
Happy reading yes...
*****®
Hari berjalan seperti biasanya, hampa namun harus tetap di jalani demi untuk keberlangsungan hubungan mereka, baik Devan dan Naya sama sama berusaha tetap baik baik saja meski hati mereka di liputi rasa tidak baik, hati mereka terbelenggu rindu menyisakan rasa yang teramat menyiksa kalbu.
Kini sudah berjalan lima bulan lamanya dan hati itu masih sama, sama sama merindu. Naya selalu mengalihkan nya dengan setumpuk pekerjaan namun tak pernah lupa untuk melakukan permintaan Devan sebelum nya yaitu dengan makan tepat waktu dan istirahat yang cukup, meski tak pernah terasa nikmat dan nyaman.
Hari ini Naya berangkat sendiri tanpa supir seperti biasanya, tidak ada yang mencurigakan, hingga waktu itu tiba, kejadian yang merubah segalanya.
Naya yang saat itu akan turun dan melangkah masuk ke gedung pertemuan dengan kliennya tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang melaju dengan kencangnya dan tak dapat dia hindari hingga...
Brak...
"Ah... " teriak Naya sebelum hilang kesadarannya.
Mobil itu melesat dengan kecepatan tinggi hingga orang orang tidak mampu menghentikan nya.
********®
Ivan, Mila, Zian, Tia, dan Al yang mendengar kabar tersebut langsung berlari menuju ke rumah sakit dengan mengendarai mobil seperti orang gial, sesampainya di rumah sakit mereka terus saja berlari mencari dimana Naya berada hingga bertemu dengan dokter keluarga mereka.
"Bagaimana keadaan anakku dok" tanya Ivan tidak sabaran dan dengan nafas yang tidak beraturan.
"Kami sedang menangani nya pak, berdoa saja, permisi.. " dokter itu bergegas masuk ke ruang oprasi.
Sedangkan Mila dan Tia hanya bisa menangis pilu meratapi nasip anaknya.
"Bagaimana keadaan anak kita mas..., aku rasanya tidak sanggup melewati ini" tangisan Mila semakin membuat hati semuanya sakit.
"Berdo'a lah sayang, yakinlah semua akan baik baik saja,,, anak kita kuat, anak kita hebat" Ivan coba menenangkan Mila meski hatinya sendiri tidak tenang.
"Al kamu tau apa yang harus kamu lakukan setelah kita pastikan Naya baik baik saja.. " perintah Zian dengan aura membunuh nya.
"Al tau ka... Al sudah menyuruh orang untuk mencari tau semua nya" jawab Al tak kalah menakutkan.
"Bagus" puji Zian dengan senyum mengerikan.
Ya baik Zian ataupun Al keduanya anak menjadi sosok yang berbeda jika keluarga mereka di usik, keduanya selalu bersikap baik karena memang pada dasarnya mereka baik, hanya saja ketika keluarga mereka ter usik makan mereka tidak akan tinggal diam, dan akan menjadi sosok yang mengerikan, begitu juga dengan Ivan.
__ADS_1
******®
Kini Naya sudah berpindah ke ruangan rawat, dokter berkata bahwa tidak ada luka yang serius di kepala, namun..
Dokter belum bisa memastikan semuanya, karena semua masih butuh evaluasi ketika keadaan Naya sidah sadar nanti.
"Sayang... bangun lah, bukankah kamu bilang mau bertemu dengan Devan? bunda janji jika kamu sudah sadar nanti bunda akan bawa kamu menemui Devan, jadi bangun ya nak" Mila mengucapkan dengan nada lirih dan pilu.
"Sssttt berhentilah menangis sayang,, bukankah tadi dokter bilang Naya baik baik saja, dia hanya sedang istirahat, percayalah" Ivan masih mencoba menenangkan sang istri.
"Bagaimana aku bisa tenang mas, melihat putri ku seperti ini, andai nanti aku tau siapa orang yang sudah membuat putri ku seperti ini maka aku sendiri yang akan memberikan dia pelajaran" Mila mengucapkan nya dengan kemarahan yang tak pernah orang lain lihat bahkan keluarga nya sendiri.
Ivan dan yang lain sampai di buat heran dengan apa yang barusan mereka dengar. Mereka tidak menyangka jika wanita di depan mereka bisa berubah semenakutkan itu.
Setelah menunggu beberapa jam akhirnya Naya sadar dan dengan segera Ivan memencet tombol darurat untuk memanggil dokter.
"Nona apa anda bisa mengenali mereka semua... " tanya dokter.
