
Happy reading yesss
*****®
Semua terlihat sibuk dengan pekerjaan masing masing, sesuai dengan porsi mereka. Sedangkan Sang calon pengantin sudah mulai bersiap diri untuk di dandani.
"Duh adik aku keliatan tegang banget sih... uluh uluh yang mau nikah" goda Tia yang bertugas menemani Naya di kamar nya.
Ya mereka tidak melakukan pernikahan digedung atau hotel mewah melainkan di rumah mereka. Hanya saja acara resepsi yang akan di lakukan di gedung dan itu di lakukan esok harinya.
"Apaan sih kak... malu nih" Naya semakin merasa malu.
"Kenapa mesti malu... sama aku ini" Tia menanggapi dengan candaannya.
"Aku gugup nih, udah uda hari gak ketemu sama mas Devan... kira kira aku mesti gimana ya kak? " saking gugup nya Naya malah melemparkan pertanyaan absurd nya.
"Mesti gimana apanya? " Tia pura pura tidak tau.
"Ish ayolah , gak usah pura pura gitu... " dumel Naya.
"Hahahaha sabar bu... calon pengantin bawaannya sensi mulu.. " Tia bukan menjawab malah menggoda.
"Kak.... " rengek Naya.
"Hahahaha iya ya, ya kamu gak harus gimana gimana kan nanti calon suami mu yang akan melakukan ijab, kamu tinggal duduk manis disini dan berdoa agar lancar... biar kak Devan gak salah dalam mengucapkan ijab qobul nanti" terang Tia.
"Tau kak.... maksud aku... eee itu... " Naya bingung sendiri.
"Hahahahaha apa malam pertama? " goda Tia semakin menjadi.
__ADS_1
"Sssttt jangan keras keras kenapa sih.., malu kak, untung masih kita berdua saja belum datang yang riasnya" keluh Naya melihat sikap kakak iparnya itu.
"Iya ya.. gini ya nay... itu adalah kesepakatan kalian, aku tau maksud mu adalah kondisi mu yang belum pulih benar dan belum bisa berjalan kan? kalian bisa bicarakan baik baik, lagian kak Devan juga pasti paham kali..,, atau mau aku lihatin vidio tutorial biar kamu tau caranya mu*sin suami meski kamu gak bisa gerak bebas ? " Tia menggoda Naya dengan menaik turun kan kedua alisnya.
"Sejak kapan sih kamu se mes*m ini heran aku" Naya berusaha mengalihkan percakapan mereka.
"Sejak jadi istri abang... " jawab Tia dengan tergelak hingga memegangi perut nya.
"Ya Allah sahabat ku jadi sableng " keluh Naya.
"Bukan sableng nay.. hanya saja udah kecanduann rasa nikmat nay" jawab Tia asal.
"Serahlah" Naya menjawab dengan jengah .
Akhirnya pihak MuA sudah datang dan bersiap untuk merias Naya. Sedangkan Tia masih saja di sana dan kini di temani oleh dua anak kembar nya.
Saat acara akan di mulai semua pengamanan sudah dilakukan dengan sangat ketat... bahkan para pengawal bayangan juga sudah bersiap di tempat nya.
Namun ternyata semua tidak berjalan dengan baik, karena pada saat Devan akan mengucapkan akad, ada kejadian yang membuat suasana menjadi riuh dan tegang.
"Kenapa kalian bisa kecolongan hah! " bentak Zian murka.
"Maafkan kami tuan.. kami akan kembali menyisir tempat ini sekali lagi" jawab sang ketua penanggung jawab.
"Harus dan saya tidak mau hal itu terulang lagi, mengerti! " Zian dengan tegas memberi peringatan.
"Mengerti tuan... " jawabnya lalu bergegas melakukan hal yang di minta.
Semua orang terlihat sedikit panik namun setelah itu acara bisa kembali di lanjut kan lagi dan akhirnya kata
__ADS_1
"SAH " terucap dari bibir semua orang.
Setelah itu Naya di bawa keluar oleh bundanya dan juga mommy dari Tia. Naya hanya bisa menundukkan kepala nya, rasa di hatinya bercampur menjadi satu, antara bahagia, sedih, suka, semua melebur menjadi satu, bahagia akhirnya bisa bersama, sedih karena dia hanya bisa duduk di kursi roda, namun hal itu akhirnya bisa dia tepis melihat senyum semua orang.
"Hay istri ku" sapa Devan saat Naya sudah berada di samping nya.
"Hay juga suami " jawab Naya dengan tersipu malu.
Akhirnya acara demi acara pun berjalan dengan lancar, meski sempat ada kekacauan sedikit akibatnya adanya lemparan gas air mata. Namun semua bisa di atasi dan kembali stabil.
"Selamat ya sayang... jadilah istri yang baik, patuh pada suami mu, apapun itu selalu terbukalah dan bicarakan baik baik" nasehat bunda.
"Ayah titip Naya ya Van, jaga dia, bimbing dia, sayangi dia dan jangan sakitin dia, karena kami tidak pernah melakukan itu, dan jika nanti kamu sudah tidak suka dengan nya maka kembali kan dia dengan baik baik karena kamu juga memintanya dengan baik baik... " nasehat ayah.
"Iya yah Devan akan selalu ingat nasehat ayah
Acara terus berjalan namun tanpa mereka sadari ada hati yang hancur karena pernikahan itu.
*Aku belum menyerah, aku pastikan akan mengambil Naya, karena dia hanya untukku* gumam Dika dengan pedih.
******®
Satu part lagi sudah ya.
Gila lho ini 3 bab dalam sehari.
Wau kan,, makanya yuk dukung terus, dengan cara like, komen kalian sangat berarti lho, dan aku selalu berusaha buat menanggapi komentar komentar kalian.
Oke Salam sayang... 🤗🤗😘
__ADS_1