Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Mengompori


__ADS_3

" Hai, Queen.. " sapa Arvin kala melihat Ratu baru masuk ke dalam rumah dari pintu samping.


" Ab-abang... Ngapain kesini? " tanya Ratu dengan nada ketus. Ia cukup terkejut bertemu dengan sang abang tersayang di rumahnya malam-malam begini.


" Abang kangen sama rumah. Abang kangen sama Daddy, mommy, Danique juga kamu tentunya. Jadi malam ini, Abang akan menginap di sini. " jelas Arvin. Setelah mendapatkan lampu hijau dari sang mommy dan Daddy El, Arvin mengambil langkah lain. Ia akan sering datang ke rumah ini dan bersikap seperti dulu untuk mengambil hati Queen nya kembali.


Tanpa menghiraukan jawaban Arvin, Ratu meninggalkan Arvin menuju ke ruang makan karena sekarang sudah saatnya makan malam.


' S***! Kenapa Abang malah jadi menginap di sini sih? Jadi susah buat menghindar kan... Gimana kabar hati juga jantungku kalau aku harus sering ketemu abang seperti ini. ' teriak Ratu dalam hati.


Sedangkan, berbeda dengan isi hati Arvin yang sangat senang. ' Kamu akan segera kembali ke dalam pelukanku, Queen. Pertarungan yang sebenarnya baru di mulai. ' batin Arvin.


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐Ÿ“ฉ Let's begin the show..


Kevin mengetikkan sesuatu di grup chatnya " Perantau ". Setelah mengetik kata-kata itu, ia menyeringai tipis sambil melirik ke arah seseorang yang sedang duduk di sampingnya sambil termenung alias melamun.


Klunting... Klunting... Klunting...


Ponsel beberapa orang laki-laki yang sedang duduk bersamanya berbunyi bersamaan. Lalu mereka membuka ponselnya masing-masing.


๐Ÿ“ฉ Bagaimana kalau kita bertaruh? tulis Jojo.


๐Ÿ“ฉ Mau bertaruh apa lo? Sem*pak lo? ๐Ÿฅด. Sahut Edo.


๐Ÿ“ฉ Lo mau gue kasih daleman gue? Kalau Lo mau, sok atuh... ๐Ÿคจ jawab Jojo.


๐Ÿ“ฉ Kagak usah pada ribut Napa sih? Kalau mau bertaruh, semua juga bakalan bertaruh hal yang sama. Kevin menimpali.


๐Ÿ“ฉ Malah pada ribut... Ini kapan aku mulainya???? Kini Agam yang menulis.


๐Ÿ“ฉ Nggak sabaran banget sih lo... Kayak mau di kawinin aja. Tunggu bentar. Biar suasana di sini kondusif dulu. Yang penting Lo udah stand by di tempat sesuai rencana kita. Jawab Kevin.


๐Ÿ“ฉ Dari tadi juga aku udah stand by di sini. Sampai pegel. Sumpah ya... Kalian kenapa musti milih nih orang sih yang buat lawan main aku? Kalian tahu kan, gimana sikap nih orang sama aku? Sumpah ya... Risih banget kalau lama-lama. Agam menjawab.


๐Ÿ“ฉ Sengaja... Biar bisa natural karena dia emang suka sama elo. ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ Kevin menjawab.


๐Ÿ“ฉ ๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜ก. Agam hanya mengirim emoticon kesal di chat.


" Jo, gue laper nih .. Masak iya Lo punya tamu gini di anggurin sih. " celetuk Edo.


" Haiss... Lo pikir ini di rumah? Minta di kasih suguhan. " protes Jojo.


" Ya elah... Kan di kampus lo ada kantinnya. Ajakin kita ngopi di kantin kek. "


" Ck. " Jojo pura-pura berdecak. Ia melirik ke arah Paris yang masih saja diam. Padahal biasanya anak itu paling ramai. " Ayoklah kalau gitu. Kita ke kantin. "


" Nah, gitu dong. Kan jadi semangat nih. Siapa tahu ada yang bening. " sahut Kevin sambil berdiri dari duduknya penuh semangat.


" Ada. Kalau lo mau yang bening. Banyak. Teh Ipah punya stok banyak. Ada sayur bayam, sayur asem, sayur sawi, sayur sop. Semuanya di bikin bening semua sama teh Ipah. " sahut Jojo.

