Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
61. Dua Garis Merah


__ADS_3

Happy reading yes.


******®


Ibu yang sedang duduk santai merasa kaget sekaligus senang dengan kedatangan anak, menantu dan juga cucunya. Ibu tidak menyangka akan di kunjungi pada hari ini. Karena pada biasanya mereka akan memberi kabar.


"Assalamualaikum, ibu. Kami main kesini,"ucap salam mereka berbarengan dan langsung mencium tangan sang ibu dengan sopan.


"Waalaikumsalam sayang, kalian tumben gak kasih kabar dulu, ibu jadi gak ada siapin apa apa,"kata ibu sambil mengajak sang cucu dan anak anaknya masuk.


"Gak apa apa Bu, justru kita kesini karena Naya pengen makan kue putu sama apa lah tadi, jadi aku ajak kesini saja,"Devan menjelaskan.


"Apa benar itu nak? apa kamu sedang hamil? apa kamu ngidam?"tebak ibu secara langsung.


Sedangkan Devan dan Naya langsung mematung mendengar perkataan ibu. Entah kenapa mereka tidak menyadari hal itu. Bahkan Naya sampai merasa bodoh karena tidak peka dengan keadaan dirinya.


"Ah apa mungkin ya Bu, Naya kok belum nyadar ya Bu, yang Naya tau, Naya pengen makan yang manis manis, padahal Naya itu gak begitu suka manis,"Naya menjelaskan kepada sang mertua.


Sedangkan Devan yang mendengar nya semakin yakin jika istri nya tengah ngidam. Devan sangat berharap jika yang di katakan ibunya tadi itu benar.


"Doakan saja ya Bu, tahun depan nambah cucu, biar semakin rame,"doa Devan yang di amiini oleh sang ibu.


"Doa ibu senantiasa untuk kalian, berbahagialah selalu untuk kalian,"doa ibu untuk anak dan menantunya.

__ADS_1


"Hai cucu nenek yang ganteng, bentar lagi mau punya adek, jadi kakak yang pintar ya sayang,"ibu mengecup pipi langit yang sejak tadi bermain dengan berbagai mainannya.


Setelah Naya mendapatkan apa yang dia mau, dia merasa senang dan dalam hati juga berharap apa yang di katakan oleh ibu mertua nya adalah benar.


*Semoga ya Allah, Engkau titipkan lagi malaikat di dalam sana untuk hamba,"doa dan harapan Naya yang tanpa terasa mengusap lembut perutnya.


Devan yang memperhatikan nya tersenyum dalam diam. Dia juga termat bahagia jika Naya hamil lagi. Dengan gerakan sama Devan ikut mengusap perut Naya dengan sayang.


"Jika benar kamu ada di dalam sana, baik baik ya sayang, ayah sama bunda akan selalu menjaga kamu dan juga kakak mu."kata Devan yang masih mengusap perut Naya dengan satu tangannya.


"Aamiin, terimakasih ayah, sudah selalu bersabar untuk kami,"ucap Naya dengan tulus dan binar bahagia.


"Di rumah sudah ada tes peck kan yank?"tanya Devan.


"Ada mas, aku cek besok, karena memang paling bagus esok hari setelah bangun tidur,"jawab Naya.


Pagi menjelang, Naya bergegas melakukan tes dengan urin nya. Perasaan deg deg gan di rasakan menanti hasil yang sebentar lagi dia lihat.


Sedangkan Devan saat ini masih tidur, karena hari memang masih terlalu pagi, bahkan subuh saja belum berkumandang. Hanya saja Naya sudah tidak sabar menanti pagi.


Setelah harap harap cemas, akhirnya Naya melihat hasilnya dan ternyata perkataan ibu mertuanya benar, dua garis merah di sana. Air mata Naya meluncur tanpa di minta, dia menangis haru dan langsung berjalan keluar menghampiri sang suami.


"Mas bangun, mas,"panggil Naya dengan suara bergetar.

__ADS_1


Devan yang mendengar suara Naya seperti sedang menangis langsung saja membuka mata. Ia terlihat sangat bingung karena melihat dini hari istri nya menangis seperti itu.


"Kamu kenapa sayang? mimpi buru?"tanya Devan dengan panik dan memeluk Naya.


"Enggak mas, Naya hanya hanya,"jawab Naya dengan sesegukan dan tidak bisa melanjutkan ucapannya. Hanya gerakan tangan dengan gemetar ia berikan hasil tes tadi.


Devan melihat benda pipih itu langsung menyambut nya, dia seolah tidak percaya, bahkan sampai dia mengucek mata nya demi memperjelas penglihatan ya.


"Ini beneran kan sayang, kamu kamu beneran hamil lagi?"tanya Devan tak kalah terharu nya.


"Iya mas, ini beneran mas, aku hamil lagi,"jawab Naya dengan tawa bahagia namun air matanya masih saja mengalir.


Akhirnya mereka berpelukan, di pagi buta mereka mendapatkan kebahagiaan tiada tara. Mereka berniat memberi tahu seluruh keluarga pada esok hari, dengan mengundang seluruh keluarga makan bersama lebih tepatnya sarapan bersama.


*****®


Cie yang dapat hadiah lagi, yang lagi hamil, duh senengny.


Di jaga ye mas Devan mb Naya. Ingat mas kalo nanti Naya manja jangan protes ya.


Saatnya penyiksaan tahap dua mas Devan 😅😅🤭


Oke oke saat nya kalian memberikan hadiah buat author remahan kerupuk ini.

__ADS_1


**LIKE, KOMEN, GIFT, RATE BINTANG 5,DAN TAP LOVE NYA YA.


KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGATLAH BERARTI. ITU SEMUA JUGA GERATIISSSS LHO TAPI MEMPUNYAI DAMPAK YANG LUAR BIASA BUAT AUTHOR YANG GAK FEMES INI, HUHUHU 🥺🥰**


__ADS_2