Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
57. Hukuman Dari Ibu Suri


__ADS_3

Happy reading yes...


Untuk saat ini aku mau fokus ngerjain si mas Arka dulu yes...soale bikin gemes sih mas kulkas satu itu. Eh sekaline sudah punya istri malah iseng banget.


Yang bingung,bisa baca Kamu Tulang Rusukku ya, cerita mas Zian ada di sana bersama asisten laknut nya.


Oke kita lanjut ngasih hukuman ke mas Arka ya, hehehe.


*****®


Arka hanya bisa pasrah dengan apa yang sudah dia alami, semua juga berawal dari dirinya sendiri.


Dengan perasaan dongkol nya, dia kembali ke ruangan nya. Dia hanya berdiam diri di ruangan sambil memijit kepalanya yang tiba tiba pening.


Arka harus bersiap dengan kejutan apa lagi nanti di rumah. Ah bahkan ia sudah merasa deg degan dengan ibu suri di rumah.


"Haish aku harus bikin alasan apa ya nanti?yakin pasti kena omel yang bikin kuping panas, nasib nasib,"grutu Arka untuk dirinya sendiri.


Niat hati mau ngerjain bos dan juga adik nya, eh malah dia sendiri yang kena getahnya kalo seperti ini ceritanya.


Sedangkan Devan dan Zian kedua tergelak puas dengan wajah masam sang asisten. Mereka benar benar mewujudkan rencana yang sudah meraka susun selama satu bulan ke depan.


"Puas banget aku kak, lihat wajah merana nya tadi,"Devan masih saja tergelak sampai kepala nya mendongak kebelakang.


"Salah sendiri iseng sama kita, kita kena hukum jadi dia harus kena juga lah,"sambung lagi dengan sisa tawa yang sudah mulai dia kontrol.


"Ya salah dia, iseng sih.Heran aku, kok sekarang dia jadi sering iseng ya, padahal dulu saja kayak kulkas 3 pintu lebih parah dari aku dinginnya."cerita Zian yang sedikit merasa heran dengan perubahan sahabat sekaligus asisten nya.


"Cinta memang dahsyat kak, orang yang kayak kulkas bisa jadi pelawak, orang iseng, jahat, dan masih banyak lagi,"Devan merasa jika cinta memang hebat.


"Ya kamu benar, dulu aku pun tak pernah bisa ngobrol dengan orang baru, tapi kini aku mulai terbiasa dan lebih baik,"Zian juga mengingat bagaimana dia dulu.


"Sama kak, apa lagi selalu ada rasa takut di manfaatkan oleh mereka,"Devan pun menyadari jika dulu dia sama dengan Zian.


Tanpa terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore. Waktu mereka untuk bersiap pulang. Devan yang memang sedang santai karena sudah dia kerjakan tadi pagi hingga sebelum dia makan siang semua sudah selesai.


Jika Devan dan Zian bersiap pulang dengan hati riang, berbeda dengan Arka. Dia pulang dengan perasaan was was, sehingga menjadi bahan ejekan para sahabat nya.


"Napa muka Lo?"tanya Zian pura pura tidak paham.


"Gak sah sok gak tau deh Lo,"jawab Arka dengan sewot.


"Lah emang gue gak tau?emang gue cenayang bisa tau pikiran lo,"masih dengan ke pura puraan nya.


"Serah deh, suka suka lo,"Arka makin sewot.

__ADS_1


"Emang kenapa sih kak?ada kerjaan yang belum beres?atau kak Arka sedang kurang sehat?"dengan tidak bersalah nya Devan malah menambahi kekesalan dari Arka.


"Tau ah, se bahagia kalian saja, dah gue duluan. Mau siap siap denger ultimatum dari Bu Suri."Arka menjawab dengan nada semakin kesal dan langsung masuk ke dalam mobil dan menutup pintu dengan dentuman keras.


Sedangkan Devan Zian tertawa terbahak-bahak melihat hal itu.


"Sukses ya bro, semoga gak nambah hukuman Lo,"Zian masih sempat sempat nya mengatakan hal itu.


"Aku kok kasihan ya,"sambung Devan tapi dengan tawa yang semakin kencang.


"Dasar sahabat laknat, sahabat kesusahan malah pada ketawa,"Arka mengomel di dalam mobil saat dia melihat ke dua sahabatnya tertawa terbahak-bahak.


Arka masih di dalam mobil saat dia sudah sampai di rumah. Dia sedang berusaha mengontrol degup jantungnya untuk menghadapi hal baru yang lebih rumit lagi.


"Huh, oke lah hadapi,"Arka memberikan semangat untuk dirinya sendiri.


