Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
14.Bertemu Lagi


__ADS_3

Happy reading yess...


*****®


Setelah menyelesaikan urusannya untuk membantu gadis kecil itu, kini Al bersiap kena omelan dari sang bunda karena dia sudah terlambat hampir satu jam.


"Assalamu'alaikum... " sapa Al sambil membuka pintu kamar rawat kakaknya.


"Waalaikumsalam... " jawab bunda dan Naya secara bersamaan.


"Maaf bun Al telat, tadi ada sesuatu dulu" Al mengatakan maaf terlebih dahulu sebelum bundanya berbicara.


"Memang urusan apa dek? sampai telat hampir sejam? " tanya Naya sedang bunda memilih diam menyimak.


"Tadi bantu orang sebentar kak, kasihan, dia sedang kesusahan" jawab Al jujur namun tidak secara gamblang.


"Ya sudah, sekarang bunda mau pulang, mau beresin kamar kakak kamu, kamu disini jagain dia ya, ingat jangan berantem terus" bunda pamit sekaligus memperingati keduanya.


"Siap bunda, Al janji gak akan recokin kak Nay lagi" jawab Al dengan meyakinkan.


"Yasudah bunda pamit ya sayang, kasihan pak maman sudah nunggu dari tadi, assalamu'alaikum" bunda akhirnya pamit tapi sebelum nya dia mencium kening anak anaknya sebelum pergi, hal yang selalu dia lakukan setiap kali berpamitan.


"Waalaikumsalam hati hati bun" jawab keduanya kompak.


Setelah bunda benar-benar keluar kamar, Nay mulai kepo dengan alasan Al tadi.


"Dek emang kamu bantuin orang kesusahan apa sih? " tanya Naya kepo, kebiasaan nya yang sulit dia hindari.


"Kepo... selalu saja" jawab Al malas dan memilih duduk di sofa, sedangkan Nay hanya bisa mengerucutkan bibirnya tanda dia sebal.


"Dasar gunung es" decak Naya dengan sebal.


"Serah penting ganteng" jawab Al sekenanya.


Akhirnya keduanya memilih diam saja, Al sibuk dengan ponselnya sedangkan Nay sibuk dengan hati dan pikirannya.

__ADS_1


*Kak Dev... Nay rindu kakak, tapi Nay takut kak Dev akan tinggalin Nay pas kak Dev lihat Nay yang cacat ini, Nay gak sanggup kak kehilangan kak Dev... *lirih hati Nay dalam kerinduan.


"Kak... kak woy ah elah malah melamun" Al memanggil Naya sejak tadi namun masih saja Nay asik melamun.


Akhirnya Al mengguncang badan Naya dan barulah Nay sadar.


"A a apa dek? kamu manggil kakak? " tanya Nay bingung.


"Iya sejak tadi lho, aku mau ke kantin rumah sakit ini, mau beli minum sekaligus cemilan, kakak mau nitip beliin apa? " tanya Al yang sedang ingin minum dingin.


"Eeee kakak mau jus apel tanpa es ya kalo ada" jawab Nay yang memang suka dengan jus apel.


"Oke aku ke kantin sebentar ya kak, ingat jangan melakukan hal macam macam, kalo butuh apa apa pencet tombol itu saja Oke" peringat Al mutlak.


"Iya ya bawel ah" jawab Nay malas.


Al melenggang keluar namun sebelum itu dia berhenti dan memberi isyarat ke pada dua orang orang untuk mendekat.


"Saya mau ke kantin sebentar, ingat jaga kak Nay dengan benar, kalo ada apa apa kalian yang saya cari" Al memberikan perintah dengan tegas.


"Bagus" hanya itu yang Al katakan dan langsung saja berjalan pergi.


********®


Sesampainya di kantin Al memesan apa yang kakaknya inginkan dan untung saja ada, Al menunggu dengan tenang hingga suara seorang gadis menyapa nya, Al melihat dan mengernyit dahinya.


"Hay kakak baik... akhirnya ketemu di sini, aku -" ucapan gadis itu terpotong oleh suara Al.


