Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
42.Pulang.


__ADS_3

Happy reading yess


*****®


Devan dan Naya akhirnya harus memesan tiket kembali, karena mereka beneran ketinggalan pesawat akibat olah raga mereka di atas ranjang.


Sesampainya di rumah mewah keluarga Angkasa, semuanya telah menunggu dengan sangat antusias. Bahkan orang tua Devan juga sudah ada di rumah itu sejak tadi pagi.


Mereka semua sangat antusias dengan kata kejutan yang akan di berikan oleh pasangan pengantin baru itu.


"Apa kamu siap sayang, memberikan mereka semua kejutan itu? " tanya Devan dengan menggenggam tangan Naya.


"Siap mas, aku ingin lihat bagaimana reaksi. mereka semua, pasti bunda akan sangat bahagia. " jawab Naya dengan menerawang membayangkan sang bunda yang sangat baik dan penyayang.


"Itu pasti sayang, dan bukan hanya bunda, tapi mereka semua, " Devan menambahi.


"Iya mas, " Naya menyahut dengan senyum lebar.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit, akhirnya mereka sampai di rumah mewah nan ramai itu. Semua orang sudah menunggu di depan rumah.


Naya terharu dengan sikap semua orang, ia tidak menyangka akan seantusias ini.


"Selama datang kembali anak anak ku, " sambut bunda dengan suara yang paling bahagia.


"Terimakasih bun.. dan lihatlah kejutan untuk kalian, " Devan menjawab dengan binar bahagia .

__ADS_1


Naya turun dari mobil tanpa kursi roda dan juga tongkat nya. Semua orang di buat menganga dan juga diam. Mereka semua seakan tidak percaya, jika anak gadis di depannya adalah Naya. Naya mereka yang ternyata sudah bisa berdiri.


Dengan sangat pelan, Naya berjalan menghampiri bunda dan juga ayahnya yang berdiri ber sisihan.


"Ayah bunda.. apa kabar? tidak kah kalian kangen dengan Naya? " ucapan Naya sontak memecah keheningan yang ada dan dengan segera bunda sadar dari rasa shock nya.


"Ya Allah sayang..., ini benar benar kejutan buat kami, kamu kamu sudah bisa berjalan? " tanya bunda dengan antusias dan terbata saking bahagia nya.


Tanpa sadar air mata haru mengalir deras dari mata bunda. Begitu bahagia dirinya melihat anak perempuan semata wayangnya sudah bisa berjalan lagi. selama ini, Mila adalah wanita yang selalu bahagia dan tegar di depan anaknya, ia selalu menyembunyikan air mata nya agar tidak membuat sedih semua orang.


Bagaimanapun ketika seorang anak sakit, ibu adalah orang pertama yang akan hancur melihat penderitaan anaknya. Dan ketika sang anak bahagia, maka ibu lah orang yang akan menangis haru karena bahagia.


"Bunda jangan nangis, sudah cukup selama ini bunda menangis buat Naya. Naya sekarang sudah bisa berjalan bun, meski belum lancar tapi percayalah Naya akan sembuh dengan cepat. " ucap Naya dengan menghapus air mata sang bunda.


"Apa ayah tidak ingin di peluk? " tanya ayah Ivan yang sudah tidak sabar.


"Ayah.... " Naya ber hambur ke pelukan sang ayah setelah melepaskan pelukan bunda nya.


"Berbahagialah nak., doa ayah dan bunda selalu bersamamu, ayah bahagia karena putri kecil ayah sudah kembali ceria dan bisa berjalan lagi. " ayah Ivan berkata dengan mata berkaca kaca dan mengelus lembut rambut anaknya.


Semua orang menyaksikan adegan itu dengan rasa haru dan bahagia yang membuncah. Semuanya bergantian memeluk pasangan yang baru pulang tadi.


Kini semua sudah berkumpul di ruang keluarga, di sana cerita penuh suka cita mengalir dari Naya dan Devan.


"Terimakasih nak sudah menjaga Naya dan juga mengupayakan kesembuhannya, " bunda berkata dengan tulus kepada Devan.

__ADS_1


"Itu sudah menjadi tanggung jawab Devan sekarang bun, Devan juga bahagia bisa melihat Naya kembali seperti semula, " jawab Devan dengan pandangan penuh cinta kepada Naya.


"Hem Hem mentang mentang pengantin baru, pandang pandangan terus, " sindir Tia dengan senyum jahil nya.


"Kamu kenapa yank? mau bulan madu juga? kalo iya aku siap lho ajak kamu, " bukannya Devan atau Naya yang menanggapi ini malah suami nya.


"Apaan sih bang, aku kan cuma menggoda mereka, " Tia menjawab dengan malu, karena kini semua orang melihat ke arah dirinya.


*Niat hati mau godain, eh malah aku sendiri sekarang yang kena, * batin Tia malu.


"Udah sana siapin, ntar si kembar biar bunda yang jaga, " bunda malah ikut ikutan.


"Nah denger sendiri kan yank, yuk kamu mau kemana? " Zian malah semakin menjadi.


,"Abang... , " rengek Tia kepalang malu.


Sedangkan yang lain hanya tertawa melihat tingkah Tia dan Zian yang memang selalu saja romantis dan bahkan semua orang tau jika Zian dan sang ayah selalu saja berlomba untuk menunjukkan siapa yang paling romantis.


******®


Hay selamat pagi menjelang siang.


Karena ini hari senin, jadi jangan lupa vote nya ya, like, komen, hadiah yang banyak.


Salam sayang 😍❤😘🤗

__ADS_1


__ADS_2