Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
15.Cemas Dan Rindu Yang Membelenggu


__ADS_3

Happy reading yes... 😊🤗


*******®


Di tempat lain.


Devan sudah beberapa minggu selalu merasa gelisah, entah apa penyebab nya, yang dia tau hati dan pikiran nya hanya di penuhi dengan Naya saja, hati nya cemas, dirundung rindu namun dia tak dapat berbuat apa apa selain hanya bisa menahan nya dan selalu berdoa semoga Naya nya baik baik saja.


*Hufy apa yang harus aku khawatirkan, dia di sana dengan keluarga nya, pasti baik baik saja, lagipula juga tugasku di sini hampir selesai dan bulan depan aku akan pulang, aku akan bersama dia lagi, tunggu kakak Nay sabar ya sebentar lagi kita akan bersama*gumam Devan di tengah perasaan cemasnya.


Devan bekerja sangat keras hingga dia benar-benar bisa mengatasi segala masalah yang ada di sini, dan bahkan lebih cepat dari yang di minta oleh ayah Ivan, harusnya masih dia bulan lagi namun Devan sudah bisa meninggal kan segala urusannya di sini dengan tenang karena memang sudah stabil dan sudah aman.


*******®


"Daf keruangan saya sekarang" perintah Devan kepada asisten sekaligus orang kepercayaan nya di kantor yang ada di kota P.


"Baik Pak" jawab Dafa degan sigap.


Setelah telfon di tutup tak lama pintu ruangan nya di ketuk


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


"Masuk" jawab Devan dari dalam.


"Permisi pak, ada perlu apa bapak menanggil saya? " tanya Dafa karena memang belum ada laporan yang harus dia serahkan.


"Duduk Dafa, saya mau bicara sama kamu" perintah Devan yang kemudian dia duduk di sofa yang ada di ruangan nya, di ikuti oleh Dafa.


"Begini, saya akan kembali ke kota J bulan depan, itu artinya tiga minggu dari sekarang, nah sebelum saya pergi saya akan menyerah kan perusahaan ini sama kamu, karena saya hanya percaya sama kamu, jadi saya minta adakan rapat esok hari dengan seluruh menejer dari seluruh devisi "Devan memulai membuka percakapan dan mengutarakan maksudnya.


" Tapi pak, apa saya mampu dan kenapa secepat itu? "tanya Dafa masih belum bisa menerima jabatan barunya.


" Tidak cepat Daf, semua sudah melalui uji coba, selama ini hanya kamu yang saya anggap paling layak dan paling berkompeten makan saya pilih menjadi asisten saya dan selanjutnya menggantikan saya, jika tugas saya sudah selesai, dan bulan depan rencana saya akan kembali ke kota J karena memang tugas saya sudah beres, tenang saja sesekali saya akan cek dan berkunjung kesini dan yang pasti om juga akan setuju jadi kamu tidak bisa menolak nya"kata Devan menjelaskan dan tidak dapat di bantah lagi, sedangkan Dafa hanya bisa mengangguk patuh.


"Bagus saya suka semangat mu, terus belajar, dan jangan lupa berdoa, dan satu lagi cari asisten dan sekertaris yang terbaik dari yang baik" peringat Devan.


"Siap pak" Dafa menjawab dengan sigap.


"Okey kalo begitu silahkan kembali ke ruang mu dan saya mau pulang cepat hari ini" Devan mengakhiri percakapan mereka dan sekaligus pamit untuk pulang cepat mengistirahatkan pikiran dan perasaan yang sedang tidak menentu.


"Baik Pak, hati hati di jalan" jawab Dafa sopan.


"Hem terimakasih" Devan menanggapi dengan baik.

__ADS_1


******®


Sampai di rumah Devan segera membersihkan diri karena memang sangat lelah, setelah selesai dia duduk melamun di dekat jendela apartemen yang dia tempati.


*Hay sayang... apa kabar mu di sana? tau tidak aku di sini sedang tidak baik baik saja, aku cemas memikirkan mu, aku bahkan tidak bisa tau kabar mu sedikit saja, aku sangat mencemaskan mu sekaligus merindukan mu, sungguh perasaan cemas dan rindu ini membelenggu diriku, apa kamu juga merasakan nya? jika iya tenang lah sebentar lagi kita akan bertemu dan setelah itu aku dengan segera akan mengikat mu menjadikan mu milikku sepenuhnya dan kita akan selalu bersama sama.. hah.. aku rindu..... *Devan mulai merancau dengan dengan segala unek uneknya yang dia sampaikan di depan foto Naya yang ada di ponselnya.


Hatinya bergetar saat memandang wajah ayu nan manja itu, wajah yang selalu ceria dan selalu bersikap ramah kepada siapa saja, wajah yang sejak pertama melihat nya langsung membuat sudut hati devan bergetar dan hangat.


*Huft sabar Devan, sabar sebentar lagi kalian akan bertemu, sebentar lagi kalian akan bersama, sabar okey tenang kan dirimu *Devan berusaha menyemangati dirinya sendiri.


Akhirnya setelah lelah bergumam dengan dirinya sendiri Devan ketiduran dengan posisi duduk .


Tidur yang terasa lama dan gelisah hingga


"Naya...... " teriak Devan dengan kencang dan merasa ngilu pada hatinya, tanpa sadar dia menangis.


*Kamu kenapa sayang, kenapa aku selalu bermimpi buruk tentang mu, kenapa kamu selalu menangis, ada apa denganmu*lirih Devan.


******®


Wah wah kontak batin keduanya kuat ya kan..


Yuk ini hari senin dukung selalu ya untuk othor nya ini, kasih vote donk, hadiah, like, komen dan bintang nya jangan lupa tap love agar kalian selalu dapat notif waktu cerita ini up ya.

__ADS_1


Okey salam sayang sekebun tumhara, miri, jahe 🤗🤗😘😘


__ADS_2