
Paris dan Ratu sedang jalan-jalan berdua tanpa suami mereka di sebuah pusat perbelanjaan. Usia kandungan mereka sudah memasuki usia tujuh bulan sekarang.
Di usia kandungan sang istri memasuki tujuh bulan, Arvin memutuskan untuk menetap di Indonesia sementara waktu. Ia melakukan perkuliahan secara online. Dan mengerjakan semua pekerjaan dengan online juga.
Begitu juga dengan Agam. Ia mengajukan cuti kuliah selama satu semester. Dan sang kakek, menyuruhnya melakukan pekerjaannya dari Jakarta juga. Jadi baik Agam maupun Arvin, sama-sama bisa selalu berada di dekat istri - istri mereka menjadi suami siaga.
Tapi pagi ini, kedua laki-laki itu tidak bisa menemani para istri untuk hang out di mall. Kebetulan mereka berdua punya pekerjaan yang sama-sama tidak bisa mereka tinggalkan.
" Ris, kita mau kemana dulu nih? " tanya Ratu.
" Muter-muter aja dulu kak. Kita lihat baby shop yang banyak baju-baju lucunya. " jawab Paris.
Ratu mengangguk, lalu mereka berjalan menuju lantai tiga mall di mana baby shop terlengkap berada.
Dua perempuan muda dengan perut sama-sama buncit, berwajah cantik, yang satu terlihat blasteran dengan rambut berwarna coklat keemasan, bermata biru, dan yang satu lagi, berwajah agak blasteran, tapi tak kalah cantik dan berambut panjang. Dengan warna mata kecoklatan. Mereka berdua menjadi bahan cuci mata orang-orang yang berada di sana.
Ada yang mengatakan jika mereka terlalu muda untuk menjadi seorang ibu, ada yang mengatakan jika ingin punya istri seperti mereka, dan masih banyak lagi.
" Kak, ayo kita ke toko itu. Sepertinya baju-baju bayinya lucu-lucu. " ajak Paris.
" Ayok. " sahut Ratu lalu mereka bergandengan tangan memasuki baby shop itu.
Setelah memasuki baby shop itu, mereka berpencar untuk melihat dan mencari apa yang mereka inginkan.
" Halo, nona. " sapa seorang laki-laki ke Ratu. Seorang laki-laki yang tampan dan gagah.
" Iya, tuan. Ada apa ya? Apa anda mungkin mengenal saya? " tanya Ratu.
" Ah, tidak... Tidak... Kita tidak saling mengenal. Maaf, saya hanya ingin meminta tolong saja sama nona. " sahut laki-laki itu.
" Oh.. Mau minta tolong apa ya? " tanya Ratu.
" Mmmm... Jadi begini. Saya mau mencari kado buat keponakan saya yang baru lahir. Tapi karena saya belum berpengalaman dengan bayi, saya bingung mau membelikan apa. Mungkin nona bisa membantu saya. " ujar laki-laki itu.
" Oh, bisa. Mmm... jenis kelamin keponakan anda laki-laki apa perempuan ya? " tanya Ratu.
" Laki-laki. " jawab laki-laki itu.
" Baiklah.... " ucap Paris. " Kita lihat dulu... " lanjutnya sambil mulai berjalan menelusuri lorong-lorong rak perlengkapan bayi. Dan laki-laki tadi, mengikutinya dari belakang sambil sesekali memulai pembicaraan.
" Sudah berapa bulan kandungannya? "
" Masuk tujuh bulan. " jawab Ratu sambil masih fokus memilih kado untuk laki-laki itu.
__ADS_1
" Menikah muda? " tanya laki-laki itu lagi .
" Iya. " jawab Ratu sambil mengangguk.
" Nona sendirian aja ke sini? Tidak di temani suami? " tanya laki-laki itu lagi.
Ratu menggeleng, " Suami saya sedang ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan. Dan saya kesini tidak sendirian, tuan. Saya kesini sama sepupu saya. " jawabnya.
" Ja- "
" Nah, ini sepertinya cocok buat keponakan kecil anda tuan. " potong Ratu sambil memperlihatkan satu set baju bayi laki-laki yang sangat lucu dan satu set perlengkapan bayi.
" Ah, iya. Anda benar sekali nona. Ini memang sangat tepat. Anda cepat sekali menemukan kado yang pas. Tidak salah saya meminta bantuan anda. " sahut laki-laki tampan itu sambil mengambil barang yang Ratu pilihkan tadi. Wah, niat hati ingin berbincang dan ngobrol lebih lama dengan Ratu, gagal deh. Laki-laki itu hanya menelan salivanya kesal.
' Mungkin memang gue nggak di perbolehkan mendekati seseorang yang sudah menjadi milik orang. ' keluh laki-laki itu dalam hati.
" Kak.... " panggil Paris.
" Iya Ris. Aku di sini. " jawab Ratu. Dan muncullah Paris dari balik rak baju di sebelah.
" Kakak sudah dapat baju-bajunya? " tanya Paris.
Ratu menggeleng. " Baru juga dapat ini. " ungkap Ratu sambil menunjukkan beberapa potong baju bayi di tangannya. " Kamu gimana? " tanyanya.
