Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Queen kangen


__ADS_3

“ Nah, udah selesai. “ ucap Pipit. “ Jangan di buat jalan dulu. Biar memarnya cepet sembuh. “


“ Yes, onty. Makasih banyak, onty. Ratu selalu aja ngerepotin onty. “ ucap Ratu.


“ Tidak…Tidak..Tidak ada kata repot jika untuk putrinya sendiri. “ sahut Pipit sambil membelai pipi Ratu lembut dan penuh kasih sayang.


“ Gimana ceritanya kaki kamu bisa sampai keseleo? “ kini suara sang Daddy yang terdengar.


“ Tadi ratu lagi olahraga di lapangan. Dan materi hari ini, lari sprint. Nah, pas Ratu lagi lari, tali sepatu Ratu lepas. Jadinya kaki Ratu keslimpet dan akhirnya keseleo karena Ratu jatuhnya nggak etis banget, Dad. “ cerita Ratu.


“ Untung saja Cuma keseleo kecil. Dan untungnya saja, granma sama granpamu sedang ada di Belanda. Kalau mereka ada di sini, mereka pasti akan sangat heboh. “


“ Bang Seno bener. Tadi aku aja sampai ninggalin pasienku di klinik terus aku buru-buru kesini. Aku pikir Ratu kesrempet mobil atau apa. Karena si Paris bilangnya Ratu kecelakaan. “ ujar Pipit.


“ Nggak onty. Paris tadi saking paniknya jadi dia kasih kabar seperti itu. Kalian juga tahu kan, hebohnya Paris tuh kayak apa. “


“ Eits, pada ghibahin Paris ya? “ tiba-tiba nama yang sedang mereka bahas nongol dari balik pintu.


“ Loh, Paris. Kok kamu pulang? Katanya tadi mau lanjut sekolah. “


“ Telinga Paris pengang sama panas, kak. Makanya Paris nyusulin kak Ratu pulang. Eh, ternyata beneran. Di sini pada lagi ghibahin Paris. Tapi it’s oke. Paris ikhlas kok di ghibahin. Biar bisa mengurangi dosa Paris. “ jawab Paris nyeleneh.


Bug


Sebuah bantal melayang indah tepat di depan muka Paris. Siapa lagi pelakunya jika bukan sang bunda yang kesal dengan jawabannya.


“ Au, bunda. KDRT ini namanya. Pelanggaran hak asasi. Paris mau lapor ke Seto kalau gini caranya. “

__ADS_1


“ Pelanggaran hak asasi kok ke kak Seto. Emang situ masih anak-anak? “


“ Bunda jangan salah, Paris nih masih ABG. Imut-imut. ABG, tahu kan bunda? ANAK baru gede. Berati Paris masih anak-anak dong bun. Dan kak Seto itu pelindung anak-anak. “


“ Iya , kamu anak-anak. Yang juga udah bisa bikin anak. “ seloroh sang bunda membuat Paris memanyunkan bibirnya.


“ Au’ deh ah. Males bicara sama bunda kalau ngomongin anak-anak. Mending Paris susulin mommy. Daripada Paris sama emak-emak yang ngidam punya cucu. “ ujar Paris lalu ia membalikkan badannya keluar dari dalam kamar Ratu. Pipit hanya menggelengkan kepalanya.


“ Aku tinggal dulu. Ratu, Daddy keluar dulu ya. “ ucap Seno sambil mengusap puncak kepala sang putri. Ratu mengangguk dan tersenyum.


“ Hah. Sepertinya onty juga harus pulang sekarang. Unclemu sebentar lagi pulang untuk makan siang. “ pamit Pipit juga.


Dan sekarang tinggallah Ratu dan Arvin berdua di dalam kamar setelah Seno dan Pipit keluar dari dalam kamar.


“ Bang. “ panggil Ratu.


“ Hem? “ sahut Arvin sambil mendekat ke ranjang.


Ingin rasanya Arvin tertawa lebar saat mendengar permintaan Ratu. Tapi Arvin urungkan. Ia hanya mengangguk mengiyakan.


“ Kamu istirahat aja. Abang mau ke bawah. Kamu kalau butuh apa-apa, chat abang aja. Ingat pesan onty, jangan banyak gerak. Kalau mau ke kamar mandi, chat abang. Abang gendong kamu ke kamar mandi. “ ucap Arvin sambil mengacak rambut Ratu. Ia lalu berbalik dan hendak keluar dari dalam kamar Ratu.


