Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
58. Bergadang


__ADS_3

Happy reading yes


******®


Hari berganti hari, semua berjalan dengan selaras. Suka duka di jalani pasangan muda tersebut. Merawat dan membesarkan Langit secara bersama sama adalah hal yang paling berharga, Langit tumbuh menjadi anak yang sangat pintar. Di usianya yang menginjak 3tahun dia sudah hafal huruf abjad dari A sampai Z, bukan hanya satu bahasa, dia sudah menguasai tiga bahasa sekaligus.


Semua berkat didikan dari orang tuanya dan juga para Oma muda yang tidak pernah mau ketinggalan. Langit dan Aby menjadi cucu yang luar biasa bagi keluarga Angkasa.


"Kejutan apa lagi sayang hari ini dari anak kita?"seperti biasa Devan akan selalu bertanya saat dia sudah sampai di rumah.


"Dia mulai di ajari berhitung sama ayah, dari angka 1 sampai 50 mas, dan ajaibnya dia bisa,"cerita Naya dengan penuh semangat.


"Wau benarkah?ah rasanya pengen denger deh, sayang dia lagi gak di rumah."keluh Devan karena memang sang anak sedang berada di rumah utama bermain bersama Aby kakak sepupunya.


Umur yang terpaut dua tahun menjadikan mereka sangat dekat dan selalu bersama. Aby dengan karakter pendiam tapi mengayomi sedangkan, Langit mempunyai karakter yang hampir sama, hanya saja dia sedikit suka bercanda.


"Ini aku sudah siapkan vidio nya, jadi kamu akan tetap tau, bukankah biasanya seperti itu?"Naya menyerahkan Vidio yang dia rekam tadi siang saat anaknya belajar berhitung.


Devan dengan antusias langsung melihat Vidio dari sang istri. Bahkan dia lupa jika belum mandi padahal baru saja pulang kerja.


"Mandi dulu mas, masak iya langsung lihat Vidio sih,"Naya mengingatkan agar Devan mandi tapi yang di ingatkan malah asik melihat Vidio yang tadi Naya berikan.


"Dasar jorok,"Naya menggerutu karena Devan tidak mendengarkan perintahnya.


"Yang penting kamu cinta kan,"dengan iseng malah menggoda Naya, tapi tatapannya masih tertuju pada tab di tangannya.


"Hais cinta cinta apaan, jorok mah jadi ogah,"gurau Naya sambil berjalan ke kamar ganti menyiapkan baju untuk suaminya.


Tanpa Naya sadari, Devan mengikuti nya secara diam diam. Vidio yang belum selesai dia tonton terpaksa dia tinggal karena takut mendengar ucapan istri nya.


Dengan langkah pelan tanpa suara, akhirnya Devan langsung menyergap tubuh mungil istri dari belakang.


Grep


"Iya sayang, ini mas siap mandi. Jadi masih cinta kan?"tanya Devan dengan pelukan yang makin erat dan meletakkan dagunya di pundak Naya.


"Akan di pikirkan,"Naya menjawab dengan santai dan senyum tipisnya.


"Ah ayolah, masak iya gara gara gak mandi jadi kurang cintanya sih?ah kalo gini mas akan mandi sehari lima kali saja, biar kamu makin cinta,"ucap Devan dengan nada merajuk.


"Hehehe, sehari lima kali, mau ngapain mas?ada ada saja kamu ini,"Naya malah menanggapi dengan tawa yang keras.


"Lah biar kamu makin cinta, tadi katanya kalo gak mandi gak cinta,"Devan masih saja sok polos di depan Naya.

__ADS_1


"Tau ah mas, udah lepasin dulu. Ini mau nyiapin baju gak selesai selesai kalo gini terus."Naya merasa susah bergerak, apalagi dia merasa ada yang mulai bangun di bawah sana.


"Yank, temenin mandi yuk.Mas takut mandi sendiri,"akal akal lan Devan.


"Heleh mas, gayamu itu lho. Biasanya juga mandi sendiri kok, alesan saja,"cibir Naya dengan pipi merona karena dia sudah paham arti dari menemani mandi.


"Nolak dosa loh yank, apalagi mumpung sepi begini,"rayu Devan dan tanpa menunggu jawaban dia langsung mengangkat Naya dan membawa nya ke kamar mandi.


"Kya..., mas Devan! aku sudah mandi mas! masak iya mandi lagi,"jerit Naya yang kaget sekaligus protes nya.


"Mandi lagi biar mas makin cinta,"ucap Devan santai dan kini sudah melucuti pakaian mereka dengan cepat.


Jika sudah begini Naya hanya bisa pasrah saja, menolak pun juga gak akan berhasil. Apalagi mereka sudah sama sama basah di bawah guyuran air shower.


"Ah mandi lagi kan,"ucap Naya di sela sela desah*n yang kian kencang di kamar mandi.


"Tapi kamu mau kan,"balas Devan yang juga dengan suara paraunya karena menahan ledakan yang hampir menggulung mereka berdua .


"Ah... mas Dev"jerit Naya saat diri sampai pada titik paling tinggi.


"Ya yank, mas juga,"ucapan Devan tak dapat lagi keluar, yang ada hanya eraman tertahan dengan nafas memburu.


Akhirnya sesi panas di kamar mandi berakhir setelah satu jam lamanya. Naya merasa benar benar lelah dengan kegiatan mereka barusan.