__ADS_1


Pletak


Kevin menonyor kepala Jojo. " Cewek woy.. Maksud gue. " pekik Kevin di dekat telinga Jojo.


" Sakit Pe'a! Pengang juga telinga gue. Kalau gue jadi bude*, tanggung jawab ya Lo. " sahut Jojo sambil berjalan dan menunjuk ke muka Kevin.


" Iya, lo tenang aja. Entar gue ganti sama telinga kambing. " ujar Kevin sambil merangkul pundak Jojo dan menaik turunkan alisnya. Mereka berjalan menjauh dari tempat mereka duduk tadi bersama dengan Edo yang mengikuti mereka dari belakang. Saking asyiknya bercanda, mereka malah melupakan satu sohibnya yang masih setia dengan lamunannya.


" Eh, kayaknya ada yang kelupaan deh. " ucap Jojo sambil menghentikan langkahnya. Diikuti dengan kedua sahabatnya yang lain.


Jojo membalikkan badannya menghadap ke belakang, lalu menepuk jidatnya sendiri kala menyadari sesuatu. Di iringi dengan Kevin juga Edo.


" Ngapain tuh anak? Dari kemarin galau mulu. Hah ! " gumam Kevin.


" Awas tangan lo. Biar gue samperin dia. " ucap Jojo sambil menjauhkan tangan Kevin yang melingkar di pundaknya.


Jojo lalu kembali ke tempat mereka duduk tadi.


" WOYYY... ! " teriak Jojo yang pastinya mengejutkan Paris. " Bengong mulu. "


" Hah! Sumpah, ngagetin gue aja lo. " protes Paris sambil memegangi dadanya.


" Lo kalau kabanyakan bengong di sini, bisa kesambet se*tan lo. Pohon segede gini, biasanya banyak penunggunya. " kelakar Jojo.


Spontan saja Paris berdiri dari duduknya dengan terburu-buru.


" Jangan suka nakut-nakutin gue lo. " protesnya.


" Lagian lo bengong aja. Ngelamunin apaan Lo? " tanya Jojo.


" Serah elo deh. " sahut Jojo sambil berbalik meninggalkan Paris.


" Eh, mau kemana Lo nggak ajak-ajak? " teriak Paris. Lalu ia melihat ke sekitarnya. " Eh, pada kemana nih? "


" Noh.. " jawab Jojo sambil menunjuk ke arah Kevin dan Edo yang berada lumayan jauh darinya. Jojopun terus berjalan.


" Kok gue di tinggalin sih! " pekik Paris. " Dasar teman lucknut kalian!! "


" Makanya jangan suka melamun. Di tinggalin kan jadinya. " sahut Jojo.


Paris tidak menanggapi, tapi ia berlari kecil mendahului Jojo dan menghampiri kedua temannya yang sudah berada di depan.


Jojo hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Paris. Sampai di depan, Paris langsung menonyor Kevin dan Edo, lalu menjepit leher keduanya bersamaan dengan ketiak Paris.


Akhirnya mereka berjalan berempat menuju ke kantin kampus dengan saling bercanda, mengejek, dan berbincang ala mereka.


Sampai di kantin, mereka masih tetap ramai bercanda dan saling mengejek. Dan pemandangan itu tak luput dari perhatian seseorang.


' Kenapa kamu tidak bisa seperti itu jika bersamaku? ' tanya hati Agam.


Lalu Paris and the geng duduk di salah satu bangku kosong yang ada di kantin.


" Eh, itu kan si Agam. " gumam Edo sengaja dengan nada suara sedikit keras supaya Paris mendengar.


Jojo, Kevin, dan juga Paris menoleh bersamaan ke arah bangku di mana Agam sedang duduk berhadapan dengan seorang gadis cantik yang seksoy tentu saja. Agam yang tadinya sedang memperhatikan mereka, seketika langsung berpura-pura tidak mengetahui keberadaan Paris di sana.

__ADS_1


Hati Paris tercubit. Terasa sakit tapi Paris tidak mengerti mengapa hatinya terasa pedih saat melihat suaminya sedang duduk berdua dengan seorang gadis.


" Siapa tuh yang lagi sama Agam, Jo? Cantik dan seksoy bener. " celetuk Kevin.


" Iya tuh. Berduaan lagi. " tambah Edo semakin memanas-manasi keadaan sambil melirik ke arah Paris yang mukanya sudah memerah.


