
Happy reading yes...
Semoga masih setia ya.
******®
Acara resepsi telah usai, semua keluarga besar juga sudah berada dalam kamar masing masing yang memang sudah di siapkan oleh ayah Ivan untuk bisa menginap di hotel tempat mereka mengadakan resepsi pernikahan.
Jika yang lain mulai beristirahat berbeda dengan pengantin baru, keduanya memilih untuk membuka kado yang tadi di berikan oleh Dika, karena jujur Devan sangat penasaran.
"Yank kita buka kado dari Dika ya, mas penasaran banget soalnya. " Devan meminta ijin kepada Naya .
"Iya mas silahkan, aku juga penasaran" Naya menjawab sambil berusaha duduk di kasur tanpa mau di bantu Devan hal itu Naya lakukan karena dia ingin tau sampai dimana kaki nya mulai ada perkembangan.
"Bisa yank? " tanya Devan dengan sedikit takut jika Naya akan jatuh.
"Bisa mas, tenang saja, dan kelihatannya kakiku sudah mulai lebih baik" jawab Naya dengan binar bahagia karena kakinya mulai bisa dia gerakkan dengan lebih ringan.
"Alhamdulillah mas ikut senang yank" Devan mengucap syukur.
"Lho katanya mau buka kado dari Dika mas, kok belum jadi? " nayaerasa heran dengan suaminya.
"Eh iya lupa, lihatin kamu jadi lupa segalanya" bukannya segera membuka malah menggombali Naya.
__ADS_1
"Apaan sih mas " sanggah Naya dengan tersipu malu.
"Ya udah yuk kita buka sama sama " ajak Devan.
Akhirnya keduanya membuka kado dari Dika bersama sama. Saat membuka pertama yang mereka lihat adalah sebuah tiket honeymoon ke Paris beserta segala yang dibutuhkan, tak lupa dengan fasilitas super VIP.
"Mas ini...? " Naya malah tidak percaya.
"Rejeki kita sayang, sudah kita terima saja. " jawab Devan.
"Eh ini apa ya mas? " Naya bertanya dengan heran mengambil lipatan kecil kertas itu.
"Sepertinya surat yank " gumam Devan.
"Iya mas " Naya membenarkan.
**Dear Naya dan Devan.
Pada saat kalian membuka kado ini dan menemukan surat ini aku sudah tidak berada lagi di negara ini, aku pergi jauh namun aku sendiri tidak mengetahui nya akan kemana, yang aku tau aku hanya mengikuti kemana hati dan fikiran ini membawa.
Naya berbahagia lah dengan laki laki yang sudah kamu pilih, semoga dia laki laki yang akan terus menjaga mu, kamu wanita baik, gadis kecil pemberani yang selalu membela yang lemah, dan itulah yang menjadikan aku begitu mengagumi mu dan akhirnya mencintai mu, terimakasih untuk segala yang dulu pernah kamu lakukan untukku,akan selalu aku ingat semuanya.
Devan aku titip Naya, jaga dia sayangi dia, jangan sampai kau lukai hatinya, jika itu kau lakukan maka aku yang akan mengambil nya darimu, aku ikhlas kan dia untukmu karena aku yakin kamu mampu menjaganya lebih baik dariku.
__ADS_1
Ah sudahlah aku mau menikmati waktu liburan ku dengan uang tabungan yang sebenrnya sidah aku siapkan untuk menikah dengan Naya. Ternyata Allah berkehendak lain jadi ya uang ini aku buat jalan jalan saja lah, hehehe. Oke selamat menikmati honeymoon kalian, semoga suka.
Salam
Dika**
Setalah membaca isi surat itu keduanya saling pandang dan menghala nafas kasar. Sebenarnya Dika adalah laki laki baik hanya saja cara dia mencintai itu salah, dan beruntung kesalahan itu belum pada tahap yang parah.
"Laki laki yang bertanggung jawab, bahkan dia sudah menyiapkan segalanya buatmu yank" ucap Devan merasa sedikit minder.
"Sedangkan aku malah tak ada apa apa ketika meminta mu sebagai istri ku, sebenarnya jika di banding Dika aku masih jauh di atasnya dan -" kata Devan terhenti karena Naya menutup mulut Devan dengan tangannya.
"Ssttt apapun kamu, siapa pun kamu, dan bagaimanapun kamu, kamu adalah laki laki yang sudah aku pilih menjadi pendamping hidupku, imamku, teman hidupku, jadi jangan pernah mengatakan hal itu lagi, karena aku tidak suka. Dan soal Dika itu adalah hak dia bahkan jika dia masih ingin melakukan itu itu hak dia, yang penting aku tetap di sisimu kini dan selamanya" terang Naya dengan nada tulus dan binar cinta.
"Oh betapa beruntung nya aku... mendapatkan bidadari secantik dan sebaik dirimu,sungguh aku benar benar beruntung, makasih sayang" Devan benar benar merasa beruntung.
"Begitupun aku, sangat sangat beruntung mendapatkan laki laki sebaik dan setulus dirimu, yang bahkan mau berjuang untuk kita bisa bersama. " balas Naya.
Setelah itu mereka bersiap untuk tidur karena hari yang melelahkan bagi keduanya, tidur saling berpelukan meski belum ada ritual para pengantin baru.
*****®
Ea ea yang nunggu, jangan garuk tembok lho ya kalo lagi kezel hehehe.
__ADS_1
Oke jangan lupa dukungan ya dari pada marah marah, biar author nya baik hati nanti di kasih malam panjang deh hehehe.
🤗🤗🤗🤭