Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
54.Dua Wanita Galau


__ADS_3

Happy reading yes.


****®


Setelah sang suami berangkat, kini Naya dan anaknya tinggal di rumah Utama. Dan ternyata, Tia sang kaka ipar juga ikut menginap di rumah Utama.


Semua itu atas perintah bunda. Karena bunda tau, jika para suami anak nya sedang pergi pasti mereka akan kesepian. Sehingga bunda meminta anak dan cucunya untuk menginap saja sampai para suami mereka pulang.


"Hay kak, nginap juga? pasti di suruh bunda ya? " Naya bertanya saat dia berpapasan dengan Tia di teras rumah.


"Ya begitulah, kamu tau kan gimana bunda? " Tia membenarkan ucapan Naya.


"Ya itulah bunda. " kekeh Naya dan juga Tia.


Bagi mereka, bunda Mila memang selalu mengerti anak anaknya. Ia akan sangat cemas jika tau anak anaknya sedang sendirian di rumah.


"Hay kak, aku masuk ya, " sapa Naya seraya meminta ijin memasuki kamar kakak ipar dan sekaligus sahabat nya.


Kini mereka tengah bersantai karena anak anak sudah tidur di kamar mereka masing masing bersama mbak yang jaga.


"Masuk saja Nay, kayak ma siap saja. " jawab Tia yang kini pindah duduk. di sofa yang ada di kamarnya.


"Lagi apa? pasti lagi mikirin kak Zian? " tebak Naya.


"Yaps, kamu juga pasti sama kan? " Tia balik bertanya.


"Ya gini deh, udah lama gak pernah di tinggal, eh kini di tinggal keluar kota, ya meski dua hari sih, " Naya mulai curhat.


"Ya, aku yang sudah biasa di tinggal saja masih suka gak rela, pengennya ikut. Apalagi semenjak ada si kembar, baru kali ini di tinggal luar kota lagi, jadi ya agak kaget juga. " Tia juga mulai mencurahkan rasa rindunya.


"Pengen ikut, tapi gak bisa. Jauh rasanya kangen, hehehe jadi serba salah deh. " keluh Naya.


"Terima saja, itung itung celengan rindu. Nah nanti pas ketemu, kita buka deh celengan rindunya. Enaknya di pecahin apa di robek pakai pisau ya, " gurau Tia.


"Pecahin aja sampai pagi ngitung nya, " Naya ikut menanggapi ucapan Tia yang mulai absurd.


"Ntar kita lomba ya, siapa yang duluan selesai ngitung rindunya, " kelakar Tia dengan tawa lepas.


" Siap, nanti kita sama sama cerita lho, gimana caranya buka celengan rindu itu. " sambung Naya dengan tawa yang sama.


"Yang paling lama, yang menang lho, " tambah Tia.

__ADS_1


"Yang kalah, mau ngasih apa? " tantang Naya yang mulai ada ide gila di pikirannya.


"Eeee, gimana kalo yang kalah beliin pakaian haram selusin, " kelakar Tia dengan senyum usil.


"Boleh juga, abis itu ngasih tips biar bisa lama ngitung celengan rindunya, " tambah Naya dengan otak yang sudah mulai mengaburkan entah kemana.


"Hahahaha boleh itu, ah jadi gak sabar kan buka celengan nya. " ungkap Tia yang mulai resah.


"Hem, padahal baru beberapa jam. Mereka juga mungkin baru sampai, eh kitanya malah udah rindu begini, " Naya juga merasakan apa yang Tia rasakan.


Kemudian mereka kembali tertawa cekikikan, memikirkan hal gila apa yang akan mereka lakukan bersama suami ketika sudah pulang nanti.


Tanpa mereka sadari, sejak tadi bunda mendengar obrolan absurd mereka. Bunda hanya bisa geleng geleng kepala, mendengar ucapan anak anaknya. Ternyata mereka sama gilanya setelah menikah. Pantas saja setiap kali dia pergi mengajak sang cucu. Mereka akan sulit untuk di hubungi. Ternyata mereka menggunakan kesempatan itu untuk kegiatan ngitung rindu setelah di tinggal kerja.


Di saat bunda asik melamun dan. masih berdiri menyender di pintu, Naya menyadari nya.


"Eh bunda, sejak kapan di situ bun? sini masuk, " ajak Naya kepada bundanya yang langsung membuat sang bunda sadar.


"Ee kira kira cukuplah untuk mendengar dua wanita galau saling curhat, " sindir bunda.


"Hehehehe kami hanya ngobrol bun, " Tia merasa kikuk dengan ucapan bunda.


"Dah gak usah ngelak, karena bunda juga pernah ngalamin apa yang kalian alamin. Lupa ya bunda ini lebih senior dari kalian. " bunda malah menjawab dengan tawa yang pecah.


Sedangkan Tia dan Naya hanya bisa melongo heran. Ternyata bunda mereka juga sama absurd nya, Naya dan Tia saling pandang dan akhirnya ikut tertawa.


