
Agam keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang ia lilitkan ke pinggang. Mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, Paris yang sedang menyisir rambutnya menoleh ke arah pintu kamar mandi.
Paris segera kembali ke pandangan semula kala melihat Agam yang hanya mengenakan handuk di pinggangnya. Tubuh atletis dengan perus kotak-kotak membuat Paris sedikit oleng. Bohong jika dirinya tidak tergoda.
Melihat muka Paris yang memerah, Agam tersenyum tipis dan menyeringai. Ia berjalan mendekati Paris yang sedang duduk di kursi yang biasanya Agam gunakan untuk belajar. Hawa panas dingin tiba-tiba menyerang tubuh Paris. Ia segera menguncir rambutnya asal dan membuatnya kembali berantakan.
" Kenapa rambutnya malah di bikin berantakan? Tadi kan udah di sisir? " tanya Agam sambil terus mendekati Paris.
" Su-suka suka gu-gue lah. " jawab Paris gelagapan.
Agam semakin mendekat. Lalu ia menarik tali rambut yang Paris gunakan untuk menguncir rambutnya.
" Iiihhh... Kok di lepas sih. " protes Paris sambil menoleh ke belakang di mana Agam berdiri.
" Kuncirannya jelek. Rambut kamu berantakan. Kalau nggak di benerin, besok rambut kamu jadi makin kusut dan kalau di sisir sakit. " sahut Agam.
" Siniin sisirnya. " pinta Agam sambil mencondongkan tubuhnya ke depan untuk mengambil sisir yang ada di tangan Paris. Dan hal itu membuat tubuh telanjang Agam menjadi sangat dekat dengan wajah Paris. Seketika, aroma musk masuk di hidung Paris.
Tubuh Paris menegang. Ia sampai harus menahan nafasnya berharap Agam tidak mendengar denyut jantungnya yang bertalu-talu. Berada sedekat ini dengan suaminya, dan dalam keadaan yang seperti ini, baru pertama kalinya terjadi selama mereka menikah.
Melihat muka Paris yang memerah, membuat Agam kembali tersenyum tipis. Ia lalu kembali ke posisinya semula di belakang Paris. Lalu ia mulai menyisir rambut panjang dan kecoklatan milik Paris dengan lembut. Setelah rambut itu terasa halus, Agam menyatukan semua rambut ke dalam genggamannya dan menalinya dengan tali rambut yang Paris gunakan tadi. Tubuh Paris membeku mendapatkan perlakuan seperti itu.
" Gimana? Bagus nggak hasil karyaku? " tanya Agam sambil menarik tangan Paris dan di bawa ke atas kepala Paris.
" Lu- lumayan. " jawab Paris gugup saat mendapati rambutnya yang telah terkuncir kuda.
" Gaya rambut kesukaan kamu kan? " tanya Agam kembali sambil tersenyum. Hampir satu tahun Agam belajar menguncir rambut dengan gaya yang paling di sukai sang istri. Sampai Agam bela-belain membeli manekin kepala perempuan dengan rambut panjang untuknya berlatih. Dan ternyata tidak sia-sia. Kini ia bisa menguncir rambut sang istri dengan sangat bagus dan rapi.
__ADS_1
" Lebih bagus dan rapi dari yang Azkara buat kan? " tanya Agam kembali.
" Darimana kamu belajar menguncir rambut seperti ini? " tanya Paris tanpa menjawab pertanyaan Agam tadi.
" Aku sudah biasa melakukan ini. Kamu ingat kan, rambut kak Kyra juga panjang. Aku sering bermain dengan rambut kakak dan menguncirnya. " jawab Agam yang sudah pasti jawaban bohong.
Agam mengelus rambut Paris dan bermain di ujung rambut yang ia kuncir tadi.
" Kamu... Ke-kenapa tidak pakai baju? Bisa kan pakai bajunya di kamar mandi? " tanya Paris. Dan entah sadar atau tidak, kali ini Paris menggunakan kata kamu bukan elo.
" Oh, maaf. Kebiasaan soalnya. " jawab Agam santai sambil berjalan menuju ke almari. Lalu ia membukanya dan mulai memilih baju yang akan ia kenakan malam ini.
" Kebiasaan? Malam ini kan nggak biasa. Orang ada gue di sini. " gerutu Paris.
" Sorry. Karena terbiasa ganti baju di kamar, jadi lupa kalau kamu lagi di sini. " sahut Agam sambil tersenyum tipis dan memakai kaosnya yang berwarna hitam dan press body. Yang malah justru terlihat semakin se*si menurut Paris.
