Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Obat nyamuk


__ADS_3

Hari terus berganti. Acara family gathering sekolah SMA PELITA telah usai dari beberapa hari yang lalu. Dan semenjak malam itu, Paris dan Agam belum bertemu lagi. Bukannya tidak bisa bertemu, tapi Paris sengaja menghindar. Paris masih enggan bertemu dengan Agam. Beda jika dengan Azkara. Hampir tiap hari mereka masih bertemu dan saling komunikasi. Meskipun Paris belum bisa menerima cinta Azkara, tapi Paris masih merasa nyaman bersama Azkara. Tidak ada kecanggungan sama sekali di antara mereka.


Hari ini, Paris hanya berdiam diri di rumah. Hari ini ia ingin menghabiskan waktu seharian di rumah saja. Baru saja ia bersenandung menikmati alunan music dari headsetnya, pintu kamarnya terbuka dari luar.


“ Paris…” panggil Ratu. Tapi Paris masih asyik dengan kegiatannya. Membuat Ratu sedikit kesal.


“ PARIS..” kali ini panggilan Ratu lebih keras. Ia juga menjatuhkan tubuhnya kencang di atas ranjang. Hingga menimbulkan pantulan di atas kasur. Paris terjingkat saking terkejutnya.


“ Astagfirullahaladziiiiimmmm….Kakak! Ngagetin aja. Kenapa masuk kamar nggak ada suaranya? Paris kira ada jurik di kamar Paris yang penuh dengan lantunan doa ini. “ ujar Paris sambil mengelus dadanya.


“ Makanya, nih kuping jangan di sumpel pakai ginian. Terus ngomongnya nggak usah pakai teriak-teriak. Aku belum budeg ya. “ ucap ratu kesal sambil melepas headset Paris dari telinga. Paris hanya tersenyum cengengesan.


“ Tumben kakak kesini tanpa kasih kabar dulu. “


“ Biasanya juga gitu. “ sahut Ratu sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur. “ Kamu kenapa ngilang terus sih! Aku kesepian tahu. “ gerutu Ratu.


“ I am sorry kakakku tercinta. Kan aku juga baru habis ada kegiatan. Terus yah gitu deh. Kakak kan tahu kesibukan aku di luar sekolah ngapain aja. “


“ Masih balapan? “


Paris menggeleng. “ Belakangan ini off dulu. “


“ Terus ngapain? Bergelut sama samsak? “


“ He..he..he…Kakak emang paling tahu. Paris lagi galau nih kak. “


“ Galau kenapa? “


“ Kemarin waktu family gathering, Azkara sama Agam menyatakan cinta sama aku. “


“ Azkara? ? Agam ?? “ tanya Ratu memastikan. Ia serasa tidak percaya dengan pendengarannya. Ia bahkan bangkit dari rebahannya.

__ADS_1


Paris mengangguk. “ Bahkan mereka menyatakannya di waktu yang hampir bersamaan. Hanya selang beberapa puluh menit. “


“ Lalu, siapa yamg kamu terima? Pasti Agam. Wah, jadi kasihan sama kak Azkara. Dia pasti sedih banget. Secara dia kan selalu dekat sama kamu sejak dari kecil. “


Paris menggeleng. “ Tidak dengan keduanya. “


Ratu mengernyit. “ Why? Bukankah hatimu berdenyut saat di dekat Agam? Kenapa kamu tidak menerimanya? Apakah kamu tidak mau mengecewakan kak Azka? “ cecar Ratu.


“ Bukan. Mungkin hatiku lebih condong ke Agam. Tapi kita juga baru kenal. Dan rasanya jadi kurang nyaman. Lagian, kakak tahu sendiri kan, cita-citaku apa. Aku tidak ingin sibuk memikirkan cinta sebelum aku meraih cita-citaku. “


Ratu mengangguk-angguk. “ Tapi nggak ada salahnya juga menjalin cinta. Kata orang bisa menambah semangat. “


Paris segera menggeleng. “ Buat Paris hanya bikin ribet. “


“ Lalu bagaimana kabar hatimu sekarang? Kamu sudah menolak mentah-mentah cowok yang berhasil buat hatimu cenat cenut. “


“ Ya di relakan aja. Toh, aku juga nggak terlalu merasa perasaan lebih ke dia. Masih taraf biasa aja sih. Nggak yang menggebu-gebu gitu. Malah sekarang setelah mendengar dia bilang cinta, aku jadi sedikit illfeel. “


“ Kamu nih aneh. Lalu, bagaimana dengan kak Azka? Kamu juga illfeel sama dia? “


“ ya sudah lah. Yang penting kamu happy. “ ujar Ratu.