Mereka tampak sangat bahagia di siang itu. Bunda merasa rumahnya jadi rame karena ada anak dan cucunya di sini. Itulah yang kadang bunda rindukan, sampai akhirnya bunda membuat peraturan jika setiap akhir bulan, semua anak dan cucunya harus menginap di rumah utama.


Tak terkecuali saat mereka sedang kesepian, mereka juga di harus kan berada di rumah utama. Agar rasa sepi bunda bisa terobati.


"Bunda dulu waktu pisah sama ayah lama, bunda gimana jalanin hari hari nya? " tanya Tia antusias, meskipun dia sudah mendengar kisah pilu mertuanya itu. Tapi rasanya dia belum puas, Tia masih ingin mendengar langsung dari bunda.


"Iya bun, ceritakan ke kita, " Naya tak kalah antusias.


"Bunda menyibukkan diri. Berbagai hal bunda kerjakan, asal bisa lupa sama ayahmu, nyatanya bukanya lupa malah semakin cinta. Bunda juga tidak pernah menyangka akhirnya bisa sampai pada titik ini. Semua rasanya masih seperti mimpi. Bisa bersama ayah kalian, memiliki kalian, dan memiliki cucu yang lucu lucu rasanya masih seperti mimpi, " kenang bunda dengan senyuman yang sangat manis.


"Cinta bunda sama ayah luar biasa, Nay juga ingin memiliki cinta seperti itu. Semoga mas Devan adalah cinta sejati yang Allah kirim untuk Nay, " doa dan harapan Naya akan kisah cinta yang sama seperti sang bunda.


"Aku pun, rasanya begitu bangga memiliki mertua seperti bunda. " ungkap Tia.


"Aamiin, semoga rumah tangga kalian penuh berkah dan selalu baik baik saja, langgeng sampai kakek nenek, hingga mau memisahkan. " Doa bunda untuk semua anak anaknya.

__ADS_1


Akhirnya setelah berbicara banyak hal, mereka memutuskan untuk pergi ke dapur. Mereka berencana, siang ini akan mereka gunakan untuk membuat banyak makanan dan cemilan buat semua orang, terutama buat ke tiga bocah kecil yang menggemaskan.


Bunda dengan telaten mengajari Tia dan Naya cara membuat kue, nasi bakar, ikan bakar, lumpia, sup ayam rempah dan masih banyak lagi. Bunda memang pintar dalam urusan dapur, apapun yang bunda masak pasti akan terasa sangat enak dan nikmat.


"Wah wah ada pesta apa ini? sampai sampai meja makan terlihat sangat penuh? " tanya ayah yang ternyata sudah pulang. Saking asiknya sampai mereka tidak menyadari jika ayah sudah berada di rumah.


"Lho ayah sudah pulang? kok kita gak denger salam ya? " bukannya menjawab malah Naya balik bertanya.


"Gimana mau denger, orang kalian asik bersama gitu, " kesal ayah.


"Oh maaf sayang, bukan begitu. Ini lho lagi ajarin anak anak masak. Lagian kan ada cucu cucu jadi kita harus buat masakan yang enak enak dan tentunya bergizi. " jawab bunda yang kini sudah menghampiri suaminya dan langsung mengambil alih tas yang di bawa ayah. Tak lupa ia mengecup tangan sang suami seperti biasanya.


"Memang kalian bikin apa buat cucu cucuku? " tanya ayah Ivan yang kini sudah duduk di kursi meja makan.


"Ini sup ayam rempah, sama ada nasi tim keju brokoli, " jawab bunda dengan memberikan minum air putih hangat untuk suaminya. Setelah ia tadi menaruh barang bawaan ayah di kamar.


"Wah pasti mereka senang? " jawab ayah dengan binar bahagia.


"Iya, nanti setelah mandi mereka bisa makan dan juga ada banyak cemilan. " kini Naya yang menjawab nya.


"Ah sebaiknya aku juga lekas mandi, kalian juga, ini sudah sore. Setelah itu baru kita ngobrol lagi, " perintah sang ayah mutlak.


"Siap bos, " jawab Tia dan Naya kompak seperti biasa.


"Ayo yank, sudah waktunya kamu istirahat, " ajak ayah dengan maksud lain.


"Istirahat katanya, yang ada dikerjain ya iya, cibir bunda di sela sela langkah nya di samping sang suami. Sedangkan ayah malah tergelak sangat kencang, tanpa memperdulikan ke dua anaknya yang sedang galau.


"Dasar gak peka, gak tau apa kita lagi LDR an sama pasangan, " grutu Naya yang iri melihat ayah dan bunda nya mulai bermesraan.


"Nasib nasib, istri di tinggal kerja jauh, " sambung Tia.


"Ya begini deh, ah kita kayak abg lagi galau, " Naya dan Tia akhirnya tertawa dengan kekonyolan mereka.


******®


Cie yang rindu. Ah elah baru juga sebentar. Sehari juga belum genap, udah rindu saja kalian ini 🙄.


Yuk bantu mereka dengan like, komen, hadiah yang banyak, dan juga vote ya. Tak lupa rate bintang 5,dan tap love biar selalu tau jika sudah up.


Makasih semua 🤗🤗🥰 love love sekebon singkong.

__ADS_1


__ADS_2