Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
74. S. Part 4


__ADS_3

Happy reading yes...


*****®


Waktu berjalan dengan cepat, kini Langit sudah memasuki kelas 3 SMA, sedang sang adik kembar sekarang sudah kelas 3 SMP. Meski begitu kejahilan dan tingkah aneh aneh nya masih saja, kadang sampai ada yang manggil kembar pembuat onar.


Bunda dan ayah hanya bisa mengelus dada dengan kelakuan anak mereka. Meski begitu mereka tetap berprestasi.


Langit yang kini terkenal dengan julukan kutub es berjalan tampak tak pernah ambil pusing, baginya para gadis itu merepotkan. Belum lagi kadang yang dengan terang-terangan menyatakan perasaannya. Langit sampai di buat bergidik ngeri dengan kelakuan mereka.


Sedangkan sahabat nya hanya akan menertawakan Langit setiap kali hal itu terjadi.


"Kak Lang," panggil salah satu siswi kelas dua.


"Hem," jawab Lang tanpa menoleh sama sekali.


"Aku suka sama kak Lang, mau jadi pacarku tidak?" tanya gadis itu dengan berani.


"No," dengan tanpa embel-embel, Langit langsung saja menolak nya dan bahkan sambil berjalan pergi.


"Pf, hahahaha. Kenapa Lo kejam sekali, kasihan mereka Lang, kenapa gak di terima saja sih?" tanya Awan sahabat nya sejak dia pindah di Indonesia.


"Males, bikin ribet tau gak, gue masih ingin ngejar banyak hal, tanpa harus di bikin ribet sama urusan begituan,"jawab Langit dengan kalimat yang lumayan panjang.


"Kata siapa punya cewek bikin ribet? yang ada elo jadi makin semangat," Awan coba meracuni pikiran nya.


"Gue cuma lihat aja, Lo contoh nya. Punya cewek kok sering uring uringan malahan," sindir Langit telak.


"Bukan uring uringan bro, gue cuma gemes aja," elak Awan. Yang nyatanya emang sering di buat pusing sama tingkah kekasihnya yang bernama Selly.

__ADS_1


"Serah deh, gue mau pulang," ucap Langit datar dan bersiap akan pulang.


Baru beberapa langkah, dia harus di hadapkan dengan kejadian yang luar biasa, seketika kepalanya terasa pusing. Langit benar benar di buat geram, dia tidak tau kenapa si biang onar bisa ada di sekolah nya.


"Huft, masalah apa lagi coba, oh ya Tuhan kapan adek gue sadar," dumel Langit yang kini melangkah dengan lebar menghampiri sang adik dalam kerumunan.


"Kalian ngapain lagi sih?!" tanya Langit begitu dia sudah dekat dan seketika suasana menjadi hening.


"Hehehehe gak ngapa-ngapain Abang," jawab Jingga dan dengan segera bergelayut manja di lengan Langit.


Sedangkan yang lain di buat melongo, mereka mengira kedua bocah SMP itu adalah salah satu kekasih Langit.


"Pantas saja semua cewek di sini di tolak, sudah ada rupanya, dan cantik banget," bisik bisik siswi lainnya.


"Hem," Langit berdehem dan lagi suasana menjadi hening.


"Kalo kalian tidak bikin ulah, gak mungkin kan kalian di kerumunin mereka," tanya Langit dengan mata memicing tajam.


"Iya bang, beneran deh, kita udah minta maaf lho, iya kan kak?" kini Jingga bermaksud mencari pembelaan.


"Iya, gak apa apa, lain kali hati hati ya," jawab kakak yang di tabrak oleh si kembar.


"Gak apa apa gimana sin Lan, baju Lo basah gara gara dua anak petakilan ini," grutu sahabat siswi yang di tabrak si kembar.


"Kenapa sih dari tadi kakak yang sewot, orang kak nya saja gak apa apa kok, iya kan kak?" tanya Senja yang di angguki oleh Jingga.


"Kalian-" ucapan siswi itu di potong oleh Langit.


"Lo gak apa apa? maaf buat kelakuan adik gue, kalo di ijinin ini pakai saja jaket gue, baju lo basah dan lagi kan kayaknya kalian masih ada pelajaran bukan?" Langit bertanya dengan nada yang lebih baik meski masih dengan wajah datarnya, namun ini merupakan ucapan terpanjang bagi Langit di depan seorang siswi.

__ADS_1


"Wuah, tumben elo panjang banget ngomong nya," celetuk Awan yang ternyata sejak tadi diam menyimak.


"Dialah," geram Langit sama Awan.


"Ini ambil lah," Langit menyerahkan jaket yang biasa dia pakai.


"Wah seneng nya si Bulan, bisa pakai jaket dari Langit, aku juga mau deh di tumpahi minuman sama adik adiknya Langit kalo gitu akhirnya," ucapan ucapan para siswi yang iri dengan nasib baik Bulan.


Ya gadis yang terkena musibah baju basah karena si kembar bernama Bulan, atau nama lengkapnya adalah Bulan Purnama Wiratmaja.


Gadis manis, yang memiliki lesung pipi di kedua pipinya itu memang sangat ramah dan baik. Ia biasa di panggil Bulan atau Lan. Gadis sederhana yang pendiam namun sedikit tomboi. Ia lebih suka olahraga yang sedikit ekstrim bagi sebagian kaum hawa tapi tidak baginya.


"Tidak usah kak," suara Bulan, memecah lamunan mereka.


"Gue gak terima penolakan," Langit masih saja berkata dengan datar, dan kini dia sudah menyampirkan jaket itu di tubuh Bulan.


"Eh, kak-" ucapan Bulan di potong cepat oleh Langit.


"Lo pakai, baru besok kembalikan," lagi lagi Langit berkata datar dan langsung menarik kedua adiknya dengan paksa.


"Dah kak Bulan, sekali lagi maaf ya, janji deh nanti kalo ketemu lagi aku bakalan ganti dengan sesuatu," teriak Jingga dan di angguki oleh Senja.


Sedangkan Langit dan Bulan hanya menggeleng saja tanpa ada yang tau jika kejadian itu di lakukan secara bersama sama, dan tanpa mereka sadar juga.


******®


Yuhu Langit Bulan.


Sepertinya akan ada pasangan baru.

__ADS_1


Seperti biasa kawan, dukungan kalian.


Terimakasih


__ADS_2