Padahal malam ini Agam sengaja tidak mengganti bajunya di dalam kamar mandi. Ingin menjahili istrinya, sudah pasti.
" Mau ganti baju. Tadi kamu bilang katanya suruh buruan ganti baju??? " jawab Agam santai sambil menahan tawanya melihat wajah salah tingkah sang istri.
" Ihhh.... Tapi nggak di sini juga kali. " seru Paris.
" Emang kenapa? "
" Kan ada gue di sini.. Pe'a....." geram Paris.
" Ya apa masalahnya kalau ada kamu di sini? Nggak masalah kan? Orang kamu itu kan istri aku. Jadi mau aku telanjang di depan kamu juga nggak ada yang melarang. Lagian ini tuh aku nggak telanjang, sayang.... Aku cuma mau pakai ****** *****. Aku udah pakai kaos. Gimana ceritanya kalau mau pakai ****** ***** tapi masih pakai handuk gini? Susah kan? " sahut Agam masih dengan santai.
__ADS_1
Paris lalu menghadiahinya dengan tatapan tajam yang menghunus. Tapi Agam masih saja santai hendak kembali melepas handuknya.
Jedaar...
Bunyi pintu di tutup dengan sangat kencang.
" Ha... ha... Ha.... " Agam tertawa terbahak-bahak saat melihat Paris berlari menuju kamar mandi dan menutup pintunya dengan sangat kencang. Lalu ia melepas handuk yang sedari tadi melilit di pinggangnya. Ternyata Agam memang niat banget menjahili istrinya. Karena sebenarnya Agam sudah memakai boxer sedari dari dalam kamar mandi tadi.
Di dalam kamar mandi, Paris menggerutu kesal sambil melepas bajunya satu persatu dan ia lemparkan sembarangan. Lalu ia mengisi bathtub dengan air hangat dan ia tuangi aroma terapi. Paris menggulung rambut panjangnya yang tadi di ikat oleh Agam supaya tidak terkena air. Setelah air di bathtub penuh, Paris segera memasukkan tubuhnya ke dalam bathtub dan berendam untuk beberapa saat sambil memejamkan matanya menikmati harumnya aroma terapi.
Setelah setengah jam kemudian, Paris menyelesaikan kegiatan berendamnya, ia lalu menyabuni tubuhnya dan membersihkan diri di bawah guyuran air shower tanpa menyadari jika baju yang ia pakai tadi ikut basah terkena air.
Paris mematikan shower, lalu mengambil handuk yang tersedia di dalam almari yang berada di dalam kamar mandi. Dan Paris memelototkan matanya lebar-lebar kala melihat bajunya teronggok di lantai dalam keadaan basah kuyup.
" Oh, Ya Tuhan... Pakai apa gue malam ini? Kenapa gue bisa ceroboh gini sih? Hiks ...Baju gue satu-satunya... Basah... " gumam Paris sambil mengambil bajunya yang basah.
" Duhhh... Gimana ini? " tanya Paris kebingungan. Ia malah berjalan mondar-mandir di dalam kamar mandi. Tiba-tiba tubuhnya terasa dingin. Ia lalu mengambil satu handuk lagi yang masih kering, lalu melilitkannya ke tubuhnya. Paris bersidekap sambil menggigiti kuku jarinya dan berpikir.
" Udah tidur belum ya dia? Kalau dia udah tidur, gue bisa ambil salah satu kemejanya. " gumam Paris. " Ah, gue lihat dulu kali ya... "
Perlahan Paris membuka pintu kamar mandi. Ceklek.. Lalu ia melongokkan kepalanya sedikit keluar, dan salah satu tangannya memegangi handuk yang ia selempetkan ujungnya di dadanya.
" Sepertinya dia ada di luar. " ujarnya saat tidak melihat Agam di dalam kamar. Perlahan ia keluar dari dalam kamar mandi.
" Kenapa lama sekali mandinya? " tiba-tiba suara bariton orang yang sedari tadi Paris cari keberadaannya muncul dari arah balkon kamar.
" Ha?? " Paris sangat terkejut sehingga ia menghentikan langkahnya dan tubuhnya membeku.
__ADS_1
" Apa kamu juga punya kebiasaan berganti baju di dalam kamar? Dan apa kamu juga lupa jika malam ini kamu berada tidak sendirian di dalam kamar? " tanya Agam sambil menahan tawanya melihat Paris terdiam membeku.
bersambung