“ Terus kabar kakak gimana? “ tanya Paris. Dua gadis ini jika sudah bertemu, memang selalu seperti ini. Saling curhat. Mereka saling terbuka. Lebih terbuka daripada dengan para ibu mereka.


“ Kabarku ya gini. “ jawab Ratu sambil menghela nafas kasar.


Paris mengernyit, “ Tidak baik-baik saja? Bang Arvin menolak kakak? “


“ Boro-boro nolak. Dia pergi dari rumah begitu saja. Dan sudah hampir dua minggu ini dia tidak pernah datang ke rumah lagi. “


“ Kok bisa? Sepertinya ada yang terlewatkan olehku. “ sahut Paris. “ Ayo kak. Cerita. “

__ADS_1


“ Kamu sih pergi kelamaan. “ sahut Ratu sambil cemberut.


Paris menggapinya sambil tersenyum. Ia lalu memeluk kakaknya.


“ Aku sempat ke klinik onty buat periksa kan waktu itu. Yang aku terus telepon kamu. “ ucap Ratu dan di jawabi anggukan oleh Paris.


“ Nah, habis itu aku pulang bentar mau ambil buku kuliah yang ketinggalan di rumah. Aku pikir kalau aku datang siang-siang, aku nggak bakalan ketemu abang. Ternyata abang di rumah. Aku kan belum siap ketemu abang. Rasanya hatiku sedih terus sakit saat membayangkan bang Arvin nolak aku. Membayangkan kalau cintaku bertepuk sebelah tangan. “ lanjut Ratu.


“ Hm. Terus? “ tanya Paris begitu antusias.


“ Karena aku belum siap ketemu abang secara dadakan seperti itu setelah aku menyadari perasaanku, aku diam aja saat ketemu abang. Dan bang Arvin marah sama kecewa karena aku selalu menjauhinya. Habis itu dia pergi. Bahkan, pamit sama mommy aja nggak. Dan sekarang….aku kangen banget sama dia. Gimana dong? “ ratu menelungkungkan wajahnya di atas bantal.


“ Kalau kangen, kenapa nggak telepon terus suruh dia datang? “


Ratu segera bangkit dan menggeleng. “ Aku nggak ada cukup keberanian untuk melakukan itu. Entah kenapa sejak menyadari perasaanku, aku jadi lebay dan takut sama abang. “ keluh Ratu.


“ Apalagi sepertinya nggak mungkin bang Arvin mencintaiku balik. Dia kan hanya menganggapku sebagai adiknya. Nggak lebih kan? “ tanya Ratu sambil menampilkan wajah sedihnya.


“ Kenapa kakak nggak coba mendekati dia? Mendekati sebagai seorang gadis ke laki-laki. Bukan lagi sebagai adik. Lagian kalian juga bukan saudara kandung juga. Sepupu juga bukan. Nggak ada salahnya juga jika kalian menjalin hubungan. “ saran Paris.


“ Tahu’ lah. Aku BT banget sumpah. Mana di rumah sepi lagi. Kakak sibuk sama ceweknya. Daddy sama mommy pergi keluar kota. Di rumah Cuma sama mbak Lilik sama mbak Sri. Sama om Damar yang nggak seru. “ gerutu Ratu.


“ Oh iya, entar sore kakak ikut aku yuk. Azkara ngajakin keluar. Sebenarnya aku nggak enak kalau keluar hanya berdua sama dia setelah dia menyatakan cinta waktu itu. Tapi mau nolak juga nggak enak. Kakak temenin aku aja. Please…” pinta Paris.


“ Jadi obat nyamuk dong. “ canda Ratu.


“ Hisshhh…Ya nggak lah. Entar biar Azkara yang jadi obat nyamuknya. Kita mah happy-happy berdua. “


“ Kalau kak Azka marah gimana? Dia kan ngajakin kamu kencan. “


“ Di jamin nggak. Soalnya aku udah bilang, kalau aku nggak mau pergi kalau hanya berdua. Aku maunya ramai-ramai. Jadi aku ngajakin Kevin, Agus, Edo juga Jojo. Tapi sayangnya, si Edo adea acara sama keluarganya, terus si Agus harus ke masjid, ada pengajian katanya. Jadi entar sama Kevin sama Jojo. “ jelas Paris.

__ADS_1


“ Oke deh kalau gitu. Ya udah, aku ngantuk mau tidur dulu bentar. “ ujar Ratu sambil merebahkan kembali tubuhnya ke atas kasur.


Bersambung


__ADS_2