Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Masih cemburu


__ADS_3

" Oke. Baiklah kalau kamu memang tidak cemburu. Kalau begitu, apa aku tetap boleh dekat dengannya? " Agam menggoda Paris kembali.


Paris tidak menjawab, tapi yang di tangkap Agam, Paris meliriknya dengan tajam.


" Aku memang suami kamu. Aku memang laki-laki beristri. Tapi aku juga manusia biasa yang butuh cinta dan kasih sayang. Jika istriku memang tidak bisa memberikan cintanya kepadaku, tidak salah kan jika aku mengharapkan cinta dari gadis lain? " serang Agam. Dan sepertinya berhasil. Paris terlihat semakin kesal. Bahkan ia terlihat mengepalkan tangannya. Sedangkan Agam, tersenyum tipis melihatnya.


" Bolehkan? "


" TER... SE... RAH...!!! " jawab Paris kesal dan ketus.


" Karena kamu istriku, jadi aku tetap harus meminta ijin kepadamu jika aku akan dekat dengan gadis lain. Biar tidak selingkuh namanya. " pancing Agam kembali.


Paris tersenyum sinis. " Bukankah dari kemarin - kemarin kamu sudah melakukannya tanpa ijin dariku? Karena tadi ketahuan aja kamu pura-pura minta ijin. " jawab Paris yang entah kenapa, logat Lo gue yang selalu ia gunakan berubah menjadi kamu dan aku.


Agam pura-pura mengernyitkan dahinya tidak mengerti. " Kapan? " tanyanya.


Paris kembali tersenyum dengan sinisnya.


" Nggak usah pura-pura. Sudah satu Minggu lebih kamu tidak pernah datang ke tempatku, ke kampusku, bahkan sekedar kirim pesan aja nggak. Bukankah karena kamu sedang sibuk dengan gadis lain? " ucap Paris dengan nada menggebu-gebu.


Agam melipat kedua bibirnya ke dalam untuk menahan supaya tawanya tidak keluar. Lalu tanpa menunggu lama, Agam memeluk tubuh Paris erat sambil tersenyum bahagia. Kini, ia yakin, jika istrinya itu juga mencintainya, tapi Paris hanya sungkan untuk mengakuinya.


" Lepas ih. " pinta Paris sambil meronta. Ia tidak akan sanggup terlalu lama dalam posisi seperti ini. Karena tidak baik untuk kesehatan jantungnya. Meski sebenarnya ia sangat suka posisi ini.


" Sebentar saja. " jawab Agam sambil tetap memeluk Paris. Hari ini, ia benar-benar bahagia.


" Lepasin... " pinta Paris kembali sambil mendorong tubuh Agam. Saat pelukan itu terlepas, Agam memberikan sebuah kecupan lembut di kening Paris dengan durasi cukup lama. Kecupan yang mampu membuat Paris terdiam kaku sambil membelalakkan matanya. Dan jantungnya, jangan di tanya lagi bagaimana debaran itu begitu bertalu-talu.


" Makasih. " ucap Agam kala ia sudah selesai dengan kegiatannya mengecup kening Paris. Kini ia menatap lembut manik mata biru milik istrinya yang masih belum berkedip karena masih terkejut.


" Hei, apa matamu tidak capek? Berkediplah. " ujar Agam menyadarkan Paris. Seketika, Paris langsung mengedipkan matanya berkali-kali.


" Terima kasih banyak. " ucap Agam kembali.


" Ke-kenapa berterima kasih? " tanya Paris sambil gugup dan salah tingkah.


" Terima kasih karena kamu marah sama aku. Sekarang aku tahu bagaimana perasaan kamu ke aku. " jawab Agam dengan senyuman khasnya.

__ADS_1


" Perasaan apa? " tanya Paris sambil mengernyitkan dahinya.


Agam tidak menjawab pertanyaan Paris. Ia hanya tersenyum. Hatinya sudah cukup bahagia melihat sikap Paris hari ini. Tanpa mendapatkan ucapan dan ungkapan dari Paris, Agam sudah yakin jika istrinya itu sudah memiliki perasaan khusus untuknya. Hanya saja sifat sang istri yang keras, dan terlalu tinggi harga dirinya, membuatnya enggan mengungkapkan perasaannya. Dan sekarang, Agam bertekad akan membuat sang istri mengatakan cinta kepadanya.


" Aku mencintaimu, Paris Adorabella Ernest. Dengan segenap hatiku. " ungkap Agam dengan tatapan mata yang mampu menembus sampai ke hati Paris. Dan kembali Paris di buat salah tingkah dan jantung yang berdegup kencang.


" Woyyy... mesra-mesranya di rumah aja. " teriak Kevin yang datang bersama Edo karena Agam tadi menghubungi untuk mengambil motornya.


