Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Mesum


__ADS_3

Hari berganti. Semenjak kejadian malam itu, rasanya Arvin sangat enggan beranjak dari kediaman Seno Gael Adiguna. Ia kembali menempati kamar yang tidak ia tempati selama hampir satu bulan. Kamar yang ia tinggalkan begitu saja dan membiarkan kamar itu ada tanpa kehangatan sang pemilik. Tapi semenjak malam itu, kamar itu kembali hangat.


Hampir tiap malam, ingin rasanya Arvin menembus dinding yang membatasi antara kamar yang di tempati olehnya dan kamar Queennya. Coba saja dirinya punya ilmu menembus dinding seperti David Coperfil. Arvin pasti sangat girang. Arvin hanya bisa menembus dinding pembatas itu sambil memikirkan dan membayangkan apa yang sedang di lakukan oleh Ratu di kamarnya.


“ Abang mau sarapan pakai apa? Queen ambilin. “ ucap Ratu saat mereka sedang berada di meja makan. Ratu tersenyum manis ke Arvin sambil menawarkan makanan. Seperti biasanya, sejak dulu mulai saat Ratu beranjak dewasa, ia selalu meladeni abang juga kakaknya. Kebetulan pagi ini, Danique berangkat pagi-pagi sekali karena ia harus keluar kota untuk urusan pekerjaan menggantikan sang Daddy yang baru datang malam tadi yang juga dari kota yang berbeda.


Arvin membalas senyuman manis itu. “ Pakai telur dadar aja. Nasi gorengnya dikit aja. “ jawabnya. Sungguh gemas rasanya Arvin jadi ingin memeluk gadis yang ia cintai itu. Biasanya tiap pagi, Arvin akan mencuri sebuah kecupan kecil di pipi Ratu kala mereka hendak duduk di meja makan. Tapi pagi ini, Arvin harus mulai menghentikan kebiasaannya itu karena sang Daddy dan mommy sudah pulang dari luar kota. Jadi secara otomatis mereka akan bersikap biasa saja.


“ Wah, sepertinya mommy ketinggalan sesuatu nih. Ada yang sudah berbaikan nih rupanya. “ sindir sang mommy.


Arvin dan juga Ratu sama-sama tersenyum kikuk. “ Kan nggak baik juga saling diam lama-lama mom. Masak abang sama adik diem-dieman terus. “ ucap Ratu sambil mengambilkan nasi goreng ke piring Arvin.


“ Berarti kepergian kita membawa berkah, baby. “ sahut Seno. “ Apa kita harus pergi lagi ? Siapa tahu berkah yang lain bisa hadir di sini. Jadi Ratu ada teman bermain. “ lanjutnya sambil mengelus perut sang istri.


“ Mulai deh. “ protes Arvin.


“ No, Daddy. Ratu nggak mau punya adik. Ratu udah gede. Malu kalau punya adik bayi lagi. Entar di kirain anaknya Ratu lagi. Mending kalau gitu, Ratu punya anak sendiri aja. “ celetuk Ratu.


“ Uhuk…Uhuk…Uhuk…” Arvin tersedak nasi gorengnya kala mendengar ucapan Ratu. Punya anak sendiri? Apa ini kode untuknya supaya ia segera melamar ke Daddy Seno? Oh, tidak. Arvin belum punya keberanian untuk hal itu meskipun ia sangat ingin Ratu menjadi istrinya.


“ Hush. Jangan bicara sembarangan kamu sayang. Daddy nggak akan biarin kamu punya anak sekarang. Kamu harus kuliah dulu sampai minimal S2 baru kamu boleh menikah dan punya anak. Lagian Daddy masih terlalu muda untuk di panggil opa. Daddy masih pantas punya anak bayi lagi. “ cecar Seno.


Arvin melirik ke arah Daddynya dengan ujung matanya. Benar kan, belum apa-apa Arvin merasa bulu kuduknya berdiri mendengar ucapan tegas dan tatapan tajam Daddynya. Apa jadinya jika Daddynya tahu jika dirinya menginginkan putri kesayangannya untuk di jadikan istri? Akan ada perang dunia ketigakah? Dan bagaimana kabar sang mommy jika mengetahuinya juga? Apa beliau akan pingsan? Oh, tidak. Arvin tidak bisa membayangkannya.


“ Daddy kamu benar. Mommy nggak mau kamu menikah muda. Menikah dan punya anak bukan suatu hal yang mudah, sayang. “ tambah Armell.


“ Habisnya sih, Daddy pakai pengen punya bayi lagi. “ gerutu Ratu.


“ Lagian, kamu sih mas. Ada-ada aja. Aku ini sudah tidak muda lagi. Umurku sudah hampir 45 tahun. Mas udah 50 tahun. Udah nggak pantes kalau aku hamil terus kamu nemenin aku periksa ke dokter kandungan. Yang ada entar di katain gini..’ Ih, ada aki-aki masih mesum aja.’ Gitu. “ ucap Armell sambil mengambilkan nasi untuk suaminya.


“ Kenapa emangnya kalau aku aki-aki mesum? Usia boleh tua. Tapi penampilanku tidak kalah tampan dari dia. “ sahut Seno tidak terima di bilang aki-aki oleh sang istri sambil menunjuk ke arah Arvin. “ Biarpun udah 50 tahun, tapi aku masih kuat menggempurmu berkali-kali dalam semalam sampai kamu pingsan juga masih kuat. “ lanjutnya masih tidak terima.


Jawaban yang membuat Armell memelototkan matanya sempurna. Ia lalu mencubit pinggang sang suami. Sungguh ucapan sang suami ini seperti rokok kretek, tanpa filter.