"Maaf sayang, tubuh mu seperti candu bagiku, niat hati tadi hanya sebentar, tapi ternyata dia gak mau berhenti. Jika boleh dia mau minta lagi nanti habis makan malam,"dengan santainya Devan malah mengutarakan niatnya.


"Hah!gak deh mas, besok besok lagi. Aku udah lelah ini, lagian nanti juga harus jemput Langit kan,"Naya berusaha menolak dan menghindar.


"Tips setelah jemput Langit, malam nya kita memadu kasih lagi,"dengan usilnya Devan mengatakan hal itu dengan kedua alis yang dia naik turunkan.


"Ogah, pokoknya aku mau tidur nyenyak malam ini, titik!"Naya menolak dengan tegas.


"Yakin nolak?gak bakalan minta nambah? biasanya bilang ogah eh pas udah mulai langsung minta nambah, siapa ya?"bukanya marah dengan ucapan Naya, Devan malah menyindir Naya dengan kegiatan yang biasa dia lakukan.


Naya yang mendengar ucapan suaminya langsung merasa malu. Dia ingat, setiap kali mereka berhubungan pasti ujung ujungnya dia minta nambah. Entah Naya sendiri sampai heran, kenapa dia bisa sampai seperti orang gila se*s.


*Hais malu maluin, kenapa sih aku selalu lemah kalo udah merasakan sentuhan dari mas Devan, dan parahnya minta nambah! dadar o-mesh aku ini*grutu Naya dalam hati sambil menyembunyikan pipi yang merona karena malu.


"Sudah jangan malu, aku malah senang jika kamu ingin nambah lagi dan lagi, ckckc kan kesejahteraan dia jadi aman,"Devan malah semakin menggoda Naya bahkan kini dia tertawa begitu kencangnya.


"Diem gak mas, udah ah aku mau cari makan, biar gak lemas lagi,"Naya berbicara sambil bersiap keluar kamar.


"Ya yank, makan yang banyak biar nanti kuat,"Devan dengan lantang menanggapi ucapan Naya tadi.

__ADS_1


"Dih seneng nya bapak ini,"omel Naya yang sudah berada di luar kamar.


Naya berjalan menuju dapur dengan ngedumel sendiri, sedangkan Devan masih dengan tawa senang nya karena berhasil membuat istrinya kalah berdebat.


"Lucunya istri ku, kalo lagi ngomel ngomel gak jelas. Pengen aku kurung saja deh hahahaha,"Devan berbicara sendiri ditengah sisa tawanya.


Setelah makan malam dengan nikmat, mereka bersiap untuk menjemput, Langit di rumah utama. Namun hal itu gagal karena sebelum mereka ke sana, bunda malah memberi kabar jika Langit ingin tidur di sana bersama Aby.


Bagai mendapatkan durian runtuh, kabar dari sang mertua menjadi kebahagiaan untuk dirinya. Lain hal dengan Naya, dia langsung mendesah pasrah dengan keadaan yang ada.


*Alamak bisa sampai pagi aku ini di sarang penyamun, ah kenapa sih Langit seolah mendukung bapaknya, hais nasib nasib. Eh tapi aku juga suka kan,*batin Naya pasrah tapi juga terkikik sendiri.


"Ayo sayank, saatnya kita buat adik untuk Langit. Siap tempur sampai pagi cinta?"goda Devan dengan seringai mes*m nya.


"Oke siapa takut bapak Devan,"Naya mulai mengimbangi ke gilaan sang suami.


"Oh rupanya ada yang menantang,"seru Devan yang langsung merobek kasar baju tidur yang Naya pakai.


"Selalu saja tidak sabaran,"keluh Naya melihat itu baju kesekian yang suaminya robek.


"Biarkan, kita fokus sama yang ini saja,"ucap Devan yang mulai meremat lembut dua gunung kembar yang semakin bertambah saja volume nya.


"Yank, ini makin gede saja,"ucap Devan di sela sela mereguk manisnya air s*s* alami itu.


"Kan kamu yang buat,"rancau Naya yang mulai naik hasr**nya.


"Dan aku suka,"balas Devan dengan suara yang tenggelam di balik gunung itu.


"Itu punya mu,"jawaban Naya sukses memancing hasr*t yang semakin menggila.


Malam panjang penuh peluh menghiasi kamar yang pasangan muda tersebut. Suara lenguhan dan desa*an memenuhi isi kamar mereka. Hingga pukul tiga dini hari kegiatan itu baru selesai dengan Naya yang akhirnya menyerah dan meminta sudah.


*****®


Ah elah pasangan ini, gak tanggung tanggung deh kalo udah naik gunung menyusuri lembah.


Masak sampai jam segitu, mana mulai dari masih sore lagi, apa kabar tuh pinggang 🙄😅🤭.


Sssttt jan ada yang protes ya, karena gak full kegiatan mereka, ya karena takut aku di marahi sama mas Devan, kan ntar di kira ngintip 😅.


Key lah saatnya kalian para pembaca yang baik hati, bagi **Gift nya ya yang banyak, terus like ,komen ,vote , dan rate bintang lima. Karena semua itu GRATIS TIS TIS , dan sangat membantu author yang gak femes ini 🥺🥺.


Salam sayang 🤗**

__ADS_1


__ADS_2