“ Abang. “ panggil Ratu kembali.


“ Ada apa? “ tanya Arvin.


“ A-abang…Mmmm…” ratu nampak gugup untuk bertanya dan berbicara.

__ADS_1


“ Ada apa hem? Bicaralah. “


“ Abang kenapa kemarin-kemarin nggak pernah kesini. Queen ngerasa abang kayak menghindari Queen. Queen salah apa sama abang? “ tanya Ratu lirih sambil menunduk. Ia takut. Jujur, ia takut sekali saat ini. Takut dengan jawaban Arvin yang mengatakan kalau Arvin memang sedang marah sama dirinya.


Dan Arvin, laki-laki itu menhela nafas kasar. Hal ini yang Arvin takutkan dari tadi. Pertanyaan Ratu ini. Karena dia belum tahu harus menjawab apa.


“ Kemarin abang udah bilang, abang lagi sibuk banyak tugas. Ada ujian juga. Abang harus belajar. “ jawab Arvin seadanya tanpa mau melihat ke arah Ratu. Ratu melirik ke arah Arvin.


Tiba-tiba hatinya terasa sakit saat melihat Arvin menjawab pertanyaannya dengan nada suara datarnya dan tanpa melihat ke arahnya sedikitpun. Ia merasa sang abang tengah berbohong kepadanya. Arvin biasanya tidak pernah bersikap dingin seperti terhadapnya.


“ Kalau abang memang lagi sibuk sama tugas , sama ujian, kenapa hari ini abang tiba-tiba nyamperin Queen? Bukankah abang sangat sibuk? “ tanya Ratu kembali memberanikan diri. Kini dirinya tidak lagi menunduk atau melirik ke arah Arvin. Ratu memandang langsung ke arah Arvin. Ia ingin menelisik wajah Arvin.


Arvin menghela nafas panjang lalu menunduk sesaat. Tidak mudah berbicara dengan Queennya yang sedang dalam mode kepo tingkat tinggi.


“ Karena abang sayang sama kamu. Sudahlah istirahat saja. “ ucap Arvin dengan kalimat awal yang di buat sangat pelan. Tidak seperti saat ia mengatakan kalimat selanjutnya. Arvin melangkahkan kembali kakinya.


“ Queen kangen sama abang tahu. “ ucap ratu lirih tapi masih bisa terdengar di telinga Arvin. Ratu memainkan ujung selimutnya dengan kedua tangannya. Bahkan Arvin sempat menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan Ratu itu. Hatinya berdesir mendengar ungkapan rindu dari gadis yang diam-diam menempati tempat istimewa di relung hatinya. Ungkapan rindu yang hanya rindu seorang adik kepada kakaknya. Tidak lebih. Membuat Arvin menarik nafas panjang dan melepasnya kasar. Ia kembali berjalan sambil menutup pintu kamar Queennya.


“ Maaf. “ satu kata yang terucap dari bibir Arvin saat tubuhnya sudah berada di luar kamar ratu.


Sedangkan di dalam kamar, Ratu masih terlihat bingung dengan perasaannya, hatinya, pikirannya, juga jantungnya.


“ Queen kangen banget sama abang. Tapi kenapa abang nggak kangen balik sama Queen? Kenapa abang nggak kasih tahu salahnya Queen apa bang? Hiks..” airmata Ratu merembes tanpa ia inginkan.


Ratu tiba-tiba merasa hatinya perih saat mengingat Arvin yang tidak mau sedikitpun melihat wajahnya saat menjawab pertanyaannya tadi. Bahkan Arvin terlihat menghindari tatapan mereka bertemu.


Ratu menyeka airmatanya kasar. Ia membaringkan tubuhnya miring. Tapi airmatanya masih saja meleleh. Ratu masih saja kepikiran dengan sikap Arvin yang sepertinya agak berubah. Laki-laki itu tiba-tiba menjadi dingin saat dirinya bertanya alasan apa yang membuat sang abang seperti menghindarinya. Sebenarnya apa kesalahannya?

__ADS_1


Dan yang membuat Ratu semakin bingung, adalah hati dan juga jantungnya. Kenapa jantungnya selalu berdetak kencang hari ini? Dan hatinya? Kenapa hatinya merasa sedih sekaligus bahagia saat melihat wajah sang abang.


bersambung


__ADS_2