__ADS_1


“ Selalu saja bertingkah mesum. Nggak ingat umur. “ celetuk Arvin sambil menggelengkan kepalanya.


“ Biarin mesum. Yang penting punya Daddy masih perkasa. Sama seperti dulu. Dan sudah terbukti. Nggak kayak kamu. Belum jelas bersertifikat. “ sahut Seno sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


“ Emang sebidang tanah? Pakai sertifikat. Daddy tunggu aja besok kalau Arvin udah punya partner. Kita kontes. Siapa yang kuat tahan lama. “ ucap Arvin.


“ Oke, siapa takut. Kita berlomba siapa yang mampu bertahan lebih lama. Yang kalah, harus terima hukuman. “ sahut Seno.


Armell menepuk jidatnya perlahan sambil menggelengkan kepalanya mendengar ucapan dari dua orang laki-laki yang ia sayangi. Ini belum tambah Danique. Apa kabarnya jika di tambah lagi sama Danique si Casanova tanggung.


“ Udah…Udah…Kalian ini bicara apa? Mending lanjutin sarapannya. Keburu dingin nasi gorengnya. Lagian mas jangan ngajarin abang yang nggak-nggak, dia belum punya partnernya. Kalau dia malah pengen sekarang, gimana? “ ucap Armell yang justru membuat Seno tertawa mengejek ke arah Arvin dan Arvin hanya bisa mendengus kesal.


“ Ini malah pada ribut. Abang cepetan selesein sarapannya. Ratu takut terlambat. “ ujar Ratu.


Arvin mengangguk dan segera menghabiskan sarapannya yang sedikit tertunda akibat perdebatan unfaedah dengan sang Daddy. Ratu juga segera menghabiskan sarapannya. Setelah usai, ia segera kembali ke kamar untuk mengambil tas sekolahnya.


“ Abang, ayo. “ ajak Ratu. “ Mom, Dad, Ratu berangkat dulu. “ pamit Ratu sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


“ Hati-hati sayang. “


“ Paris nggak ikut bareng kita ? “ tanya Arvin sambil memasang seatbeltnya setelah menghidupkan mesin mobilnya tadi.


Ratu menggeleng, “ Katanya mau bawa mobil sendiri aja. Dia kan udah nggak ada pelajaran. Jadi datang ke sekolahnya agak siangan. “


“ Kamu hari ini jadi mulai tes semesteran? “


“ Jadi. Makanya, Ratu nggak mau sampai terlambat. “ jawab Ratu. Lalu Arvin mulai menjalankan mobilnya keluar dari pekarangan rumah, lalu keluar dari area perumahan elit tempat tinggal keluarga angkatnya, lalu berjalan membelah keramaian ibu kota.


Setelah perjalanan setengah jam lamanya, monil Arvin berhenti di tempat parkir sekolah Ratu.


“ Abang, Queen mau masuk ke kelas sendiri. “ rengek Ratu.


“ Tap- “

__ADS_1


“ Abang please. Queen malu abang. Teman-teman menganggap Queen nih lebay, masih kayak anak kecil. “ pinta Ratu.


Arvin menghela nafas panjang, “ Baiklah. Tapi kamu harus hati-hati. “


Senyum lebar terbit dari kedua sudut bibir Ratu. “ Makasih, abang sayang. “ ucap Ratu.


“ Cuma makasih doang?”


“ Terus sama apa? “ tanya Ratu tidak mengerti.


Arvin mrnjawab dengan mengetuk pipinya denga jari telunjuknya.


“ Ih, abang ketularan mesumnya si Daddy nih. Nggak ah. Kan ini di sekolah. Entar kalau ketahuan orang gimana? “


“ Ck. Kaca mobil abang nih nggak bakalan kelihatan dari luar. Jadi nggak akan ada yang lihat. “


“ Nggak ah. “ jawab Ratu. Bukannya tidak mau, tapi Ratu masih malu untuk melakukan hal itu. Ia lalu melepas seatbeltnya. Dan Arvin juga segera melepas seatbeltnya. Dan cup…


Arvin berhasil mengecup pipi kanan Ratu kala Ratu masih sibuk melepas seatbelt. Terkejut, jelas.


“ Abang ihh…Sukanya nyuri-nyuri. “ protes Ratu.


“ Habisnya kalau nggak nyuri susah dapatnya. “ sahut Arvin sambil terkekeh.


“ Queen pamit dulu. “ ucap Ratu dengan bibir manyunnya karena kesal dan mengulurkan tangan kanannya ke Arvin.


“ Kalau manyun gitu, abang kecup juga bibirnya, mau? “ goda Arvin.


Dan spontan Ratu melipat kedua bibirnya ke dalam. Sambil mendelik kesal ke arah Arvin. Dan Arvin kembali terkekeh. Ia sangat suka menjahili adik yang telah mengisi relung hatinya itu. Arvin lalu menerima uluran tangan Ratu, dan Ratu mencium punggung tangannya.


Kala Ratu hendak melepas genggaman tangan karena berjabat tangan, Arvin sedikit menarik tangannya dan membuat tubuh Ratu sedikit ke depan. Lalu Arvin mengecup dalam kening Ratu, dan sedkit kecupan di bibir Ratu.


“ Sebagai gantinya karena Daddy sama mommy sudah ada di rumah. “ ucap Arvin sambil tersenyum jahil

__ADS_1


Bersambung


Maaf ya epribadeh... othor baru up... seharian sibuk banget...jadinya malah kelupaan belum update 🤭🙏🙏


__ADS_2