
Satu tahun kemudian
Tak terasa kini sudah satu tahun usia pernikahan Agam dan Paris, dan berarti sudah satu tahun juga kepergian Arvin dari Indonesia. Dan selama itu pula antara Arvin dan juga Ratu tidak saling memberi kabar. Bahkan kini Ratu telah lulus dari sekolah putih abu-abunya. Ratu berencana akan melanjutkan pendidikan S1 nya di London. Ia akan memberi kejutan untuk Arvin dengan datang dan kuliah di sana. Tapi sayangnya, sang Daddy dan mommy tidak memberinya ijin.
“ Ayolah Dad… Mom… Kak…. “ rengek Ratu.
“ NO ! “ jawab mereka bertiga bersamaan.
“ Ahhh…Mommy, Daddy sama kakak nggak asyik. “ ucap Ratu sambil cemberut dan merajuk.
“ Sayang… Kuliah di sini juga bagus. Kakak saja yang anak laki-laki kuliah di dalam negeri. Masak kamu yang perempuan malah mau jauh dari kami sih ? “
“ Mom…Kalau kak Dan sampai kuliah di luar negeri itu berbahaya. Dia bukan Cuma jadi kadal darat. Tapi bisa-bisa beneran menjadi buaya darat. Apalagi kalau lihat bule-bule yang seksoy dan bahenol. Di Indo aja yang lihat cewek-cewek rata aja matanya jelalatan. “ ledek Ratu sambil melirik ke arah Danique. Dan mendengar ucapan asal dari adiknya, Danique langsung menatap tajam ke arah adiknya.
“ Jangan asal bicara kamu ya. Kakak juga tahu maksud kamu mau kuliah di London. Bilang aja kamu mau nyusulin abang. “ sahut Danique. “ Makanya kakak nggak bakalan kasih ijin. Bisa bahaya. Kalau kalian ngapa-ngapain di sana, nggak ada yang jagain kamu. “ lanjut Danique.
“ Kakak kamu bener, sayang. “ sahut Seno.
“ Ratu nggak bakalan macem-macem di sana Daddy. Kan ada abang di sana yang bakalan jagain Ratu. “ kekeh Ratu.
“ Justru karena ada bang Arvin di sana Ratuuuu… “ ucap Danique gemas.
“ Yaaa…. Terus apa salahnya? Selama ini abang selalu jagain Ratu kok. Dan Ratu selalu baik-baik aja. Apalagi abang kan cinta sama Ratu. Jadi pasti abang bakalan jagain Ratu lebih serius lagi. “ bela Ratu.
“ Justru itu masalahnya yang buat Daddy sama mommy khawatir, dasar polosssss…. “ pekik Danique. “ Nih ya, kakak jelasin biar kamu ngerti. Soalnya kakak yakin, kalau Daddy sama mommy pasti bakalan susah jelasin ke kamu. “ lanjut Danique sambil mengubah posisi duduknya menjadi lebih serius.
__ADS_1
“ Kalau misalnya abang nggak cinta sama kamu, Daddy sama mommy pasti nggak bakalan terlalu khawatir karena bang Arvin pasti bisa jagain kamu. Tapi sekarang karena bang Arvin itu cinta sama kamu, justru itu yang Daddy sama mommy juga kakak khawatirin. “ lanjut Arvin.
“ Kok bisa? Ya nggak mungkin lah. Abang pasti justru bakalan jagain Ratu lebih baik karena abang cinta sama Ratu. “ sahut Ratu dengan cepat memotong penjelasan kakaknya.
“ Ratu sayang, adik kakak yang paling bawel… Kakak belum selesai jelasin. Jangan suka memotong. Jadi gagal paham kan? “ ujar Danique kesal. Dia menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa. Sedangkan Seno dan Armell hanya menjadi pendengar yang baik untuk anak-anak mereka sambil sesekali terkekeh.
“ Ya udah sih, tinggal di terusin. Nggak usal pakai ngomel- ngomel kayak emak-emak rempong noh di perumahan sebelah. “ ledek Ratu.
“ Hisss… Kamu tuh ya kalau di kasih tahu malah asal ngejeplak. Nih, gegara keseringan barengan si Paris nih… makanya suka asal bicara. “
“ Emang kenapa kalau Ratu sering barengan Paris? Sama saudara ini. Bukan sama emak-emak rempong yang suka godain kakak tuh di depan gang. “ bela Ratu. “ Ishhh jadi kangen kan sama Paris… “ gerutu Ratu.
