Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Bau keripik


__ADS_3

Hoek.. Hoek... Hoek....


" Sayang, kamu kenapa? " tanya Agam panik sambil berlari menghampiri sang istri.


" Itu... Di kulkas keripiknya basi. Hoek... Hoek... " jawab Paris tersendat -sendat.


" Keripik? Basi? Masak sih? " sahut Agam merasa tidak percaya. Masak iya ada keripik basi tercium baunya. Meskipun kadaluarsa, tidak mungkin keripik itu menimbulkan bau menyengat.


Agam mendekat ke almari es. Ia mengambil keripik yang sudah terbuka. Lalu ia melihat tanggal kadaluarsa.


" Belum kadaluarsa. Tanggalnya bahkan masih sangat lama. " gumam Agam. Lalu ia mendekatkan bungkus itu ke hidungnya.


" Juga tidak bau menyengat. Ini baru keripik biasa. " gumam Agam kembali.


" Sayang, keripiknya nggak bau kok. Baunya biasa aja. Dan ini itu keripik kesukaan kamu. " ujar Agam ke Paris.


" Ihhhh.... Jauhin sana... " pekik Paris saat Agam mendekatkan bungkus keripik itu kepadanya. " Itu baunya nggak enak mas..... Buang sana buruan. " lanjutnya sambil menutup lubang hidungnya.


" Tapi ini nggak bau loh yang. " kekeh Agam sambil mendekatkan bungkus keripik itu lagi ke hidungnya.


" Udah sana buang aja. Nyium baunya aku jadi pengen muntah. Perut aku mual banget mas... Sumpah. " sahut Paris.


Agam akhirnya mengikuti kemauan sang istri. Ia membuang keripik yang masih separuh itu.


" Terus, yang masih utuh, gimana? Mau di buang juga? " tanya Agam.


" Coba di buka dulu. Baunya kayak yang tadi apa nggak. " ujar Paris.


Agam mengangguk, lalu mengambil bungkus keripik yang masih tersegel. Ia membuka segelnya.


" Nih, coba cium. Kalau menurutku sih sama aja kayak yang tadi. " ujar Agam.


Paris mencium aroma keripik yang baru di buka suaminya tadi. " Yang ini nggak bau. Sini, aku makan. Lapar. Habis menunggang kuda. " ujar Paris lalu menyerobot keripik itu lalu memakannya dengan lahap.


Agam hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang istri yang menurutnya sangat aneh. Ia lalu mengusap puncak kepala Paris lalu berlalu ke kamar untuk mandi lagi.


🌷🌷🌷


" Mas, kok aku nggak pernah datang bulan ya? " ucap Paris setelah ia selesai mandi dengan santainya


Agam mengernyitkan dahinya. Ia menghentikan aktivitasnya yang hendak memasukkan ponselnya.


" Maksud kamu, yang? "


" Iya . Jadi aku udah dua bulan ini nggak kedatangan tamu bulanan. Kamu nggak pernah puasa kan dua bulan terakhir ini? " ucap Paris kembali.

__ADS_1


Agam nampak mengingat.


" Sayang, kita ke dokter yuk. " ajak Agam.


" Ngapain? Kan aku nggak sakit. Aku juga nggak ngerasain apa-apa. " jawab Paris enteng.


" Periksa bukan berarti harus sakit, sayang. Siapa tahu penyebab kamu nggak datang bulan itu karena ada Paris atau Agam junior di sini. " ucap Agam sambil mengelus perut rata Paris.


Paris memelototkan matanya terkejut sambil menatap perutnya dan suaminya bergantian.


" Masak sih? Bisa gitu? " tanya Paris tidak percaya.


" Ya bisa lah sayang. Kan hampir tiap hari kita riding a horse kalau nggak ya main bola sodok. Aku nggak pakai sarung juga kan. " sahut Agam.


Paris nampak berpikir, lalu tiba-tiba ia menarik tangan suaminya.


" Ya udah yuk, cepetan kita periksa. Siapa tahu beneran. " ajak Paris penuh semangat.


Agam menggelengkan kepalanya sambil menuruti kemauan sang istri. Mereka segera keluar dari apartemen dan menuju basemen di mana mobil Agam terparkir.


" Eh, kamu nggak jadi ngantor? " tanya Paris kala mobil yang di kendarai Agam keluar dari area parkir apartemen.


" Urusan ini lebih penting demi kemaslahatan bersama. " sahut Agam sambil tersenyum. Ia pun mengulurkan tangannya mengelus perut istrinya.


" Ngapain di elus? Kan belum tentu ada dedeknya di sini. " tanya Paris.


