Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Sepakat berbesanan


__ADS_3

Setelah kejadian malam itu, Arvin lebih sering mengunci dirinya di dalam kamar. Hatinya masih sakit. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Sedangkan di rumah keluarga Adiguna muda, Ratu tengah tersenyum bahagia setelah sang Daddy dan sang mommy memberitahu tentang perjodohannya.


Pagi itu setelah malamnya Seno dan Armell bertandang ke rumah Dion. Seno dan Armell memanggil Ratu dan mengajaknya berbincang.


“ Sayang, sini. Ada yang mau Daddy sama mommy katakan sama kamu. “ panggil Armell.


Ratu segera duduk di sebelah sang mommy. Kebetulan, hari itu adalah hari minggu. Jadi setelah sarapan, mereka bersantai di ruang keluarga.


“ Ada apa mom? Dad? “ tanya Ratu.


“ Kamu tahu kan, semalam Daddy sama mommy di undang makan malam di rumah om Dion sama tante Leora? “ armell mulai membuka pembicaraan.


Ratu mengangguk sambil terus mendengarkan perkataaan sang mommy.


“ Di sana kami sempat berbicara banyak. Kami ingin keluarga kami mempunyai hubungan yang lebih dekat dari hanya sekedar sahabat. “ lanjut Armell. Ratu manggut-manggut.


“ Kami … Sepakat untuk berbesanan. “ tambah armell, dan sontak Ratu menatap ke arah Daddy dan mommynya bergantian. Dirinya cukup terkejut.


“ Kami ingin menjodohkan kamu, sama putra om Dion dan tante Leora. “ sahut Seno sambil membelai rambut Ratu. Ratu mengerjab-ngerjabkan matanya berulang kali mencoba mencerna apa yang di katakan sang Daddy.


Suasa hening sekejab.


“ Bagaimana denganmu, sayang? “ tanya Seno ke Ratu.


“ Bagaimana dengan dia? Apa dia juga mau di jodohkan dengan Ratu? “ tanya Ratu. Entah dia siapa yang Ratu maksudkan.


Armell dan Seno mengangguk. “ Dia mau sayang. Semua sudah setuju. Tinggal kamunya bagaimana? “ tanya Armell.

__ADS_1


Tak lama, Ratu mengulas senyuman manisnya. Ia lalu memeluk tubuh sang mommy dari samping, sambil mengangguk. “ Ratu mau, mom. “ ucapnuya malu-malu.


Fix, Ratu mengira Arvinlah yang akan di jodohkan dengannya. Makanya hatinya terasa berbunga-bunga. Ternyata ketakutan mereka berdua selama ini salah. Daddy dan mommynya senang dengan hubungan mereka. Bahkan mereka justru mengatur perjodohannya dengan sang abang tercinta.


“ Daddy nggak dapet pelukan juga nih? “ ucap Seno pura-pura merajuk.


Ratu segera melepas pelukannya ke sang mommy dan tersenyum ke arah sang Daddy, lalu menghambur ke pelukan Seno, menyembunyikan mukanya di lengan sang daddy.


“ Anak Daddy kelihatannya bahagia sekali mau di jodohkan sama anak om Dion. Jangan bilang kamu mau karena selama ini Daddy tidak pernah membiarkanmu dekat dengan laki-laki manapun kecuali abangmu sama kakakmu. “ ujar Seno sambil memeluk tubuh sang putri. Ratu menggeleng di dalam pelukan sang Daddy.


“ Aaahh… Jangan bilang, kamu memang sudah menyukai putra om Dion? “ tanya Seno kembali. Masih di dalam pelukan sang Daddy, Ratu mengangguk pelan. Ia bahkan semakin menyembunyikan wajahnya dalam pelukan Seno karena ia merasa sangat malu.


“ Benarkah? Oh, Ya Tuhan… Kenapa kita baru mengetahuinya sekarang? Coba dari kemarin kita tahu. Kita bisa langsung menjodohkan mereka, Dad. “ ucap Armell.


Ratu melepas pelukannya di tubuh sang Daddy. Ia masih masih menunduk karena masih malu.


“ Berarti kita harus mempercepat pertunangan mereka. Bagaimana kalau kita adakan pesta pertunangan Ratu barengan sama pernikahannya si Paris. Bukankah mereka akan mengadakan ijab kabul dulu baru nanti setelah mereka lulus kuliah baru akan mengadakan pesta resepsinya. “ ujar Seno.


