
Happy reading yes...
******®
Hari berganti begitu cepat, kebahagiaan Devan dan Naya semakin lengkap saat ini, di tambah akan segera hadir baby cantik cantik di tengah mereka.
Sungguh kehidupan terasa sangat sempurna saat ini, terlepas bagaimana sulit nya masa ngidam yang harus Devan lalui demi memenuhi nya.
Mulai dari permintaan yang normal dan mudah hingga permintaan yang absurd dan luar biasa sudah dia jalani dengan hati lapang dan ikhlas. Kini hanya tinggal menunggu sebentar lagi, dia akan berjumpa dengan dua peri kecil nan cantik pasti nya.
"Mas, lagi mikirin apa?"tanya Naya lembut dan dengan perlahan ikut duduk di samping Devan yang saat ini sedang bersama Langit di ruang tengah.
"Gak lagi mikirin apa apa yank, hanya sedang tidak sabar nunggu mereka lahir nanti," jawab Devan sambil mengusap perut Naya yang mulai kelihatan sangat besar dan membuat dia kesulitan untuk bergerak.
"Sama mas, aku juga begitu. Rasanya udah gak sabar lihat mereka,"Naya ikut mengusap perutnya, yang ternyata mendapat respon dari ke dua bayi di dalam perut nya.
"Eh eh dia gerak gerak yank,"Devan sangat antusias seperti Langit waktu itu.
Bahkan karena kehebohan Devan, Langit yang awalnya main anteng jadi ikutan mengusap usap perut bunda nya. Sedangkan Naya terkadang meringis menahan geli akibat pergerakan di dalam perut nya.
"Iya yah, dedek lucu, gelak gelak di cana," Langit ikutan heboh dan seakan mengerti lagi lagi ke dua bayi kembar itu semakin aktif di dalam sana.
"Sssttt, ah kalian ini," desis pelan Naya karena pergerakan nya semakin banyak.
"Sakit yank?" tanya Devan khawatir melihat Naya mendesis seperti kesakitan.
"Gak kok mas, hanya geli saja," elak Naya, yang padahal ada rasa sakit juga.
__ADS_1
"Anak ayah, jangan terlalu kencang ya nendang perut bunda, kasihan bundanya, kan kalian anak anak pintar," Devan paham jika Naya berbohong, jadi dia putuskan untuk mengajak anaknya mengobrol lagi, dan luar biasa pergerakan itu mulai pelan.
"Pintar nya anak anak ayah, baik baik di dalam sana ya nak, sebentar lagi kita akan bertemu," puji Devan dengan binar bahagia.
"Iya ayah, kami juga sudah gak sabar bertemu sama ayah, bunda, dan Abang." Naya menjawab meniru kan suara anak kecil.
"Unda lucu ngomongnya," Langit malah tertawa mendengar suara bundanya yang di buat buat seperti anak kecil.
Akhirnya mereka tertawa bersama, Devan yang gemas langsung menggelitiki Langit sampai sampai tawanya begitu keras.
Hari yang membahagiakan, seharian mereka lewati dengan penuh suka cita.
"Mas..." panggil Naya dengan menahan sakit yang luar biasa.
"Ada apa sayang," Devan yang masih terlelap berusaha membuka matanya ketika mendengar rintihan Naya.
"Seperti nya iya mas, mereka sudah tidak sabar bertemu kita," jawab Naya berusaha tersenyum agar Devan lebih tenang.
"Baik ayo kita ke rumah sakit, aku telfon bunda dulu ya, biar bunda yang jagain Langit, kamu masih kuat kan yank," Devan masih sedikit panik.
"Iya mas, kamu jangan panik mas, tarik nafas pelan pelan dan buang, aku masih kuat mas, mungkin juga baru pembukaan awal," jelas nya agar sang suami lebih tenang.
Setelah itu Devan menelfon sang mertua dan juga Ibu nya. Devan berubah rencana, ia akan meminta sang ibu untuk menjaga Langit sedangkan bunda biar ikut dengannya.
Setelah sampai di rumah sakit, Naya langsung masuk ke ruang persalinan, dokter mengecek semua nya, dan ternyata sudah pembukaan enam, Naya dengan sabar menunggu pembukaan hingga lengkap di temani sang bunda dan juga suaminya.
Menit berganti, akhirnya saat yang di tunggu tiba, sekuat tenaga Naya melahirkan mereka, dan Alhamdulillah proses berjalan lancar. Dia peri kecil nan cantik sudah terlahir ke dunia.
__ADS_1
Semua orang menyambut dengan bahagia, kini Naya sudah berada di ruang perawatan, di sana sudah ada box besar tempat tidur para tuan putri.
"Alhamdulillah, selamat datang peri kecil kami," ucapan syukur datang dari sang kakek Ivan.
"MasyaAllah kalian lucu sekali," bunda ikut menimpali dan menggendong salah satunya.
"Gemesnya," Tia ikut bahagia melihat nya.
"Namanya siapa dek?"tanya Devan yang kini duduk di samping Naya.
"Namanya yang kakak ****JINGGA**** KANIA ANGKASA & SENJA RANIA ANGKASA untuk sang adik" jawab Devan dengan bahagia.
"Wah nama yang bagus, selamat datang baby J & S" ucap semua serempak.
"Eh eh ini yang kakak yang mana?yang adik yang mana?" tanya ayah yang merasa bingung.
"Yang kakak ada tahi lalat kecil di hidung samping yah, dan sang adik tidak ada," Devan menjelaskan karena tadi memang dia melihat semuanya.
"Oh iya ternyata kalo di lihat bener ada bedanya hehehe," ayah malah tertawa konyol.
Yang langsung mendapat gelak tawa dari semua orang yang ada di ruang perawatan itu.
*****®
Yuhu ada yang mau ngasih kado buat baby J & S?
Yuk kasih like, komen, gift, vote, rate bintang 5 sebanyak banyaknya ya buat mereka.
__ADS_1
Terimakasih.