" Kamu seneng nggak kalau seandainya beneran ada dedek di sini? " tanya Agam.


" Seneng dong. " jawab Paris sambil tersenyum lebar.


" Lalu, bagaimana dengan cita-cita kamu? Bukankah ada peraturan jika kamu hamil, maka kamu harus keluar dari kampus? "


" Nggak masalah. " jawab Paris sambil menggelengkan kepalanya. " Nggak masalah jika aku harus di keluarkan dari kampus. Kan kamu udah kerja. Jadi semua kebutuhan aku pasti kamu penuhi. " lanjutnya.


" Hem. Pasti itu. Semua yang kamu butuhkan, adalah tanggung jawab aku. " jawab Agam.


Tak berselang lama, mobil yang di kendarai oleh Agam masuk area parkir rumah sakit ibu dan anak yang terkenal di Bandung. Agam dan Paris berjalan masuk ke dalam sambil bergandengan tangan.


Beruntung saat itu antrian tidak begitu banyak. Setelah mengantri dan menunggu tiga orang pasien, nama Paris di panggil. Merekapun langsung masuk ke dalam kamar periksa.


Setelah Paris berbaring di atas ranjang periksa, dokter mulai memeriksa Paris dengan alat USG. Sebuah senyuman terbit di kedua sudut bibir sang dokter.


" Wah, selamat ya tuan, nyonya. Kalian akan segera jadi orang tua. " ucap sang dokter memberitahu.


" Jadi benar ya dok, istri saya sedang hamil? " tanya Agam memastikan.

__ADS_1


" Iya tuan. Ini janinnya. Terlihat semua baik-baik saja. Kalau di lihat dari USG, sepertinya janinnya sudah delapan minggu ini. " terang dokter.


Paris terus tersenyum lebar. Ia sangat bahagia. Ia tidak menyangka jika kehamilan akan membuatnya merasa begitu bahagia.


Setelah usai diperiksa, di berikan resep, Agam dan Paris segera keluar dari ruangan dokter. Mereka kembali saling berpegangan. Paris selalu memegangi dan mengelus perutnya.


" Daddy sama bunda pasti seneng banget denger kabar kalau mereka akan punya cucu. " ucap Paris.


Agam mengangguk. " Papa sama Mama juga kakek sama nenek juga pasti bahagia. "


" Aku akan segera menghubungi Daddy. Jan segini biasanya Daddy menemui bunda di tempat praktek. " ujar Paris. Dan Agam mengangguk untuk menjawab.


Pada panggilan ketiga, panggilan video dari Paris di terima oleh Bryan sang Daddy.


" Halo, assalamualaikum Daddy-nya Paris yang super duper ganteng seantero jagat raya. " sapa Paris dalam panggilan videonya. Untung saja saat ini Paris dan Agam sudah berada di dalam mobil.


Bryan nampak menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang putri.


" Ada apa? Tumben - tumbenan kamu inget sama Daddy. "


" Haiss... Daddy udah udzur juga masih sering sensian. " canda Paris.


" Ck. Kamu itu. Pasti ada maunya, makanya di bela-belain video call sama Daddy. " ujar Bryan.


" Daddy jangan suka negatif thinking sama anak sendiri. " protes Paris.


" Daddy, sebentar lagi, Daddy akan mendapatkan mobil Ferarri limited edition dari Daddy El. " ujar Paris membuat Bryan bingung dan mengernyitkan dahinya.


" Maksud kamu gimana? Daddy membuat perjanjian untuk mendapatkan Ferarri itu jika ... " perkataan Bryan terpotong saat ia mengingat sesuatu.


" Jadi kamu.... " lanjutnya.


Paris mengangguk, lalu mengarahkan kamera ponselnya ke.perut. Ia mengelus perut ratanya


" Berapa bulan? Bunda mu pasti sangat senang mendengarnya.


" Delapan minggu, Dad. Sebaiknya Daddy segera menemui Daddy El. Jangan sampai Daddy kalah. " ucap Paris mengompori sang Daddy.


" Pasti. " jawab Bryan lalu memutus panggilan dari Paris.


" Memang Daddy sama uncle membuat perjanjian apa? " tanya Agam sambil menoleh sebentar ke arah samping.


" Daddy sama Daddy El membuat perjanjian, barang siapa antara aku sama kak Ratu hamil duluan, maka akan mendapatkan mobil Ferarri limited edition terbaru. "


" Ck... Ck... Ck.... Ada-ada saja mereka. " ucap Agam sambil menggelengkan kepala.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2