Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
75. S. Part 5


__ADS_3

Mohon maaf untuk semua pembaca setiaku. Untuk cerita Mas Al dan Mas Gara, aku stop dulu ya, mungkin update tidak bisa rutin, mau ngejar ini dulu, tapi juga baru sibuk di dunia nyata, jadi mohon bersabar ya, jika sudah longgar bisa aku balas nanti.


Key mari lanjut.


Happy reading yes....


****®


Sepanjang perjalanan Langit masih saja menggerutu akan sikap adik adiknya, sedangkan mereka malah asik mendengarkan musik tanpa terusik dengan segala ucapan sang kakak.


"Heh, kalian ini dengerin gak sih!" tanya Langit dengan geram.


"Denger Abang, denger.," jawab keduanya kompak.


"Kalo denger kenapa di ulangi terus sih, heran aku tuh ya," lagi lagi Langit merasa gemas.


"Gimana ya bang, itu udah jadi jiwa kita, jadi kalo gak bikin ulah berasa kurang gitu,hihihi," jawab Jingga sambil terkikik sedangkan Senja malah tertawa dengan keras.


"Heh, udah ah, lain kali kalo kalian bikin ulah, Abang mau dia aja, serah kalian lah," Langit mengatakan itu namun siapa tau jika hati nya tidak akan bisa melakukan nya.


"Ah jangan dong bang, Abang kan Abang terbaik," rayu keduanya dan lagi lagi dengan kompak.


"Huh, kenapa kalian kalo ngomong selalu barengan sih, apa karena kembar jadi gitu," Langit merasa heran dengan kekompakan sang adik.


"Iya lah bang, kan kita dari dulu selalu bersama, berbagai tempat bersama, makan makanan yang sama, nangis juga bersama, dan jangan lupa kalo sakit juga kan kita samaan jadi ya kita kan sama," jawab Senja yang mulai dengan segala ucapan absurd nya jika tidak segera di potong.


"Udah diem, besok gak usah ke sekolah Abang, lagian kalian ngapain tadi kesekolah Abang?" tanya Langit dengan menyipit curiga.

__ADS_1


"Cuma kangen Abang," elak Senja dengan cepat.


"Kangen apaan, orang tiap hari juga ketemu, di rumah juga masih sama, kangen kangen, kangen dari Hongkong," Langit masih tidak percaya


"Beneran bang, kangen lho kita ini, iya kan kak Ji?" Senja mencari dukungan, karena di rasa Jingga hanya diam mengulum senyum.


"Bukan mau cari perhatian si Awan kan?" Langit kembali bertanya dengan mata tajamnya.


"En enggak bang, Abang apaan sih, kenapa bawa bawa kak Awan coba," Senja menjawab dengan sedikit grogi dan salah tingkah.


"Hahahaha udah lah ngaku saja," Jingga bukanya mendukung malah ikutan memojokkan Senja.


Senja yang mendengar ucapan Jingga seketika mendelik kearah Jingga, kali ini Senja pasti tidak akan lolos dari omelan si Abang yang lebih lama.


"Senja...," panggil Langit dengan nada yang sedikit naik.


"Maaf bang," akhirnya Senja pasrah juga.


"Maaf bang," hanya itu yang bisa di ucapkan Senja dengan kepala menunduk.


"Begitu juga buatmu, jangan cari masalah hanya karena cowok, bisa?" kali ini Langit beralih kepada Jingga.


"Iya bang," Jingga juga mulai merasa takut melihat Abang nya yang sudah mode datar begitu.


"Bagus, Abang gak mau denger lagi kamu bermasalah dengan Jesica hanya karena cowok bernama Bintang," sindir Langit tepat sasaran.


Seketika Jingga mengangkat kepalanya yang semula menunduk, ia kaget dari mana Abang nya bisa tau.

__ADS_1


"Kenapa kaget? Abang tau kegiatan kamu? Abang tau ulah apa saja yang sudah kamu buat, siapa saja yang sudah kamu jahili dan siapa cowok yang sedang berusaha mendekati mu," Langit berkata dengan sangat gamblang dan hanya bisa membuat Jingga diam.


"Maaf bang, tapi Jesica yang selalu cari gara gara, aku sama Bintang hanya teman biasa kak," Jingga dengan cepat menyanggah nya.


"Mungkin kamu iya berfikir begitu, tapi Bintang bagaimana? apa kamu tau? jadi Abang mohon jangan cari masalah lagi, kali sampai itu terjadi lagi maka Abang akan bawa kalian sekolah di luar negeri," ancam Langit kali ini dengan serius.


"Gak bang!" jawab keduanya kompak dan setengah panik.


"Jadi kalo gak jangan bikin masalah oke, kamu Jingga jatuhin Bintang Jayden Naraya! dan kamu Senja berhenti mencari perhatian Awan Biantara! mengerti!" titah Langit kali ini tidak bisa di ganggu.


"Baik bang," Akhirnya mereka mau tidak mau harus menuruti jika tidak ingin ikut sang Abang yang akan kuliah di luar negri bersama kak Aby.


Dan jika seandainya itu terjadi, maka akan sangat tertekan hidup si kembar, karena di sana akan ada dua laki laki super dingin bak kutub es. Membayangkan saja Jingga dan Senja sudah bergidik ngeri, apalagi sampai menjalani nya.


"Big NO!" tiba tiba mereka berteriak sehingga Langit yang sudah menjalankan mobilnya menjadi kaget.


"Kalian ini kenapa teriak teriak sih, Abang lagi nyetir lho ini," dumel Langit dengan menggeleng kepala nya tanda dia benar benar pusing.


"Hehehehe maag Abang ganteng," lagi lagi mereka kompak dalam berbicara.


Langit yang mendengar nya hanya bisa menghela nafas kasar.


******®


Hay semua...kalo ada yang bingung siapa Awan, maka baca lagi ya, Awan di sini adalah Bian, awalnya aku pake nama Bian, tapi aku ganti Awan biar pas saja hehehe.


Oke saatnya dukungan kalian.

__ADS_1


Terimakasih dan maaf atas segala keterbatasan diriku ini.


😉😊😊😊🤗


__ADS_2