
Happy reading yes.
*****®
Di saat Langit menjalankan mobilnya dengan tenang, tiba tiba ia harus berhenti untuk mastikan apa yang dia lihat tidak lah salah. Namun kenyataannya yang dia lihat itu benar adanya.
Langit melihat Bulan yang sedang kepayahan menuntun sepeda motor metik nya. Langit yang merasa kasihan bergegas menghampiri nya.
"Ada apa dengan motor Lo?" tanya Langit yang ternyata juga mengejutkan buat Bulan.
"Eh, astaghfirullah. Bikin kaget saja kak," bukanya menjawab, Bulan malah mendengus karena kaget.
"Sorry sorry buka maksud gue buat ngagetin Lo, gue tadi lihat Lo lagi nuntun ni motor, jadi gue tanya, kenapa motor Lo?" ulang Langit yang sekaligus menjelaskan.
"Gak tau kak, tiba tiba macet begini, mana masih jauh lagi," keluh Bulan tanpa sadar.
"Boleh gue lihat?" ijin Langit dengan sopan.
"Oh boleh kak, boleh banget," tanpa di sangka Bulang sangat antusias menerima tawaran dari Langit.
Dengan serius Langit mengecek semua bagian motor Bulan. Meski bukan jurusan otomotif, setidaknya Langit sedikit tau tentang mesin.
"Oh ini oli Lo udah kotor banget dan tinggal dikit, terus kayaknya habis kemasukan air ya? atau kena banjir, eh tapi kan gak musim hujan," tanya Langit heran.
"Ah rupanya gue lupa, ini udah saatnya si merah minta minum," keluh Bulan dengan pelan yang ternyata masih di dengar oleh Langit.
"Ya udah gini aja, gue telfon orang bengkel y, biar ntar motornya mereka bawa, Lo gak mungkin kan akan nemenin dia jalan," Langit kini malah sedikit ngelantur jauh sekali dengan dirinya yang biasanya.
__ADS_1
"Gimana baiknya aja lah kak, aku juga bingung ini," akhirnya Bulang hanya bisa pasrah saja.
Dengan cekatan Langit menghubungi bengkel langganan dirinya, setelah menunggu tiga puluh menit akhirnya orang dari bengkel pun datang.
"Mas, ini motor yang harus kita bawa?" sapa salah satu dari montir yang datang.
"Ya, dan perbaiki semua, biar gak macet macet lagi," perintah Langit kepada dua montir di depannya.
"Baik mas, kami akan menservis nya dengan baik."jawab salah satu dari mereka.
Setelah montir pergi dengan membawa motor Bulan, kini Bulang mulai merasa sungkan dan bingung karena Langit masih betah berdiri di sampingnya.
"Em kak, Bulan ucapkan terimakasih karena sudah membantu, kalo begitu Bulang pamit ya," ucap Bulang dengan segera karena dia merasa tidak enak berada di dekat Langit.
"Tunggu, Lo mau naik apa? bukannya di sini jarang ada taksi atau kendaraan umum lewat ya? kalo pun ada juga lama kan," Langit seolah mengingatkan.
"Udah Lo bareng gue aja, gue anterin, Lo gak perlu sungkan gitu," ajak Langit.
"Tapi kak," belum sempat Bulan menolak, kini tangannya sudah di tarik oleh Langit.
"Gak usah banyak mikir, udah siang panas," ucap Langit saat Bulan sudah masuk ke dalam mobilnya karena dorongan Langit.
"Pake sabuk pengaman nya Lan, gue gak mau kena tilang," perintah Langit.
"Iya kak iya, ish ternyata bawel juga ya," dumel Bilang sambil memasang sabuk pengamannya.
"Lo bilang apa tadi?" tanya Langit karena dia hanya samar samar mendengar nya.
__ADS_1
"Gue gak bilang apa apa," elak Bulan dengan cepat dan memalingkan wajahnya.
"Serah," balas Langit sambil menjalankan mobilnya dengan santai.
"Sial ini hati gue kenapa coba, masak cuma semobil sama anak ini hati gue kayak gini, kenapa gue deg degan coba," Langit menggerutu dalam hati.
"Siapa sih nih cewek sebenarnya, bisa bisanya bikin pikiran gue tertuju sama dia, ini lagi, kan kan aku mikirin dia lagi," lagi lagi Langit menggerutu dalam hati hingga dia menghela nafas sebal tanpa sadar.
"Akh!" helaaan kasar Langit karena pikirannya.
"Kenapa kak?" tanya Bulang yang kaget mendengar Langit menghela nafasnya kasar.
"Hah apa?" tanya Langit yang malah tidak sadar.
"Kakak kenapa menghela kasar gitu? gak ikhlas ya nganterin gue?" Bulang malah merasa tidak enak.
"Eh bukan bukan, mungkin hanya sedikit lelah dengan kemacetan yang ada," elak Langit. Dan untungnya keadaan di depan memang sedikit macet.
"Oh," hanya itu tanggapan Bulan.
"Oh, cuma oh dia bilang!" lagi lagi Langit heran dengan sikap Bulan yang terkesan cuwek dengan dirinya.
*****®
Cie cie yang mulai uring uringan karena di cuwekin si Bulan 😅🤭
Key gas ken komen, gift dan like nya yes.
__ADS_1
Makasih semua, lope lope sekebun toge 🤭