" Mungkin sebaiknya besok-besok kita kesini lagi sama suami kita. Biar ada yang bantuin milih. " tambah Paris.
" Iya. Sekalian biar ada yang bantuin bayarin. " tambah Ratu.
" Ha... Ha... Ha... " Paris dan Ratu tertawa terbahak-bahak bersamaan. Membuat laki-laki tampan yang tadi meminta bantuan Ratu ikut tersenyum melihat tingkah Paris dan Ratu. Dua perempuan yang masih sangat muda, cantik, dan dengan perut yang sama-sama buncit. Sangat lucu dan menggemaskan.
" Mau saya bayarin sekalian belanjaan kalian? " tanya laki-laki itu menawarkan diri.
Ratu dan Paris langsung sama-sama kicep. Mereka memandang laki-laki itu bersamaan.
" Ah, tidak usah tuan. Terima kasih. Tadi kami hanya bercanda. Suami kami sudah memberikan kartu kredit mereka buat kami belanja. " tolak Ratu halus.
" Kami permisi dulu, tuan. " pamit Ratu. Setelah laki-laki itu mengangguk, Ratu segera berlalu diikuti oleh Paris. Paris juga sempat menyapa laki-laki itu dengan senyuman dan sedikit membungkukkan tubuhnya.
" Siapa tadi kak? Lumayan ganteng. " ujar Paris.
" Hus. Kalau dengar suami kamu, tahu rasa kamu. " jawab Ratu. " Dia tadi minta tolong sama aku buat milihin kado buat keponakannya yang baru lahir. " lanjutnya.
Paris tersenyum cengengesan. Lalu ia membayar baju bayi yang ia ambil tadi dengan kartu yang Agam berikan.
__ADS_1
Setelah selesai membayar, Paris dan Ratu sama-sama keluar dari dalam baby shop.
" Paris, aku lapar. " ujar Ratu sambil mengelus perutnya.
" Sama. Aku juga sangat lapar. Kita cari makan dulu si resto bawah aja. " ajak Paris. Dan Ratu mengangguk. Lalu mereka berdua turun ke lantai paling bawah menggunakan eskalator, sambil bercanda dan ketawa ketiwi.
Saat tiba di lantai satu, Paris dan Ratu segera menuju ke sebuah restoran yang menjadi tujuan mereka. Melihat tempat duduk di dekat jendela kosong, mereka langsung menuju kesana. Seorang pelayan mendatangi mereka dan menanyakan pesanan mereka.
Sambil menunggu pesanan mereka datang, mereka kembali berbincang dan bercanda.
" Nona.... " sapa seseorang.
Ratu dan Paris menoleh bersamaan.
" Tuan. " sapa Ratu. Ternyata laki-laki yang meminta tolong kepadanya tadi baru memasuki restoran dan melihat Ratu.
" Ah, boleh saya ikut duduk di sini? Mmm... Maaf, bukan maksud saya mengganggu atau apa. Cuma... Saya agak malas kalau harus duduk sendiri. Saudara saya katanya mau datang kesini, tapi sampai sekarang belum datang juga. " ucap laki-laki itu.
Ratu dan Paris saling berpandangan dan akhirnya mereka mengijinkan laki-laki itu duduk bersama mereka.
" Terima kasih sudah mengijinkan saya ikut bergabung. Saya sebenarnya baru datang ke negara ini kemarin. Jadi saya masih agak tidak mengerti dengan negara ini. " ucap laki-laki itu. " Jadi saya meminta saudara saya untuk menjemput saya di sini. "
" Memang tuan bukan asli Indonesia? " tanya Paris .
" Orang tua saya asli orang Indonesia. Tapi mereka pindah tinggal di Australia dan menjadi penduduk tetap di sana. " jawab laki-laki itu.
Paris nampak manggut-manggut mendengar jawaban dari laki-laki itu.
" Oh iya. Dari tadi kita sudah mengobrol, tapi belum saling mengenal. Kenalkan, nama saya Richi. " laki-laki itu mengulurkan tangannya ke Ratu dan Paris untuk memperkenalkan diri. Dan Paris juga Ratu menyambut uluran tangan Richi sambil menyebutkan nama mereka.
" Kak... " panggil seorang laki-laki yang baru datang dan menghampiri mereka.
" Az... Lama banget sih. " ujar Richi ke laki-laki yang baru datang tadi.
" Azkara... " panggil Paris saat ia menoleh dan melihat Azkara ada di sana.
" Paris... Kok... " ujar Azkara sedikit bingung dengan situasi itu.
" Kamu kenal sama nona Paris? " tanya Richi. Azkara duduk di sebelahnya.
" Kenal banget. Dia itu cewek yang pernah gue ceritain ke elo. " bisik Azkara di telinga Richi. Ternyata, Richi adalah saudara Azkara. Richi mengulum senyumnya mendengar bisikan Azkara. Ingin tertawa, tapi khawatir di sangka nggak waras.
Nah, guyssss..... Bagaimana cerita hari ini???? Kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya????
__ADS_1
Jangan lupa, klik tombol LIKE.... oke .. Jempol mana Jempoooolllll.....