
Happy reading yes...
******®
Rasa malas yang di alami si kembar mereka bawa sampai di sekolahan. Dengan langkah gontai mereka memasuki ruang kelas mereka, tapi belum sampai di ruang kelas mereka harus di hadapkan dengan geng alay yang menurut si kembar sangat menggangu.
"Huh, mau apa lagi sih mereka itu, heran aku," keluh Jingga menatap malas ketiga cewek di depan sana.
"Alamat kita dalam masalah lagi ini, dan kalo sampai kak Lang dengar bisa berabe," Senja ikutan jengah.
Meski begitu kedua sodara kembar itu tetap berjalan dengan santai dan menganggap mereka tidak ada, hingga suara cempreng sang capten eh salah sang ketua gen berbicara.
"Heh tunggu!" kata Jesica angkuh dan ketus.
Jingga dan Senja tetap berjalan masuk kelas mereka tidak menghiraukan ucapan Jesica tadi meski mereka tau yang di panggil pasti mereka.
"Lo budek ya, gue panggil malah jalan terus!" bentak Jesica mulai semakin geram.
"Eh ada si merah, Lo manggil gue emang?" tanya Jingga santai sambil duduk di bangkunya, sedangkan Senja memilih untuk diam mengamati.
"Apa Lo bilang? merah? maksud nya!?" tanya Jesica yang mulai bingung.
"Ya merah aja, ada apa Lo sampai repot repot ke kelas gue?" tanya Senja yang mulai ikut meladeni.
__ADS_1
"Eh Lo, jagain tuh kakak Lo, gak usah sok cari perhatian Bintang terus, cantik enggak, kaya juga masih di bawah gue, belagu banget kalian!" Jesica berkata dengan nada marah.
"Lah yang cari perhatian si Bintang itu siapa coba, gue anteng anteng aja deh perasaan," jawab Jingga santai dan kini malah bersandar pada sandaran kursi dan melipat tangan di dada.
"Gak usah ngelak Lo, gue lihat kemarin Lo ngobrol dan nyamperin Bintang kan?" tuduh Jesica.
Ya kemarin sebelum mereka pulang, Bintang memang sempat ngobrol dengan Jingga, dan Bintang lah yang menghampiri Jingga.
"Eh, denger ya merah, pasang tuh telinga dengan baik, gue gak nyamperin Bintang dan gue juga gak ngajak ngobrol dia, dia duluan yang nyamperin dan ngajak ngobrol, Lo gak percaya tanya saja, ah elah ribet at hidup Lo," Jingga masih dengan mode santai dan biasa saja.
"Hallah, bisa bisanya Lo saja, dasar cewek miskin, Lo tuh harus sadar Lo sama gue itu jauh, gue itu di atas Lo," lagi lagi Jesica menyombongkan dirinya.
Ya selama ini mereka tidak ada yang tau jika si kembar adalah cucu pemilik perusahaan besar dan cucu pemilik yayasan tempat mereka bersekolah dan Langit sekolah.
"Ya kalo aku miskin kenapa? masalah buat Lo? enggak kan? toh gue juga gak minta jajan sama Lo, gak minta anter sama Lo, gue itu gak ngerepotin orang lain, gue hidup dari keluarga gue so Lo gak berhak bawa bawa harta di masalah sepele gini!" Jingga mulai terpancing amarahnya.
"Udah kak, gak usah dengerin mereka, toh mereka tidak tau siapa kita," bisik Senja agar sang kakak tenang, bisa bahaya jika Jingga benar benar kelepasan. Akan ada badai besar di sekolah mereka nanti nya.
"Ah iya bener kamu," akhirnya Jingga mulai santai lagi.
"Oh ya Lo mau Bintang kan? ambil nih di langit, itu juga kalo Lo mampu sampai di langit, ah iya lupa gue Lo kan kaya jadi pasti bisa lah sampai langit, tinggal naik pesawat terus ntar Lo berdiri tuh di sayap nya terus Lo ambil deh tuh bintang yang Lo mau," Jingga kali ini malah mengajak bercanda.
"Hahahaha, gak nyangka Jingga receh juga," tawa menggelegar di kelas mereka.
__ADS_1
"Si alan Lo, Lo akan dapat akibat nya, udah bikin gue malu," geram Jesica dan dia langsung keluar dari kelas Jingga dan Senja karena malu di tertawa kan teman teman si kembar.
"Ada ada saja, dasar si merah," gumam Jingga saat Jesica dan geng nya keluar.
"Emang apaan sih kak merah itu? dari tadi kamu panggil dia merah terus." Senja ikutan kepo.
"Mau tau apa mau tau banget," canda Jingga yang malah bikin Senja jengkel.
"Kasih tau cepet ah gak usah sok sok gitu," rengek Senja setengah memaksa.
"Merah itu ya karena dia kan suka marah marah, jadi kan wajahnya merah kayak angry bird itu lho hahahahahaha," jelas Jingga dengan tawa yang kencang dan di susul Senja juga teman yang lain yang mendengar nya.
Meski Jingga dan Senja suka bikin ulah, tapi di kelas mereka juga di anggap baik, karena suka menolong dan berbagi, dan itulah kelebihan yang mereka miliki, selain wajah ayu dan otak cerdas tentu nya.
*****®
Satu bab.
Maaf gak bisa up banyak, soalnya lagi ada sesuatu di RL jadi jangan marah ya sayang ku semua.
Terimakasih untuk setiap dukung yang kalian berikan, untuk gift, vote, dan like serta komen kalian, sungguh aku sangat berterima kasih.
😊😊🥰
__ADS_1