Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
39. Honeymoon 3


__ADS_3

Happy reading yess.


Adegan pemersatu bangsa hehehehe.


Oke mari kita baca, yang masih anak anak minggir lho.


******®


Malam ini, Naya terlihat sangat cantik dengan dress berwarna biru tosca serta pita berwana baby pink yang melingkar di perut ratanya.


Sungguh penampilan yang sangat memukau, meski hanya bisa duduk di kursi roda, namun pesona Naya tak dapat di tutupi oleh kekurangan nya sekalipun.


Devan di buat kagum oleh istri nya. Padahal sudah berulang kali, ia melihat istrinya tampil cantik, namun Devan selalu saja tak pernah puas.


"Kau cantik sayang, dan selalu cantik, " puji Devan dengan penuh cinta.


"Mas bisa saja, ini kita mau berangkat kapan jadinya?" Naya berusaha mengalihkan karena dia sangat malu.


"Baiklah tuan putri saat kita berangkat. " Ucap Devan dengan semangat dan bersiap untuk membuka pintu kamar mereka, tapi suara Naya menghentikan pergerakan Devan.


"Mas tunggu, " Naya mencegah Devan yang hampir membuka pintu.


"Ada apa yank? " tanya Devan heran.


"Nunduk bentar mas, " pinta Naya dan Devan tanpa banyak tanya langsung menunduk di hadapan Naya.


"Kamu sangat tampan, " bisik Naya . Cup "hadiah buat mu. " lanjut Naya.


Sedangkan Devan malah bengong, dengan tindakan istri nya itu.


"Hay ayo berangkat mas, kok malah bengong. " Naya mengatakan dengan menahan senyum nya.


"Ah kamu ini yank, kenapa jadi manis banget sih, kan aku makin cinta jadinya, " ucap Devan setelah dia sadar dan bisa menguasai dirinya.


"Aku pun. " Naya menjawab dengan senyum lebar.


Akhirnya mereka berangkat menuju restoran yang sudah Devan persiapkan untuk acara malam ini.


"Sebentar, kamu harus di tutup dulu karena ini surprise buat mu, " Devan berkata sambil mulai menutup mata Naya dengan kain hitam.


"Aku jadi penasaran mas. " Naya menanggapi.


"Sebentar lagi sayang, " tuntun Devan sambil masuk ke ruang privat yang ada di restoran itu.


"Nah sekarang buka mata nya secara perlahan ya. " Devan mengarahkan, dan ketika Naya mulai membuka mata nya dengan sempurna, "Tara... untuk istri ku, cinta pertamaku, hidupku dan hartaku. I love you sayang. " sambung Devan dengan nada yang ceria dan tatapan penuh cinta.


"Indah mas, dan terimakasih, " Naya benar benar dibuat kagum dan haru oleh kejutan dari suaminya. "akupun sangat mencintai mu. I love you too, mas. " lanjut Naya.


Akhirnya keduanya menikmati makan malam romantis yang sudah Devan siap kan dengan sempurna.

__ADS_1


******®


Setelah makan malam romantis itu, keduanya bergegas kembali ke hotel. Mengingat masih musim dingin, jadi mereka putuskan untuk tidak jalan jalan setelah makan malam.


Sedangkan tanpa Devan tau, Naya sedang menahan perasaan gugupnya. Ia bingung harus dengan cara apa memberi kejutan juga untuk suaminya.


*Aduh kenapa aku gak tanya tanya dulu tadi sih sama kak Tia, bingung kan jadinya. "dumel Naya dalam hati.


" Kamu atau mas yang mandi duluan yank? "tanya Devan setelah mereka sampai di kamar.


" E e mas saja dulu, soalnya aku mau hapus make dulu, "jawab Naya dengan sedikit gugup.


" Kamu kenapa? kenapa wajahmu memerah? apa kamu kedinginan? "tanya Devan khawatir.


" Tidak kok mas, tidak apa apa. Sudah sana segera bersih bersih, terus gantian aku, " Naya mendorong suaminya agar segera mau masuk ke kamar mandi.


Setelah Devan masuk, Naya bernafas lega dan bergegas mencari baju kurang bahan dari si kakak laknut, siapa lagi kalo bukan Tia.


"Ish sebenarnya aku malu dan jijik sama baju ini, tapi demi mas Devan yang sudah bersabar selama ini, maka aku pikir ya sudah lah, ilangin dikit rasa malunya, " Naya bermonolog sendiri.


Clek


Pintu terbuka, Devan terlihat segar dan ah lihat lah dia sangat sexy. Naya tanpa sadar terus melihat ke arah suaminya tanpa berkedip, hingga tiupan pelan di depan wajahnya membuat dia sadar dan sangat malu.


"Kenapa yank? kok lihatin tubuh mas kayak gitu? mau ya? ini kan punyamu yank, " goda Devan.


"Apaan sih mas, udah ah aku mau bersih bersih diri dulu, " Naya berusaha menghindar dengan wajah bersemu merah. Sedangkan Devan malah tergelak dengan keras.


"Yank kamu kenapa? kok lama? ada masalah? " Devan sangat khawatir, karena sudah lebih dari tiga puluh menit istri nya di dalam kamar mandi.


"Ini sudah selesai mas, " jawab Naya, kudian dia membuka pintu kamar mandi. Devan dengan sigap segera mendorong kursi roda ke arah Naya yang saat ini tengah berdiri dengan bantuan tongkat.


"Duduk yank." pintar Devan.


"Gak mas, aku mau jalan dengan bantuan ini saja. Kata dokter tadi malah lebih bagus, " jawab Naya.


Kedua kini sudah berbaring di tempat tidur dan seperti biasanya Naya akan meringsek ke pelukan suaminya.


