
Malam ini adalah malam minggu. Arvin menjemput Ratu dan ia ajak pergi jalan-jalan. San Daddy dan sang mommy yang tidak merasa curiga dengan hubungan mereka berdua, memberi ijin begitu saja.
“ Kita mau kemana bang? “ tanya Ratu saat dirinya dan Arvin sudah berada di dalam mobil Arvin. Ratu sedang mengenakan seatbeltnya, tapi Arvin segera meraih seatbelt Ratu dan memasangkannya.
“ Makasih abang. “ ucap Ratu. Uhhhh…so sweeeeettt….
“ Sama-sama. “ jawab Arvin dengan senyuman yang selalu tersungging. Ia mulai menjalankan kobilnya perlahan keluar dari pekarangan rumah Ratu.
“ Gimana kalau kita nonton? Pas ini waktunya. Kita nonton yang jam 4. Selesai jam 6, bisa langsung sholat magrib. Habis itu kita makan malam, terus kita jalan-jalan ke taman kota mungkin. “ ucap Arvin sambil tetap menatap lurus ke depan.
“ Boleh. Mmmmm…Kita mau nonton film apaan? Emang ada yang baru? “ tanya Ratu.
“ Kamu maunya nonton film bergenre gimana? Romance, horor, action, india? “
“ Mmmmm…Horor. “ jawab ratu yakin.
“ Yakin mau nonton horror? Nggak takut? “ tanya Arvin sambil menoleh ke arah Ratu sebentar.
“ Nggak ya. Kalau si Paris baru tuh takut film horror. Kalau Ratu mah nggak. “
“ Ya udah kita nonton horror. Entar kalau takut, tinggal peluk abang aja. “ goda Arvin sambil menoel dagu Ratu.
“ Hissshh…itu sih maunya abang. “ protes Ratu sambil menepis tangan Arvin. Dan Arvin menanggapinya dengan kekehan.
Sedangkan Paris yang hari itu baru keluar dari rumah sakit, kini sedang berada di rumahnya. Di sana semua teman-teman dekat Paris berkumpul.. Mereka menjenguk Paris yang baru keluar dari rumah sakit. Beberapa kotak Pizza, ayam krispi, dan berbagai snack ringan tersaji di atas meja ruang keluarga di rumah Paris. Bryan dan Pipit sengaja menyiapkan semuanya untuk teman-teman Paris. Tapi Agam tidak ada di sana. Karena papa sama mamanya masih berada di jakarta, jadi Agam tidak bisa kemana-mana
“ Bokap sama nyokap lo tahu aja kalau gue lagi laper. “ celetuk Jojo. Ia pun mencomot sepotong pizza tanpa menunggu di persilahkan.
Agus menepuk punggung tangan Jojo. “ Eh, jangan celamitan jadi orang. Malu-maluin. Kan belum di persilahkan sama yang punya rumah. “ ucap Agus.
“ Ck. Kan udah jelas ini buat kita. Buat siapa lagi kalau bukan buat kita tapi kok di taruh di depan kita? Iya kan Ris? “ ujar Jojo.
__ADS_1
“ Iya. Itu buat kalian. Udah makan aja. Habisin semua. Baiikan bonyok gue? “ ujar Paris sambil masih memakan camilan kentang krispi dan menikmati tanyangan di televisi.
“ Nah. Tuh kan boleh? “ ujar Jojo. Lalu iapun melanjutkan niatnya untuk mengambil pizza. Lalu Agus segera mengikutinya.
Plak
Jojo membalas memukul punggung tangan Agus. “ Lo ngapain ikutan ngambil? Katanya tadi malu-maluin? Celamitan? “
“ Kan udah di persilahkan sama yang punya rumah. “ jawab Agus enteng.
“ Kalian berdua ini selalu saja berisik. “ protes Kevin sambil ikut-ikutan mencomot depotong pizza.
“ Lo beneran udah baikan Ris? “ tanya Azkara yang berada di samping Paris.
Paris mengangguk, “ Iya. Gue udah baik-baik aja. Cuma …habis ini gue udah nggak boleh balapan lagi. Nyokap marah besar sama gue. “
“ Itu lebih baik. Karena lo tuh cewek. Nggak banget kalau cewek ikutan balapan liar kayak itu. “ ujar Kevin dengan mulut yang penuh dengan pizza.