"Assalamualaikum, sayang mas pulang,"salam Arka saat dia memasuki rumahnya.


"Waalaikumsalam, sudah pulang mas,"sambut Clara dengan senyum manis tapi meresahkan.


"I i iya sayang,"Arka mulai gugup menyadari senyuman mematikan itu.


"Ya sudah, mas segera mandi sudah aku siapkan air hangat nya. Habis itu kita ngobrol yuk, aku kangen deh sama mas,"ucapan Clara seperti sebuah kode yang berbahaya bagi Arka.


"Kamu kenapa sih mas?kok kelihatan gugup banget gitu?hayo kamu buat salah apa?"selidik Clara dengan tatapan menyipit nya.


"Ah gak kok yank, perasaan kamu mungkin,"elak Arka dan segera masuk ke kamar mandi.


"Siap siap saja sana mas,"Clara mengatakan itu dengan sedikit keras karena suaminya sudah di dalam kamar mandi.


Usai mandi dengan perasaan gugupnya, Arka menghampiri sang istri yang sedang duduk manis di sofa yang ada di kamar mereka.


Baru saja dia duduk dengan benar, Clara sudah mengadahkan tangannya ke depan Arka.


"Kamu minta apa yank?"tanya Arka heran dan was was.


"Kartu ajaib kamu, ingat semua tanpa kecuali,"Clara meminta dengan nada santai namun penuh penekanan.


"Lah mau buat apa?yang mas kasih masih kurang?"tanya Arka pura pura polos.


"Gak usah banyak tanya, bawa sini dulu,"pinta Clara dengan wajah manisnya.


"Ah ya mas ambilkan dulu,"Arka langsung beranjak dari duduknya dan mengambil dompet nya.


"Ini yank, kenapa harus di ambil semua?"Arka masih berusaha menahan dompet nya.

__ADS_1


"Berikan gak?atau mau tidur di kamar tamu?"ancam Clara.


"Iya ini yank, ah ancaman nya bikin ketar ketir,"grutu Arka.


"Sekarang aku tanya kenapa makan siang kali ini kami habis sebanyak tadi?makan sama siapa kamu?"selidik Clara yang ternyata pura pura saja.


"Mas di kerjain sama Zian dan Devan yank, beneran deh,"Arka berusaha memasang wajah melas penuh kesedihan.


"Kok bisa?emang kamu punya salah apa?"tanya Clara memancing.


"Gak punya salah apa apa,"elak Arka dengan mengalihkan pandangannya kemana mana.


"Yakin?mau aku kasih tau salah kamu?mau aku telfon para istri mereka?"tantang Clara.


"Iya ya mas salah, mas yang udah iseng duluan, mas yang udah mereka di hukum sama istri istri nya."pasrah Arka pada akhirnya, percuma dia mengelak toh pasti istri nya sudah tau dari salah satu istri mereka.


"Bagus, dan sekarang giliran kamu yang dapat hukuman. Jadi mau hukuman yang bagaimana?"tanya Clara dengan seringai misterius.


"Apa ya, asal jangan tidur jauh dari kamu deh yank,"Arka berkata tanpa tau akibat nya.


"Oke, nih aku balikin satu kartu kamu mas, kan kamu masih harus membayar makan siang mereka selama sebulan ya kan?jadi aku kembalikan,"Clara memberikan salah satu kartu milik Arka dengan santai.


"Ah makasih sayang, kamu bener bener istri yang pengertian,"Arka yang masih belum sadar dengan hukuman sebenarnya menyambut kartu itu dengan senang.


"Hem, jangan senang dulu. Ada tapi nya,"ucap Clara dengan santai.


"Hah...,"Arka kaget dan seketika dia sadar jika hukuman yang sebenarnya akan segera dia dapat.


*Aih siap gak siap, haduh hukuman apa ya?*batin Arka.


"Sebagai gantinya, mas harus kasih semua bonus akhir tahun ini beserta gaji mas selama 3 bulan penuh, tidak kurang dan bagus jika lebih. Ah ya satu lagi, selama 3 bulan itu, mas tidak boleh pergi tanpa supir dan juga harus selalu membawa bekal makan siang, oke!"hukuman yang sebenarnya sudah di ucapkan sang istri.


Jeddeeerrrr


Arka mematung mendengar nya. Harapan nya membeli moge keluaran terbaru pupus sudah. Belum lagi bayangan dia di antar supir dan membawa bekal.


*Alamakkk.....miskin miskin deh gue!*teriak batin Arka.


******®


Yang sabar ya mas Arka.


Yuk bantu mas Arka, kasih dia gift yang banyak biar rada seneng dia.


Makasih semua 🤗🥰

__ADS_1


__ADS_2