Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
85. S. Part 15


__ADS_3

Happy reading yess..


******®


Semua keluarga mengantarkan Langit sampai bandara, di sana pesawat pribadi sudah menunggunya.


Naya masih saja enggan melepas genggaman tangan nya dari Langit. Ia bahkan memaksa ingin ikut sampai di sana, namun Devan tetap melarang nya.


"Dua bulan lagi kita kesana oke, sekarang biarkan anak kita pergi," Devan masih mencoba memberikan pengertian dengan nada yang halus.


"Tapi dia sendirian, nanti gimana?" Naya masih saja merengek.


"Kan di sana ada Aby sayang, dia udh nunggu juga di bandara, ini juga Langit pergi dengan pesawat kita lho," Devan masih saja bersabar menghadapi sang istri.


"Bunda, Langit bisa jaga diri oke, jangan cemas, kan Langit mau kuliah, ini juga lewat langit sama seperti namaku," canda Langit yang sukses membuat sang bunda cemberut.


"Kamu tuh ya, orang bundanya lagi cemas, malah di ajak bercanda." gerutu bunda dengan sebal.


"Hehehehe habis bunda lucu, udah ya Langit harus segera berangkat, nanti kalo bunda kangen tinggal telfon ya," dengan perlahan akhirnya Langit memeluk semua anggota keluarga dan terakhir dia kembali memeluk sang bunda.


"Eh biang rusuh, awas ya kalo Abang udah pergi kalian masih bikin onar Abang jemput kalian Abang bawa ke London juga! jagain bunda, baik baik di sekolah paham!" Langit memberikan peringatan kepada dua adiknya.


"Siap bos, ah elah mau pergi juga masih galak aja, kita udah berubah lho, kan selama seminggu ini gak bikin onar," jawab keduanya kompak.

__ADS_1


"Siapa tau hanya kamuflase, biar Abang gak marahin kalian, jangan kira abang jauh gak pantau kalian lho," Langit masih saja terus memberikan peringatan.


"Iya ya, ah bawelnya bangku," jawab Jingga yang langsung memeluknya abangnya lagi di susul oleh Senja.


"Kalo gitu aku pamit ya semua, assalamu'alaikum," pamit Langit sambil berjalan menuju pesawat yang sudah siap.


"Waalaikumsalam," jawab semua orang kompak dan melambaikan tangan.


Setelah pesawat yang membawa Langit mulai mengecil, semua bersiap untuk pulang dan lagi lagi Bunda masih saja anteng di tempat.


"Pulang sayang, anak kita pasti baik baik saja, dia kan luar biasa," ajak Devan dengan tatapan hangat dan suara lembut nya.


"Aku sedih mas, ini pertama kali nya kita jauh dari dia," ucap Naya dengan pandangan nanar.


"Benar ya mas?" tanya Naya dengan sedikit binar di matanya.


"Iya mas janji, jika mas lupa ingatkan ya sayang," jawab Devan lagi dengan kini mulai menuntun Naya untuk pulang, ia rangkul bahu ringkih yang masih saja terasa isakan kecil itu.


"Iya nanti aku selalu ingatkan mas," Naya mulai bisa mengontrol emosi nya.


"Nah sekarang tersenyum donk, tuh anak kita yang lain sedih lihat bundanya mewek dari tadi," Devan mengingat kan Naya sambil memberikan isyarat jika kedua putri mereka telah menunggu di depan mobil.


"Ah iya, ada mereka juga, si biang rusuh tapi menggemaskan," kekeh Naya.

__ADS_1


"Bunda udah bisa ketawa?" tanya Senja dengan polosnya tidak lebih tepatnya pura pura polos.


"Dasar kamu tuh ya, udah yuk kita pulang, eh mau langsung pulang apa mampir dulu?" tanya sang bunda kepada anak anaknya.


"Emmm mampir dulu yuk Bun, sekalian kita mau cari perlengkapan Bun," jawab Jingga yang di angguki oleh Senja.


"Ah iya, anak kembar ku udah gede ya, udah SMA ternyata, ah tapi kenapa masih kayak bocah ya, rush terus," sindir bunda.


"Kita itu bukan rusuh Bun, hanya iseng saja hahahaha," jawab keduanya kompak.


"Sama saja dodol," sahut sang ayah.


"Beda tulisan yah, nih ya kan bunda bilang rusuh, nah kita jawab iseng, beda kan? rusuh sama iseng," kelekar keduanya yang menular kepada kedua orang tuanya bahkan sang sopir juga ikut tertawa.


"Duh berasa di kerjain anak sendiri," keluh bunda yang malah membuat semua makin tertawa.


"Si kembar emang bikin rame ya tuan," ucap pak supir yang memang sudah terbiasa dengan kehangatan semacam ini.


"Nah itu paham pak," jawab Devan apa adanya, dan obrolan absurd itu meramaikan mobil yang melaju dengan kecepatan sedang pada pagi itu.


******®


Dasar si Jingga dan Senja ada ada saja.

__ADS_1


Yuk dukung selalu ya.


__ADS_2