"Kamu siapa? apa kita pernah bertemu? " tanya Al dengan heran pasalnya dia merasa tidak mengenal gadis kecil ini tapi kenapa dia di panggil kakak baik.


"Hah... kakak tidak mengenal ku? tidak ingat dengan ku? ish kakak ini masih muda sudah pelupa.


" Maaf ya dek, tolong bilang saja kapan kita ketemu, kenapa kamu seakan mengenal ku? "tanya Al lagi karena memang dia tidak mengenal gadis di depannya ini.


" Kakak baik ini aku yang tadi ketemu di bawah, aku yang nabrak kakak tadi dan aku yang kakak tolong bayar biaya rumah sakit ibuku"akhirnya gadis itu menjelaskan.

__ADS_1


Sedangkan Al di buat terdiam dan mengamati gadis kecil di depannya ini, gadis yang sangat berbeda yang dia temui tadi, gadis yang saat ini mengenakan kaos oblong sedikit kebesaran dan celana jeans yang sudah sedikit memudar dan rambut nya yang kini di kuncir kuda, sungguh berbeda dengan gadis yang dia temui tadi, gadis yang menggunakan seragam biru putih yang rambut nya di gerai dan sedikit berantakan serta wajah yang menyedihkan, sedangkan sekarang lihatlah wajah nya begitu segera dan manis, eh manis.


"Kak eh kak kok malah diam saja"gadis itu mengguncang tubuh Al yang ternyata malah melamun.


" Oh iya saya ingat sekarang, kamu gadis biru putih itu ya? "tanya Al memastikan.


" Iya kak... sudah ingat? "tanya gadis itu lagi.


" Iya sekarang ingat, maaf tadi lupa karena kamu sekarang pakai pakaian begini, jadi saya lupa"jawab sekenanya.


*Eh apa tadi aku minta maaf? aku menanggapi ocehan gadis ini? ah kayak otakku ke bentur ini*grutu Al sendiri dalam hatinya, karena hampir jarang dia meminta maaf dan mau menanggapi ocehan wanita selain bunda dan kakak kakaknya.


"Oh iya kak, aku mau mengucapkan banyak terimakasih untuk bantuan kakak, aku janji akan mengembalikan nya suatu saat nanti jika aku sudah bekerja, boleh kan kak? " tanya gadis itu was was.


"Iya terserah kamu saja, saya juga ikhlas bantu tadi" jawab Al sekenanya karena dia masih heran dengan dirinya sendiri sendiri.


"Sekali lagi aku ucapkan terimakasih kasih banyak kak dan -" lagi lagi ucapan nya harus terpotong karena ibu kantin yang akhirnya datang memberikan pesanan Al.


"Ya ya saya terima ucapan dari kamu, ya sudah saya permisi, jus ini sudah di tunggu sejak tadi" Al pamit dengan tergesa-gesa karena sudah terlalu lama, dan bisa di pastikan sang kakak akan mencerca dengan banyak pertanyaan.


Setelah Al berlalu dan menghilang gadis itu baru sadar jika dia tidak jadi berkenalan.


"Yach tidak jadi berkenalan, lalu nanti aku tau nama dia siapa dari mana? terus kalau tidak tau aku ngembaliin uang nya gimana? " gumam gadis itu sendiri dan masih terus memandang ke arah jalan yang di lewati Al tadi.


"Ah ya sudah toh tadi dia bilang ikhlas membantu, mungkin dia orang yang kaya raya jadi uang segitu tidak berarti baginya, jika nanti bertemu lagi ya syukur aku bisa gantiin meski dengan cara mencicil jika tidak ya sudah aku tabung saja uang nya" gadis itu masih berbicara sendiri.


Hingga dia sadar tujuan nya ke kantin kan ingin makan karena dia sangat lapar, sejak pagi diam belum sempat makan.


*******®


Jeng jeng jeng...


Yang penasaran sama kisah mas Al dengan gadis SMP itu sabar ya,, hihihi kalo cerita ini sudah tamat baru otw kesana 😀😀😀🤭jadi pantengin terus ya, jangan lupa dukung selalu biar aku tambah semangat.


Love love sekebung ,tumbar, miri , jahe 😀🤪

__ADS_1


__ADS_2