Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Cincin kawin


__ADS_3

“ Di tanda tangani dulu ya buku nikahnya. “ ucap pak penghulu sambil menyodorkan dua buku nikah di hadapan Paris yang telah duduk di samping Agam. Paris melihat dalam buku nikah itu, Agam telah membubuhkan tanda tangannya. Dengan malas, Paris juga membubuhkan tanda tangannya dalam buku nikah itu sambil menhela nafas kasar. Sedangkan Agam, diam-diam mencuri melirik ke arah istrinya.


Istri. Agam merasa geli mengingat status barunya sekarang. Paris telah menjadi istrinya. Lucu kan? Mereka baru bertemu beberapa bulan yang lalu. Bahkan dekat saja tidak. Eh, sekarang malah jadi suami istri.


“ Sekarang, di sematkan cincin mas kawinnya tadi mas. “ ucap pak penghulu kembali setelah Paris selesai menandatangani buku nikah.


Agam mengambil cincin yang ada di dalam kotak perhiasan. Sepasang cincin kawin yang yang tidak terlalu besar, tapi tetap terlihat elegan. Cincin yang Agam beli sendiri dari uang tabungannya selama ini. Sebelum acara pernikahan, Agam memang sempat berdebat dengan sang mama. Sang mama bersikeras ingin menyiapkan mas kawin yang istimewa untuk calon menantunya, tapi Agam menolak. Ia ingin menyiapkan mas kawinnya sendiri. Mas kawin ia akan ia beli dari uangnya sendiri. Bukan uang orang tuanya. Akhirnya Ameera mengalah karena sang suami sudah ikut bersuara.


Kini, dengan bangga, Agam menyematkan cincin bertahtakan berlian itu di jari manis Paris. Senyuman bahagia tidak pernah lepas dari bibirnya.


“ Di cium dong kak, punggung tangan suaminya. Sebagai tanda bakti seorang istri terhadap suami. “ ucap bundanya. Paris sedikit melirik ke arah sang bunda. Lalu ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Semua mata sedang menatapnya, menunggu dirinya mencium tangan suaminya. Paris menghela nafas kasar sebelum akhirnya ia mengambil tangan kanan Agam dan mencium punggung tangannya secepat mungkin.


“ Maaf, bisa di ulang? “ ujar sang photographer. “ Kami belum sempat mengambil gambarnya. Jangan terlalu cepat ya kak. “ lanjutnya.


“ Ck. “ Paris berdecak kesal. Lalu ia kembali memegang tangan Agam yang sudah terulur. Agam hanya tersenyum gemas melihat tingkah istrinya. Wajah Paris nampak lucu karena memberengut.


“ Tahan sebentar. “ ucap sang phothopgrapher memberikan instruksi kala Paris sudah mencium punggung tangan Agam. “ 1, 2, 3.. Ya.. Sudah. “ lanjutnya.


Paris segera melepas tangan Agam kasar kala potograper usai mengambil gambar. Iapun langsung membuang muka.


“ Sekarang gantian nona Paris, ambil cincinnya dan sematkan di jari suaminya. “ ujar pak penghulu.


Paris menuruti. Ia mengambil satu cincin yang tersisa di dalam kotak. Sambil mulut cemberut, Paris melirik ke arah suaminya. “ Buruan. “ ucapnya tanpa bersuara.


Slep. Paris memasukkan cincin itu ke jari manis Agam secepat kilat.


“ Di cium dong Gam, istrinya. Udah sah. Udah boleh. “ ujar Ameera.

__ADS_1


“ Sebentar kak. Sekalian kita ambil gambarnya. “ ucap photografer sambil mencari spot foto yang bagus untuk mengambil gambar terbaik.


Paris hanya bisa memutar bola matanya malas. Saat sang photografer mengacungkan jempolnya tanda siap, Agam memposisikan diri mendekati wajah Paris. Paris loangsung menutup matanya erat kala wajah Agam semakin mendekat. Dan sesaat kemudian, Paris merasa ada sesuatu yang kenyal dan basah mendarat di keningnya cukup lama.


Jedag… Jedug… Jedag… Jedug… Bunyi jantung Paris bertalu-talu. Sentuhan lembut dan serius dari lawan jenis untuk pertama kalinya bagi seorang Paris.


“ Udah selesai kali Gam, fotonya. Jangan keasyikan. Lanjut entar malam aja. “ celetuk Jojo menyadarkan Agam dan ia segera menjauhkan wajahnya dari Paris. Seandainya si penata rias tidak memakaikan bedak tebal di pipinya, pasti Paris akan di ledek habis-habisan sama sahabat-sahabatnya karena pipinya yang merona setelah mendapat kecupan basah di kening dari sang suami.