"Iya dok, mereka keluarga ku" jawab Naya tenang.
"Coba sekarang gerakan kaki anda dengan pelan pelan" lanjut perkataan dokter.
Deg deg deg
"Ada apa dok, kenapa dengan kaki anak saya? dokter cepat katakan" desak Ivan dan Mila dengan cepat.
"Ah maaf Pak, seperti dugaan saya di awal tadi jika nona Naya mengalami kelumpuhan sementara" dokter menjelaskan dengan wajah menyesal nya.
"Tidak..... bunda ayah hiks hik.. " Naya yang mendengar nya langsung histeris, begitu juga bunda langsung membekap Naya erat kedalam pelukan nya dengan tangis yang tak kalah pilu, begitu juga dengan Tia yang langsung di peluk oleh sang suami.
Sedangkan Ivan, Zian dan Al mengepal erat tangannya menahan amarah yang siap meluap. Ruangan itu kini di isi dengan suara tangisan para wanita sedang para laki-laki sedang berusaha menahan amarah mereka.
"Bunda... bagaimana aku.. aku mampu menemui kak Devan nantinya dengan keadaan aku yang sekarang, aku aku cacat bunda, aku aku hanya akan menyusahkan kak Devan saja" ucapan Naya menambah pilu bagi mereka semua.
Saat ini memang Devan belum tau dan bagaimana reaksi nya jika Devan tau Naya sudah tidak sempurna lagi, itulah yang di pikiran semuanya.
"Devan anak yang baik, dan jika cintanya tulus pasti dia akan menerima mu dengan kesungguhan apapun keadaan mu nak" bunda mencoba meyakinkan Naya.
"Naya yang tidak bisa bun, Naya malu jadi beban buat dia, Naya... Naya.. " Naya sudah tidak bisa lagi melanjutkan ucapan nya, hatinya begitu sakit melihat keadaan dirinya yang seperti ini.
__ADS_1
"Sssttt sudah jangan di pikirkan dulu, ingat kata dokter kamu hanya sementara begini, jika kamu rutin terapi pasti akan segera pulih, yakinlah sayang" Zian akhirnya buka suara setelah sejak tadi memilih diam, hatinya hancur melihat adik manja nya harus mengalami nasib seperti ini.
"Abang janji akan mencari pengobatan terbaik untukmu, di manapun berada"lanjut Zian.
" Kami ada bersama mu, kami sayang sama kamu"kini giliran Tia yang berbicara dan kembali memeluk Naya.
"Sekarang kamu istirahat ya, bunda akan disini jagain kamu, kamu pasti masih lelah" bunda mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Iya bun... pasrah Naya dengan air mata yang masih mengalir deras.
Mila dengan kasih sayang nya mengelus kepala Naya, hingga Naya mulai tertidur akibat obat yang beberapa waktu dia minum.
Setelah memastikan sang anak tertidur kini Mila beralih pada menantu nya.
" Pulanglah nak, kasian si kembar dan katakan kepada ayah dan bunda jika Naya baik baik saja, jangan sampai mereka tau dulu ya"perintah Mila kepada Tia sekaligus permintaan.
"Baik bun, Tia pamit ya.. " setelah Tia pulang bersama Zian kini tinggalah Mila, Ivan, dan Al yang masih menunggu Naya.
"Apa kalian sudah menemukan siapa pelakunya? tanya Mila dengan nada dingin.
" Kami masih mencari sayang, tidak sampai esok pasti akan kami temukan.. "jawab Ivan tak kalah menakutkan.
" Pastikan dia masih hidup, karena aku sendiri yang akan memberi nya hukuman"peringat Mila.
"Kamu yakin sayang... " tanya Ivan ragu, pasalnya Mila adalah wanita yang lemah lembut, dan hati nya mudah goyah jika melihat orang lain meminta maaf.
"Sangat yakin, bahkan aku tidak ingin kalian ikut menyentuh nya" jawab Mila dengan aura yang lebih mengerikan sekarang.
"Ah baiklah... aku pastikan dia akan berhadapan dengan mu" jawab Ivan.
******®
Nah kira kira siapa ya yang berani mengusik keluarga Angkasa?
Mau tau marahnya seorang bunda Mila?
Ikutin terus ya, jangan lupa like, komen, hadiah, vote seta tap love dan bagikan ke teman teman kalian.
Saatnya bawang bertebaran...
__ADS_1
Love love se kebun bawang... 🤭
Terimakasih 😘😘😘