Memang semenjak Paris kuliah di Paris, mereka jadi jarang sekali bertemu. Paris hanya akan pulang ke ibukota dua bulan sekali. Itupun di bagi, karena Paris juga harus ke rumah keluarga suaminya.
“ Iya nih kakak ah. Jangan bikin Ratu baper karena keingat Paris deh ah. Mending sok atuh di lanjut menjelaskannya. “ pinta Ratu.
“ Jadi gini Ratuu.. adik kakak yang paling cantik.. Kalau kamu di London dengan abang, laki-laki yang mencintai kamu, justru yang paling di khawatirkan itu ya abang sendiri. Karena di antara dua orang yang saling jatuh cinta itu, setan yang tidak terlihat yang paling berbahaya. “ jelas Danique.
Tapi Ratu malah hanya terbengong, tanda belum memahami ucapan dan penjelasan sang kakak. “ Ratu nggak ngerti deh kak. “ ujarnya.
Danique menghela nafas berat. “ Ratu, kalau kamu sama bang Arvin, terus tiba-tiba bang Arvin na*su sama kamu, bukankah itu berbahaya? “ ucap Danique.
Ratu mengerjab-ngerjabkan matanya berkali-kali. “ Kakaaaaakkkk…. “ teriak Ratu. “ Abang nggak mungkin seperti itu. Abang kan cinta sama Ratu. Nggak mungkin abang tega merusak Ratu. “
“ Yang namanya udah na*su, mata itu gelap. Bisa jadi dia nggak ingat siapapun. Makanya Daddy sama mommy nggak ngijinin kamu buat kuliah di London. “ jawab Danique.
__ADS_1
“ Beneran Dad? Mom? “ tanya Ratu.
“ He em. “ sahut Seno sambil mengangguk.
“ Hah. “ Ratu menghela nafas berat. “ Ya udah deh. Ratu nggak jadi kuliah di London. Ratu kuliah di universitas yang sama kayak kakak aja kalau gitu. “ ucapnya selanjutnya.
“ Bagus. “ ucap Seno sambil mengangguk-anggukkan kepalanya dan mengelus kepala sang putri yang duduk di antara dirinya dan istrinya.
Sedangkan di belahan dunia yang lain, Arvin kembali termenung dan melamun. Ia duduk di taman di samping rumah Daddy Robertnya.
“ Anak daddy kok tiap hari kerjaannya melamun saja. Kerjaan di kantor jadi ikut-ikutan nggak beres. “ ucap Robert yang baru datang menghampiri putranya yang sedang melamun.
“ Ah, I am sorry, Dad. “ jawab Arvin sambil sedikit terkejut dengan kedatangan Daddynya yang tiba-tiba.
“ Kamu sekarang sedang liburan bukan? Musim dingin sudah tiba. Kenapa tidak datang ke Indonesia saja? Mama kamu pasti sangat merindukanmu. Keluargamu yang lain juga. Apalagi kekasihmu. “ usul Robert.
“ Arvin juga sangat merindukan Indonesia Dad. Arvin merindukan mama. Tapi untuk datang kesana, hati Arvin masih belum berani. “ sahut Arvin.
“ Nak, kenyataan itu harus di hadapi. Bukan malah bersembunyi seperti ini. Pulanglah nak. Meski hanya sebentar. Kasihan keluarga kamu yang di sana. “
“ Kalau Arvin pulang ke Indonesia, lalu bagaimana dengan Daddy? Daddy akan sendirian di sini. “
Robert menggeleng pelan. “ Daddy sudah biasa hidup sendiri, Son. Dan lagi juga, kamu juga akan kembali kesini kan? Tidak selamanya kamu meninggalkan Daddy sendirian di sini. “ ucapnya. “ Hah. Lagian kalau kamu tidak segera pulang ke Indonesia, pekerjaanmu akan semakin berantakan. “ lanjutnya. “ Jadi, sebaiknya kamu pulanglah ke Indonesia. Selesaikan masalah yang kamu tinggalkan di sana. “ lanjut Robert lagi sambil berdiri dan menepuk pundak Arvin. Lalu meninggalkan Arvin sendirian kembali.
Bersambung
__ADS_1