Spontan, Agam dan Paris menoleh ke arah jalanan. Ternyata di sana, Kevin sudah berada di pinggir jalan.


" Kunci motor gue mana? " pinta Kevin.


Agam lalu merogoh saku celananya dan mengambil kunci motor Kevin dan melemparnya ke arah Kevin.


Melihat Paris berjalan melaluinya, Agam mencekal lengannya, " Mau kemana? "


" Pulang. " jawab Paris tanpa melihat ke arah Agam.


" Pulang sama aku. " sahut Agam.


" Gue mau sama Kevin aja. Tempat kost kami searah. " tolak Paris sambil terus berjalan. Tapi... Brummm.... Kevin malah melajukan motornya.


Brummm...


" Ayo kita pulang. Nggak usah teriak-teriak. Nanti pita suara kamu bisa putus. " ucap Agam sambil menyodorkan helm milik Paris. Mau tidak mau, Paris menerimanya, memakainya, lalu naik ke atas jok motor Agam bagian belakang.


" Jangan lupa, pegangan yang kenceng kalau belum mau bertemu dan ikut malaikat Jibril. " goda Agam.


" CK. " Paris berdecak, tapi tangannya tetap melingkar di pinggang Agam. Membuat Agam tersenyum lalu menjalankan motornya menuju tempat tinggal Paris.


🌹


🌹


🌹


Sedangkan di Jakarta, Arvin setiap hari menginap di rumah Seno. Ia sudah seperti bayangan dalam hidup Ratu. Kemanapun Ratu pergi, kemanapun Ratu berada, pasti akan ada Arvin di sana.

__ADS_1


📩 Nak, jangan terlalu lama mengerjai anak Daddy Robert ya. Arvin harus segera kembali ke perusahaan. Daddy sangat membutuhkannya di sini. Dan waktu liburan Arvin juga sebentar lagi selesai. Dia juga harus segera kembali kuliah.


Ratu yang sedang menunggu Rendra yang sedang ke toilet, menerima pesan dari ayah kandung Arvin.


📩 Iya paman.


balas Ratu. Lalu ia menghela nafas berat. Sebenarnya ia juga sudah capek melakukan semua ini. Ia sangat ingin memeluk Arvin karena ia begitu merindukan sosok sang Abang. Tapi entah mengapa, hatinya masih terasa kesal.


" Siapa yang mengirimkan pesan? Kok kamu menghela nafas begitu? " tanya Rendra yang baru kembali dari toilet. Ia segera duduk di kursi tempat duduknya tadi.


" Paman Robert. " jawab Ratu sambil cemberut.


" Kenapa Daddy Robert mengirim pesan kepadamu? "


" Hah! Beliau bilang, aku harus segera mengakhiri semuanya. Abang harus segera kembali ke London. " jawab Ratu.


" Dan sekarang apa keputusanmu? "


Paris menggeleng, karena ia masih bingung.


" Quiny, jangan sampai kamu menyesal. Aku kasihan melihat bang Arvin. Ia benar-benar mencintaimu. Dan ia selalu terlihat terluka saat melihat kita sedang berdua. Kita akhiri semuanya sekarang. Kita sudahi saja semua kebohongan ini. Kita bilang sama bang Arvin yang sebenarnya. " pinta Rendra.


" Aku bingung harus memulainya dari mana, Ren. Akupun sebenarnya capek berbohong terus menerus. " keluh Ratu .


" Makanya, kamu sudahi semuanya. Dan berbahagialah kamu sama Abang. "


" Entahlah. " jawab Ratu sambil mengendikkan bahunya.


Sedangkan di kursi yang tidak jauh dari mereka, seorang laki-laki sedang mendengarkan percakapan mereka dengan pikiran yang menebak-nebak. Menebak kira-kira apa yang di bicarakan oleh Ratu dan adiknya.


' Kebohongan apa yang mereka maksudkan? Apa yang harus Queen katakan sama gue? ' tanya Arvin dalam hati.


Sebenarnya Arvin tadi enggan untuk mengikuti Ratu dan Rendra. Ia memang selalu berada di waktu dan tempat yang sama dengan Ratu karena ia sudah seperti bayangan untuk Ratu. Tapi biasanya, kala ia tahu jika Ratu akan pergi bersama Rendra, maka Arvin enggan untuk menstalkernya. Tapi entah kenapa, hari ini ia tiba-tiba ingin mengikuti mereka.


Arvin memutuskan untuk berdiri dan menghampiri Rendra juga Ratu.


" Apa yang kalian sembunyikan? " tanyanya yang membuat kedua adiknya itu terkejut. Bahkan Ratu harus menelan salivanya dengan susah payah tanpa mau membalas tatapan mata Arvin.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2