Bug
“ Hidup gue hambar tahu tanpa motor kesayangan gue. Dan motor gue pasti bakalan sedih kalau dia hanya diem aja. Bisa ngambek kan dia?? Hu…Hu…Hu…” ujar Paris mendramatisir keadaan dengan berpura-pura menangis tersedu-sedu.
“ Kagak usah akting deh lo ah. Lebay banget. “ ujar Jojo menimpali.
“ Biarin sih. Sirik lo? Sirik tuh btanda nggak mampu. “
“ Ya iyalah gue nggak mampu. Gue mana bisa tuh berakting kayak lo pas kecelakaan sama pas di rumah sakit. Gue kan anak emak yang baik, jujur, rajin menabung dan suka menolong. “ seru Jojo.
Bug…Bug…Bug…
Agus, Kevin, Edo, Paris memukul kepala Jojo bergantian dengan bantal sofa. Bahkan Azkara juga ikut-ikutan. Lalu mereka tertawa bersama-sama. Sungguh indah persahabatan mereka.
__ADS_1
Di tempat lain, setelah menonton film horror, Arvin mengajak Ratu untuk makan malam. Ratu masih saja tersenyum setelah mereka sampai di sebuah restoran.
“ Udah sih nggak usah senyam senyum gitu. “ ucap Arvin sedikit kesal. Pasalnya, sejak berada di dalam gedung bioskop, sampai sekarang, Ratu masih saja menertawainya.
Arvin yang memang tidak begitu suka film horror terpaksa mengiyakan kemauan Queennya. Tidak hanya tidak suka, tapi ternyata Arvin juga takut menonton film horror. Ia yang awalnya meledek Ratu jika Ratu takut, maka ia siap untuk di peluk. Eh, ternyata justru dirinya yang memeluk tubuh Ratu erat kala para jurik keluar.
“ Maaf, abangku sayang. Habisnya mulut Queen nggak bisa berhenti senyum, abang kalau ingat yang tadi. “ sahut Ratu.
“ Ck. “ Arvin berdecak.
“ Tapi beneran sumpah deh bang. Abang ini jago beladiri. Jago berantem. Tapi kenapa mesti takut nonton film horror sih. Itu kan Cuma film abang. Kayak Paris deh. Geli tahu Queen. Apa semua orang yang jago berantem itu takut sama hantu ya? “
“ Geli Queen lihat penampilan hantunya. Geli geli ngeri gimana gitu. “ jawab Arvin.
“ Tapi kan itu Cuma akting bang. “
“ Iya Cuma akting. Tapi sumpah mirip jurik beneran. “
“ Ih, emang abang pernah lihat jurik yang asli? “
Arvin menggeleng sambil menyeruput minumannya. “ Nggak pernah. “ ucapnya setelah selesai menyeruput minumannya.
“ Abang…abang…Ada-ada aja. Perasaan Queen kenal abang udah mulai Queen baru lahir. Tapi baru hari ini Queen tahu kalau abang takut nonton film horror. Ha..ha..ha..” ujar Ratu yang di akhiri gelak tawanya.
“ Mulai deh ketawa lagi. Abang tinggalin juga kamu di sini. “ gumam Arvin kesal.
“ Isss…Gitu aja kok marah sih Bang? Maaf deh abang Queen sayang. “ ucap Ratu sambil menghentikan tawanya. Sebenarnya bukan menghentikan, tapi ia menahan tawanya. Ia tidak ingin Arvin marah kepadanya. Ratu mengelus punggung tangan Arvin supaya Arvin memaafkannya.
Tapi memang dasarnya Arvin yang tidak akan bisa marah lama-lama ke Ratu, Arvin menyunggingkan sedikit senyumannya. Tak lama kemudian, makanan yang mereka pesan datang di antar oleh pramusaji. Ratu langsung melepas tangannya dari atas tangan Arvin kala melihat pramusaji datang ke arahnya.
Bersambung
__ADS_1
Reader : Semoga hari ini upload nya nggak salah lagi genks.... 🤭😊🤭
Author : Ya nggak lah... Hari ini othor kan nggak buru - buru... jadi insyaallah, ngopy file nya udah bener... 😊😘