" Kayaknya itu sih teman satu kelasnya si Agam. Jelas dia cantik dan seksoy. Dia kan primadonanya fakultas ekonomi. Menurut gosip yang beredar, tuh anak naksir sama si Agam. " jawab Jojo


Paris merasa semakin panas mendengar ucapan Jojo. Ia melirik ke arah Agam. Terlihat gadis yang bersama Agam itu berusaha memegang lengan Agam. Meskipun berkali-kali Agam menghindar, tapi tetap saja Paris merasa kesal. Ia bahkan sudah mengepalkan tangannya ingin rasanya menghabisi gadis sok cantik itu.


" Eits, kenapa lo mesti bilang kalau gadis itu suka sama Agam? Ingat lo Jo, di sini ada bininya. " sahut Edo.


" E lah. Cuma berita gitu doang mah santai buat si Paris. Dia juga nggak cinta sama lakinya ini. Kalau si Paris tuh suka sama lakinya, baru deh dia cemburu. Lah, dia kan nggak. So, santai aja.... Iya nggak Ris? " Jojo sengaja mengompori Paris.


" Hem . " sahut Paris dengan deheman.


Edo, Kevin, dan Jojo melipat bibir mereka kedalam guna menahan supaya tidak tertawa melihat raut wajah Paris.


" Dih, tuh cewek berani banget godain si Agam. " ujar Edo semakin memanasi Paris.


" Agam kayaknya nggak tahu deh kalau ada bininya di sini. " tambah Kevin.


Suasana terasa semakin panas dan mencekam di sekitar Paris. Matanya sesekali melirik tajam ke arah Agam yang masih berbincang dengan gadis yang di sebutkan oleh Jojo tadi.


Kreeekkk


Paris memegang sendok yang ada di tangannya sambil menimbulkan suara yang membuat para sahabatnya menoleh ke atas meja. Dan seketika, mereka sama-sama menelan salivanya kasar. Sendok yang berada dalam genggaman tangan Paris, menjadi bengkok karena di remas oleh Paris.


Klotak


Paris membuang sendok itu ke atas meja dengan kasar. Ia segera mengambil tas ranselnya, meraih kunci motor Edo yang berada di atas meja, lalu berjalan melompati bangku panjang tempatnya duduk tadi.


Paris berjalan dengan raut wajah yang memerah menahan amarah, ia sengaja berjalan lewat dekat bangku Agam dan gadis itu duduk. Dengan sengaja, Paris mengayunkan tas yang tadi berada di pundaknya, sengaja mengenaik kepala gadis yang duduk bersama Agam.


" Au... S*@lan!! " pekik gadis itu sambil mengusap kepalanya yang terkena tas. Tapi Paris tidak peduli dengan umpatan gadis itu. Ia tetap berjalan melewati dua orang itu.


" Halo. " sapa Agam setelah menerima panggilan dari ponselnya dengan mata yang tidak lepas menatap Paris yang sudah berlalu.


" Lo kenapa masih bengong di situ? Bini lo udah keluar tanduknya. Fix, bini lo cemburu. Sekarang misi kita selesai. Dan selanjutnya, lo urus sendiri bini lo. "


Tut... Tut... Tut...


Panggilan di akhiri sepihak oleh Edo. Secepat kilat, Agam berdiri dari duduknya dan mengejar Paris meninggalkan gadis yang cantik tadi sendirian dan tidak memperdulikan teriakan sang gadis yang memanggi-manggil namanya tadi.


" Agaaammm... " teriak gadis itu sambil berdiri hendak mengejar Agam. Tapi keburu di hadang oleh Edo and the geng.


" Duduk saja di sini dengan kami, nona. Jangan mengejar dia. Karena dia harus menjinakkan singa betinanya. " ujar Kevin.


Gadis itu mengernyitkan dahinya tidak mengerti ucapan Kevin.


" Sepertinya nona belum tahu. Gadis tadi itu, yang memukul nona dengan tasnya, adalah istri sahnya si Agam. Jadi nona sebaiknya jangan berharap untuk mendekati Agam. Karena dia sudah di stempel sah oleh pemiliknya. Mending nona pilih salah satu dari kita aja yang jelas belum hak milik. " lanjut Edo.


" Apaan sih. " ujar gadis itu kesal sambil pergi meninggalkan mereka.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2