Tawa menggelegar dari seisi ruangan. Lalu acara pun berlanjut dengan acara makan-makan dan ramah tamah antar tamu. Ratu memeluk erat tubuh Paris kala ia mendekati adik sepupunya itu.


“ Entah aku harus bilang apa ke kamu. Apakah ucapan selamat, atau apa. Aku bingung, Paris. “ ucap Ratu di sela-sela pelukannya.


“ Doakan saja aku kuat menjalani semua ini, kak. “ jawab Paris.


“ Aku pasti doakan yang terbaik untuk kamu, adikku tersayang. “ sahut Ratu, lalu mereka saling cipika cipiki.


“ Teman-teman kamu udah pada nungguin tuh. “ ucap Ratu.


“ Iya. “ jawab Paris sambil mengangguk. “ Tapi Edo nggak bisa datang, kak. Dia bilang tadi nggak akan sanggup lihat kakak tunangan sama laki-laki lain. “ goda Paris.


“ Iya. Kak azkara juga sepertinya tidak datang karena tidak sanggup melihat gadis yang dia cintai di nikahi laki-laki lain. “


“ Kalau biarlah kak. Aku tidak ingin mengingatnya. Terserah dia mau apa. “ ucap Paris masih sedikit kesal karena Azkara tidak mau menolongnya. “ ya udah, akun ke mereka dulu ya kak. “ pamit Paris, dan di jawabi anggukan oleh Ratu.


Paris lalu berjalan sambil mengangkat sedikit gaunnya dengan kedua tangannya karena merasa gaun itu menghambatnya ketika berjalan.


“ Halo, epribadeehhhh…. “ sapa Paris dengan suara lantangnya. Membuat orang-orang yang ada di ruangan itu menoleh ke arahnya. Bryan dan keluarga besar Adiguna hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkat Paris.

__ADS_1


Kevin, Jojo, dan Agus segera menoleh bersamaan ke arah Paris yang sudah merentangkan kedua tangannya ke arah mereka. Dan spontan, mereka juga merentangkan kedua tangan mereka ke arah Paris. Tak lama, Paris menghambur ke arah mereka dan mereka berpelukan sesaat, sebelum Agus tersadar terlebih dahulu jika ada seorang yang tengah menatap mereka tajam.


“ Guys, sepertinya udahan deh pelukannya. Ada yang marah tuh. “ ucap Agus sambil menunjuk ke arah Agam dengan sudut matanya. Spontan, Kevin dan Jojo juga segera melepas pelukannya.


“ Lupa kita kalau lo udah ada yang ngeklaim hak milik. “ ujar Kevin.


“ Di kata gue tanah gusuran. “ sahut Paris sambil cemberut.


“ Tuh mulut kagak usah di monyongin gitu napa elah. “ protes Jojo.


“ Habis kesel gue sama lo pada. Katanya temen… Katanya sahabat… Eh, giliran sahabatnya butuh bantuan lo pada kemana? “ protes Paris.


“ Ya sorry, Ris. Bukannya kita-kita nggak mau pada nolongin lo. Lo gila aja minta tolongnya kagak tanggung-tanggung. Mana berani kita-kita bawa kabur lo. Yang ada kita bisa masuk bui gegara dapet tuduhan nyulik calon manten. “ elak Jojo.


“ Masih mending masuk bui. Gue takutnya, kita bakalan di bedah sama bokap lo. Ngeri kan tuh, kita kehilangan hati kita. “ lanjut Kevin.


“ Kalian terlalu parnoan jadi orang. Mana ada bokap gue bedah perut lo. “


“ Udah sih Ris. Terima aja nasib lo. Lagian si Agam juga cakepn kok anaknya. Baik lagi. “ ujar Agus.


“ Cakep sih cakep. Baik sih baik. Tapi gue sebel banget tahu nggak. Gara-gara dia gue harus merelakan hidup gue nikah muda. Kalau gue nggak mau nikah sama dia, gue nggak bakalan bisa barengan sama kalian lagi pas kuliah. “ oceh Paris. “ Eh, tapi… Kalian tetep di rencana awal kan ya? Kita kuliah di Surabaya ambil jurusan pilot? “ tanya Paris sambil menunjuk teman-temannya satu persatu.


“ ya iyalah. Kapan lagi gue punya kesempatan deket sama pramugari-pramugari yang kece-kece kalau gue nggak jadi pilot. “ sahut Kevin.


“ Dasar buaya darat, lo. “ seru agus sambil menoyor kepala Kevin. “ Eh, tapi sepertinya Azkara berubah pikiran deh. Kemarin dia bilang dia mau kuliah di luar negeri. “ lanjutnya. Dan percakapan merekapun terus berlanjut. Paris sama sekali tidak mengingat suaminya sama sekali. Padahal Agam sedari tadi selalu melirik ke arahnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2