Namun kali ini beda, ia meraba da*a suaminya dengan gerakan menggoda.


"Yank tidur, ini udah malam. " kata Devan dengan berusaha menahan gejolak yang mulai merangkak naik.


"Mas... " panggil Naya dengan lirih namun terdengar menggoda. "apa kamu tidak mau meminta hakmu? " tanya Naya yang kini pandangan keduanya bertemu.


"Mas masih bisa menahan nya sayang, sampai kamu benar-benar pulih, " jawab Devan dengan suara seraknya.


"Tapi aku bisa dan -" ucapannya sengaja dia jeda, "aku ingin" lanjut Naya dengan berbisik di telinga Devan. Hal itu benar benar ujian bagi Devan.


Devan yang sudah tidak kuasa akhirnya mencium bibir Naya dengan sayang.Ciuaman ayang awalnya lembut kini semakin menuntut. Lum*tan demi lum**an terus mereka lakukan.

__ADS_1


Pengendalian diri Devan kali ini benar benar runtuh, melihat wajah sayu istri nya yang semakin terlihat menggoda.


"Bolehkah? " tanya Devan serak dengan pandangan berkabut akan gair*h. Naya menjawab dengan anggukan dan dengan segera Devan raup bibir menggoda itu.


Perlahan namun pasti Devan mulai menjelajahi setiap inci wajah Naya. Kini ciuman itu perlahan mulai turun ke arah leher dan semakin turun ke da*a Naya. Devan gerakan cepat Devan menarik tali yang melekat pada jubah mandi Naya. Devan begitu terkesima, dibalik jubah mandi, ternyata Naya sudah mengenakan pakaian gila itu.


"Kamu cantik sayang. " puji kagum Devan melihat keindahan di bawah lingkungannya. Tanpa menunggu lama lagi, Devan mulai menyusuri ke indahan lekuk tubuh yang ada di bawahnya.


Kegiatan panas itu masih berlanjut, eram*n dan de*a*an lolos dari mulut Naya. Merasakan sensasi baru yang belum pernah dia rasakan. Sedangkan Devan masih asik bermain dengan dua bola bekel yang ken*al dan indah itu. Sesekali menyesapnya dan tak jarang juga menggigit nya.


Perlahan namun pasti kegiatan itu menuju pada intinya. Dengan sangat hati hati Devan mulai menjalankan tongkat nya yang ternyata masih sangat sulit untuk menembus dinding lawan.


Rintihan dan gumaman sakit terucap dari bibir yang sudah membengkak karena ulahnya. Rasa tak tega mulai merayap dihatinya.


"Apa mas harus berhenti? " tanya Devan parau menahan rasa yang semakin ingin meledak. Sedangkan Naya yang melihat wajah suaminya menahan hasrat merasa kasihan dan akhirnya jawaban gelengan kepala pertanda permainan iti berlanjut.


Dengan sekali hentakan namun masih di selingi kelembutan akhirnya Devan mampu membobol pertahanan lawan. Air mata yang tanpa di minta jatuh, Devan segera mengecupnya dan berkata "maaf sayang. " dengan lirih. Naya hanya mampu menjawab dengan senyuman.


Setelah dirasa Naya mulai tenang, dengan perlahan Devan mengayukan tongkat nya maju dan mundur. Rintihan sakit yang semula terdengar kini berganti dengan desa**an yang memenuhi kamar mewah itu.


Bukan lagi gerakan perlahan, melainkan gerakan yang semakin menggila. Eran*an dan desa**n saling beradu untuk mencapai titik syurga dunia yang baru mereka alami dan akan segera mereka rasakan.


Lenguh*n panjang kedua menandakan kegiatan yang sangat ni*mat itu sudah mencapai titik nya.


Devan ambruk dengan nafas menderu di ceruk leher Naya. "Terimakasih sayang, kamu terbaik, I love you, " ucap Devan dengan nafas yang masih belum teratur.


"I love you too mas." jawab Naya dengan nafas yang tak kalah seperti Devan.


Setelah di rasa cukup akhir Devan menarik tongkat nya dan berbaring di samping istri. Ia tarik tubuh yang masih sedikit bergetar itu dan ia hadiahi dengan kecupan bertubi-tubi di pucuk kepalanya.


"Kamu baik baik saja kan yank, " tanya Devan kini dengan nafas yang sudah mulai normal.


"Iya mas, aku baik baik saja, " Naya menjawab dengan gumaman di depan dada Devan.


"Tidurlah, kamu pasti lelah, " pintar Devan.


"Hem, ya. " Hanya itu yang bisa Naya jawab, ia sudah mulai memejamkan mata.


Berbeda dengan Devan, ia terus saja tersenyum mengingat kegiatan keduanya barusan dan seperti nya kegiatan itu akan sangat menyenangkan dan menjadi candu baginya. Membayangkan saja, rasanya dia ingin lagu, namun sekuat hati dia tahan, mengingat istri sudah terbang ke alam mimpi.


*Kasihan dia, pasti lelah. Ah aku sangat mencintai wanita di peluk kan ku ini* gumaman Devan yang akhirnya memilih menyusul Naya ke alam mimpi.


******®


Part terpanjang selama cerita ini. Jika biasa per bab hanya 500-1000 k. Khusus malam ini aku buat 1300 lebih dan di waktu yang sudah sangat malam.


Jadi selamat malam, jika oleng cari paksu sendiri sendiri ya 😀🤭.


Oke happy happy malam ini 🤭🤭

__ADS_1


Ets tapi sebelum itu kasih hadiah yang buanyakkkkkk donk, kan udah aku kasih part istimewa, jika hadiah nya banyak esok lanjut lho 😁🤭hehehe.


__ADS_2