
Happy reading yess....
****®
Awan benar benar membuktikan ucapannya, dia berusaha dengan keras untuk bisa dekat dengan Senja. Dia bahkan selalu mengantar jemput Senja. Jika Bintang dengan aksi nekatnya, berbeda dengan Awan, ia lebih memilih cara pelan namun pasti.
"Selamat pagi my sunshine, sudah siap bekerja?" seperti biasa, Awan akan selalu menyapa Senja dengan sebutan sunshine, dia juga akan datang lebih awal agar Senja, tidak berangkat terlebih dahulu.
"Pagi kak, mau nganterin aku lagi? memang kakak gak telat masuk kantor? nanti di marahi kak Lang, lho." sejujurnya Senja, heran dengan tingkah Awan.
"Gak akan, kakak ada rapat di restoran dekat dengan galeri mu, nanti jam sepuluh, jadi kakak bisa antar dan main di galeri mu dulu." Awan, menjelaskan dengan senyum lebar.
"Oh," hanya itu tanggapan Senja, karena jujur dia masih bingung dengan semua sikap Awan, hatinya berharap lebih tapi ia takut kenyataan yang pahit.
"kenapa kamu beri harapan seperti ini sih kak, tau gak kedekatan ini, bikin aku semakin berharap untuk bisa sama kamu, salah gak sih kak kalau aku ingin lebih dari ini," desah hati Senja, yang kian menyakitkan.
"Hai, kok melamun, pagi pagi gak boleh melamun," Awan menyadarkan Senja dengan usapan lembut di kepala nya.
"Eh, oh, gak kok kak," Senja menjawab dengan gugup, bahkan untuk bergerak saja dia tidak berani.
"Lucu banget kamu sih dek, kalo lagi salah tingkah gini makin pengen meluk, eh," Awan malah dengan santainya terkikik dalam hati.
"Oh iya dek, nanti pulang seperti biasanya kan?" lanjut bertanya setelah Awan, mematikan mobilnya.
__ADS_1
"Iya kak, mau jemput lagi?" tanya Senja yang memang sudah sejak beberapa Minggu ini selalu seperti itu.
"Iya, nanti mau ngajak ke suatu tempat, mau kan?" Awan bertanya dengan harap harap cemas.
"Baiklah kak," jawab Senja, setelah dia berfikir beberapa saat.
"Oke, tunggu kakak ya," ucap Awan, dengan kembali mengusap lembut pucuk kepala Senja.
"Senja, turun dulu ya kak, assalamu'alaikum." pamit Senja dengan terburu buru.
"Waalaikumsalam," jawab Awan, meski Senja sudah turun dan masuk ke galeri nya dengan cepat.
"Kamu berhasil dek, berhasil menguasai hatiku, bahkan kini sudah tidak tersisa tempat kosong barang secuil pun, tunggu hingga saatnya tiba, kakak janji bakal bawa kamu pulang, eh," lagi lagi Awan tergelak dengan ucapannya sendiri.
Setelah puas tertawa, dia akhirnya menuju restoran tempat akan mengadakan meeting. Meskipun Awan, sudah di pastikan akan datang lebih awal dan parah nya akan datang satu jam sebelum meeting di lakukan.
Begitu sampai Awan, langsung masuk dan bertemu dengan meneger cafe tersebut. Dia benar-benar ingin momen kali ini, berkesan buat Senja dan dirinya tentunya. Momen yang akan di ingat seumur hidup mereka.
"Selamat pagi Pak Awan," sapa sang meneger.
"Pagi juga Pak Salman, bagaimana apa care ini bisa menyiapkan apa yang saya minta?" tanya Awan, langsung di intinya.
"Oh bisa Pak, sangat bisa. Kami akan melakukan sesuai permintaan Pak Awan." jawab sang meneger.
__ADS_1
"Baiklah, saya akan datang pada pukul lima sore, dan saya berharap semua sudah siap. Saya ingin momen tanpa gangguan apapun, dan roftop itu harus benar-benar sesuai apa yang saya minta." Awan, mengulangi apa yang sudah dia minta, dia tidak ingin ada kesalahan apapun.
"Siap pak, bahkan pegawai saya sudah mulai menata tempat tersebut, apa Bapak mau melihat sebentar?" tawar sang meneger.
"Baik, sepertinya saya masih ada waktu untuk melihatnya," jawab Awan, setelah dia melihat jam yang melingkar di tangannya.
"Mari Pak," ajak sang meneger.
Akhirnya keduanya berjalan menuju area yang akan di gunakan nanti sore. Awan, begitu kaget saat dia melihat area itu sudah mulai di kerjakan, bahkan bisa di bilang sudah mencapai tiga puluh persen.
"Kerja bagus Pak, saya suka melihat kesigapan cafe ini, nanti kalo sudah selesai bisa di foto dan kirim ke saya." Awan mengutarakan pendapat nya.
"Baik Pak, terimakasih atas kepercayaan yang anda berikan kepada kami." jawab sang meneger dengan senyum mengembang.
Setelah melihat lihat beberapa menit, akhirnya Awan, pamit undur diri. Dengan hati senang, dia bersiap akan memulai hari meeting ini dengan semangat penuh.
"Mari mencari uang, buat modal nikah," ucap Awan, di dalam mobil dengan gelak tawa.
( Dasar sableng bang Awan ini 😅)
*******®
Cie cie yang bakalan di ajak🤔 diajak apa ya 😅.
__ADS_1
Mba Senja, ntar jangan lompat lompat ya, heheheh.
Key mumpung Senin, jangan lupa VOTE nya ya,, Gift nya juga tak lupa, like komen juga tak boleh ketinggalan. Hehehehehehe makasih sayang sayang akuh 🥰😘