Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
104. Bersatunya Dua Raga


__ADS_3

Happy reading yess...


*****®


Jika di sudut tempat ada yang sedang berjuang dan bingung mencari cara, maka saatnya ke dua pengantin untuk merengkuh kebahagiaan setelah halal sebagai sepasang kekasih.


Di peluknya tubuh ramping nan indah itu dari belakang, dengan lembut dan hangat, sepasang tangan sang suami sudah mendekapnya dengan penuh cinta. Ada gurat malu saat untuk pertama kalinya tubuh itu di sentuh oleh orang lain.


"Kamu gugup sayang," tanya Bintang dengan suara lembut namun terkesan berat. Bahkan kini bibir itu telah menyapa ceruk lehernya dengan lembut dan lama.


"I iya A'" Jingga hanya bisa menjawab dengan terbata serta menggigit bibir bawahnya.


Perlahan namun pasti, Bintang membalikkan badan sang istri, di pandangi lekat wajah ayu di depannya, tangannya dengan perlahan mengusap pipi mulus itu yang kini semakin terlihat memerah menahan malu.


"Cantik," satu kata tapi berhasil membuat sang istri semakin malu.


"Jangan menunduk sayang, kamu terlalu cantik jadi jangan tutupi cantiknya wajah ini dari suami mu," Bintang terus saja berucap, tak lupa tangan yang satunya memeluk pinggang sang istri erat.


"Bolehkah?" tanya Bintang lembut tapi penuh harap.

__ADS_1


"I iya," jawab Jingga dengan anggukan kecil.


Mendapatkan persetujuan, dengan perlahan di angkatnya tubuh yang hanya sebatas dagunya itu, Dibaringkan dengan pelan dan hati hati, seolah takut menyakiti sang istri.


Perlahan namun pasti, kedua raga yang baru saja sah untuk saling menyentuh itu, terbuai dalam setiap sentuhan lembut penuh irama. Untaian ucapan indah yang menghantarkan getaran getaran lembut kian merajai keduanya.


Tenggelam dalam lautan kenikmatan, membuat semua terasa begitu syahdu. Perlahan namun pasti dibawa nya diri untuk siap memasuki pintu surga dunia.


"Maaf jika aku akan menyakiti ragamu malam ini sayang," ucapan yang terdengar bagai instrumen lagu dalam sanubari raga di bawahnya.


"Apapun, karena aku milik Aa'," jawaban yang terucap seakan menjadi titik tertinggi untuk segera memasuki gerbang surgawi di bawahnya.


Hingga, percobaan untuk membuka nya di lakukan, tapi dirinya belum berhasil juga. Usaha kian memuncak saat tatapan cinta itu dia dapatkan. Sehingga dengan kerasnya dia dobrak pintu surgawi itu.


Hingga alunan suara indah memenuhi kamar pengantin itu, bahkan seakan tiada lelah mendera jiwa, keduanya seakan tenggelam dalam kesempurnaan surgawi.


Setelah berbagai peluh, kini saatnya raga beristirahat, sejenak tatapan keduanya bertemu, rona bahagia jelas tergambar di wajah mereka. Berbagai ucapan syukur di ucapkan dalam hati, saat bisa menjaga diri dari hal yang tidak baik.


"Terimakasih sayang, sudah menjadikan ku yang pertama. Aku begitu beruntung bisa memiliki mu." ucap Bintang dengan deru nafas yang masih tak beraturan.

__ADS_1


"Iya A', aku juga sama, beruntung bisa bersama kamu," jawab Jingga dengan mata yang hampir tertutup karena kelelahan.


"Maaf membuat mu merasa kesakitan tadi," masih terbayang wajah istrinya yang menahan sakit.


"Iya, tidak apa apa kok A'," jawab Jingga yang kini berusaha membuka mata dan memberikan senyum manisnya.


"I Love You sayang, sekarang tidur lah, kamu pasti lelah." ucap Bintang tulus, meski dalam hati ia ingin mengulangi lagi.


"I Love You to A'," ucap Jingga yang dengan suara pelan karena memang dia sudah benar benar mengantuk.


Bintang masih dengan tatapan lekat wajah demi depannya. Wajah cantik yang baru saja dia miliki seutuhnya. Wajah yang terlihat semakin cantik setelah menjadi istri. Hatinya menghangat saat ia teringat akan kegiatan barusan.


Sungguh, ini juga pengalaman pertama untuk nya. Hal hebat yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya. Hanya wanita yang sudah menjadi istrinya lah yang dia sentuh untuk pertama kali, dan begitu juga bagi Jingga.


"Selamat tidur sayang, mimpi indah, dan bahagia lah selalu bersamaku, cup" ucap Bintang pelan dan diakhiri dengan kecupan sayang di kening sang istri. Selanjutnya dia ikut menyusul Jingga ke dalam mimpinya indah bersama.


*****®


Dududu aku bingung nulis part ini 😁

__ADS_1


Ampun protes yes readers tersayang.


Panas ini cuaca makin panas, la la la aku senang sekali panas panasan 😅🤭


__ADS_2