian semua lihat saja nanti. Saya pastikan akan mengalahkan kalian semua. " tambah Paris dengan raut wajah sinis dan senyuman menyeringai.


" Nggak takut brojol di sini tuh orok? " ledek peserta yang lain yang di sambut dengan tawa menggelegar.


Tapi Paris masih tetap bersikap masa bodoh dan memasuki garis start.


" Ya udah, ayo sebaiknya kita segera mulai. Biarkan saja dia ikut. " putus peserta yang lain lagi yang kebetulan posisinya berada tepat di samping Paris. Laki-laki itu nampak melirik ke arah Paris berkali-kali.


Deru motor mulai membahana. Gadis payung sudah berdiri di depan para pembalap liar sambil melambai-lambaikan sapu tangannya.


Pada hitungan ketiga, semua motor mulai berjalan. Riuh tepuk tangan dari para penonton membuat suasana malam yang seharusnya senyap, menjadi sangat ramai.


Seperti biasa, Paris mengendarai motornya dengan santai, namun sangat lihai. Ia telah berhasil mendahului beberapa motor. Tinggal tersisa tiga motor di depannya.


Paris terus melajukan motornya hingga ia berhasil mendahului dua motor dari tiga motor yang tersisa tadi. Dan tepat beberapa meter dari garis finis, Paris berhasil mendahului motor terakhir.


Riuh tepuk tangan para penonton mulai membahana kembali. Mereka tidak menyangka jika seorang perempuan yang tengah hamil bisa selihai itu mengendarai motor bahkan memenangkan pertandingan.


Seseorang datang menghampiri Paris untuk memberikan sejumlah uang yang merupakan uang taruhan dari balapan malam itu.

__ADS_1


" Maaf, saya tidak menginginkan uang taruhan itu. Saya sudah sangat senang karena saya sudah memenuhi nyidam saya. " jawab Paris dengan seulas senyum dan tangan yang ia gunakan untuk mengelus perut buncitnya.


" Tapi ini hak anda karena anda telah memenangkan pertandingan malam ini. " ucap seseorang tadi.


" Anda berikan saja uang itu untuk orang-orang yang membutuhkan. Bisa anda sumbangkan ke panti asuhan, atau orang-orang yang tinggal di bawah kolong jembatan. " sahut Paris, lalu ia melambaikan tangannya dan menjalankan motornya kembali ke sisi teman-temannya yang sedang menunggunya dengan cemas.


" Tuh, si Paris. " celetuk Jojo.


Paris menghentikan motornya, melepas helmnya, dan turun dari atas motor dengan senyuman manis di bibirnya.


" Lo baik-baik aja kan Ris? " tanya Edo.


" Gue baik-baik saja. Lo lihat, tubuh gue nggak ada licet. " jawab Paris sambil menyerahkan kunci motor ke Kevin.


" Anak Lo gimana? Anak Lo nggak nungging kan? " tanya Jojo.


" Anak gue baik-baik aja. Dia cuma lagi laper sekarang." jawab Paris.


" Eh, bukannya tadi kita baru habis makan ya? " tanya Jojo.


" Lo lupa, gue lagi hamil? Gue juga habis ngeluarin tenaga banyak. Jadi sekarang gue butuh asupan makanan lagi. " ujar Paris.


" Ya udah deh, kita cari makan sekarang. Tapi Lo jangan minta makanan yang aneh-aneh ya. Ini udah malem. Laki lo juga lagi keluar kota. " ucap Kevin.


" Kuy lah. Kalian tenang aja. Anak gue baik kok. Di ajak makan apa aja dia nggak bakalan nolak. Dia juga nggak pernah minta yang aneh-aneh." jawab Paris.


" Ya udah yuk, kita jalan sekarang. Lo ikut gue naik mobil. " ucap Edo sambil menunjuk ke Paris, dan Paris mengangguk dan berjalan mengikuti Edo yang hendak masuk ke dalam mobilnya.


" Begah banget perut gue pakai korset. Gatal rasanya. " keluh Paris sambil melepas korset hamil yang melingkar di perutnya. " Ahhh... Enakan juga gini. " lanjutnya.


Tiba-tiba ponsel Edo berdering. Edo segera mengangkatnya.


" Halo. " sapa Edo tanpa melihat kontak yang menelepon.


" .... "


" Lo di Bandung? " tanya Edo dengan nada suara terkejutnya.


" Siapa? " tanya Paris tanpa mengeluarkan suara.


" Azkara. " jawab Edo sama, tanpa mengeluarkan suara. Dan Paris nampak terkejut mendengar jawaban Edo.

__ADS_1


bersambung


Bagi kalian - kalian yang selalu bertanya di mana Azkara, dan kenapa Azkara nggak muncul-muncul, sekarang othor munculin deh si Azkara. Tapi mungkin cuma sekilas aja ya munculnya....β˜ΊοΈπŸ™πŸ™


__ADS_2