“ Tapi Ratu nggak ingin acara pertunangan yang terlalu ramai. “ pinta Ratu.


“ Iya sayang. “ jawab Armell sambil tersenyum bahagia menlihat sang putri juga bahagia.


Seperti itulah percakapan Ratu dan orang tuanya beberapa hari yang lalu. Semenjak pagi itu, Ratu begitu sangat bahagia. Akhirnya ia akan bersanding dengan sang abang tercinta dalam hubungan yang serius. Senyuman yang merekah selalu hadir di sudut bibir Ratu.


Tapi ada hal yang menjadi Ratu bertanya-tanya. Setelah pagi itu ia berbincang-bincang dengan orang tuanya, Ratu langsung menghubungi sang abang tercinta. Tapi ponsel sang abang sedang tidak aktif. Lalu ia meninggalkan beberapa pesan di sana. Tapi hingga hari ini, pesan-pesan itu masih belum terbalaskan. Berulangkali Ratu melihat pesan-pesan yang ia kirimkan ke Arvin. Semuanya sudah bercentang dua, tapi masih berwarna abu-abu, belum biru. Itu berarti belum di baca kan? Tanya hati kecil Ratu.


“ Abang kemana sih? Ratu chat dari kemarin nggak di buka. Di teleponin, nggak di angkat. “ gumam Ratu sambil memandang ponselnya.

__ADS_1


Menurut bayangan Ratu, seharusnya Arvin segera menemuinya dan juga mengatakan kabar gembira itu kan? Seharusnya mereka bertemu dan merayakan kabar bahagia ini. Tapi kenapa ini sang abang malah menghilang bagai di telan bumi? Padahal seharusnya mereka janjian akan oergi berdua ke pantai hari kemarin. Tapi lagi-lagi sang abang tidak datang.


📩


“ Abang kemana sih? “


“ Abang kok nggak pernah ada kabar? “


“ Queen kangen tahu bang. “


Ratu kembali mengirim pesan ke ponsel Arvin. Tapi lagi-lagi, pesan itu hanya bercentang dua dan tidak berubah warna.


📩


“ Queen ke rumah abang ya. “


Ratu kembali mengirim pesan. Ratu sudah tidak ambil pusing. Mau di baca atau tidak. Yang pasti, ia harus ke rumah Arvin sekarang. Ratu segera mengambil tas selempangnya dan segera keluar dari kamarnya.


Sedangkan di rumah Dion, Arvin masih mengunci diri di dalam kamar. Ia sedang memegang ponselnya. Ia membaca semua pesan yang di kirimkan oleh Queennya. Tapi Arvin sengaja mengganti pengaturan pesannya sehingga ketika ia membaca pesan itu, akan tetap bercentang abu.


Arvin sengaja tidak membalas pesan-pesan Ratu. Ia masih bingung harus melakukan apa. Menerima perjodohan sang adik dengan gadis yang sangat ia cintai, atau memperjuangkan gadis itu untuk dirinya sendiri? Tapi yang pasti, Arvin tidak ingin mengecewakan ayahnya, mamanya, Daddynya, juga mommynya.


Arvin sungguh dilema. Ia menjambak rambutnya yang cepak. Mengacaknya dan membuatnya berantakan. Hingga ponselnya kembali berbunyi. Iapun segera membuka pesan yang datang. Pesan dari Ratu kembali yang mengatakan jika dirinya akan datang ke rumah Arvin.


Setelah membuka pesan itu, Arvin segera mengambil kunci motornya, meraih jaketnya,dan segera keluar dari dalam kamarnya. Ia harus segera pergi dari rumah. Ia masih belum siap untuk bertemu Queennya.


Bersambung

__ADS_1


Hai epribadeh….. Othor Cuma mau bilang nih kalau cerita ini, emang banyakan cerita Paris. Bukannya apa, tapi cerita Paris lebih bisa di kembangkan daripada cerita Ratu. Jadi maaf ya, kalau othor udah bikin kalian kecewa. Apalagi kalian yang berada di kubu Ratu- Arvin. Bahkan ada juga yang komenannya pedes gitu. Tapi it’s oke lah. Nggak pa-pa. Othor terima.


Sekali lagi, othor tetap minta dukungan kalian yach…


__ADS_2