
Happy reading yes...
******®
Bulan berganti dengan cepatnya, tanpa terasa kini kandungan Naya sudah memasuki 7 bulan, semua orang merasa sangat senang, karena ternyata Naya mengandung bayi kembar dan yang luar biasanya semua berjenis kelamin perempuan.
Naya sangat senang mendengar nya, baginya hal itu merupakan hadiah terbesar yang dia miliki setelah kehadiran Langit. Naya berharap semua berjalan dengan lancar dan sehat semuanya.
"Unda, Lang oleh bubu sama unda?" tanya Langit saat malam mulai menjelang.
"Boleh donk, tumben anak bunda ingin tidur sama bunda? biasanya juga gak mau kalo bunda ajak?" tanya Naya.
"Lang pengen bubu sama adek adek," jawab Langit dengan suara lucunya sehingga selalu bikin gemas.
"Hem baiklah ayo...,"ajak Naya yang langsung menggandeng tangan mungil Langit menuju kamar utama.
Setelah masuk, keduanya langsung berbaring dengan nyaman, Naya memilih berbaring miring menghadap ke Langit sang anak, ternyata Langit masih ingin mengobrol dengan bundanya.
"Unda, adek ada dua ya di cana?"tanya Langit penasaran.
"Iya, di dalam perut bunda ada dua adik Abang Langit, mereka cewek lho bang, Abang seneng?"tanya Naya mencoba mencari tahu tanggapan anak pertamanya.
"Senang unda, jadi nanti Langit ada temannya." jawab Langit dengan binar bahagia.
"Benarkah? terus misal adek nangis, Abang mau bantu nenangin?" Naya masih berusaha mengimbangi ke ingin tahuan Langit.
"Oleh unda?" Langit malah bertanya lagi.
"Boleh donk, mau sentuh adek? siapa tau adek nya seneng," Naya dengan perlahan membawa tangan Langit ke perutnya. Di usap nya dengan lembut tangan Langit di sana, dan ternyata benar, ada respon yang membuat Langit menjadi senang.
"Unda, pelut nya gelak gelak," Langit sangat heboh.
__ADS_1
"Itu artinya adek senang, karena Abang usap usap,"Naya mencoba menjelaskan, meski Langit belum begitu memahami nya.
"Coba ajak ngobrol bang, pasti nanti gerak lagi," Naya kembali mengajak Langit berinteraksi dengan kedua adiknya.
"Hai adik kucil, aku Abang Langit," celoteh Langit sesuai ajaran Naya.
Dan benar saja, lagi lagi perut Naya ada pergerakan, seolah olah mereka mengerti sapaan hangat yang di berikan oleh sang Abang.
"Hai juga Abang ganteng," Naya menjawab dengan bahasa anak kecil.
Langit terlihat sangat senang, dia bahkan sampai melompat lompat di kasur, Naya yang melihatnya sedikit ngeri, takut Langit jatuh menindih perutnya.
Hap
Devan yang baru masuk ke kamar dengan segera langsung menangkap Langit ke dalam pelukannya. Dia sempat kaget melihat anak pertamanya itu melompat dengan senang di tengah kasur.
"Abang kenapa kelihatannya senang sekali?" tanya Devan setelah dia duduk dan memangku Langit agar sedikit diam.
"Wah, mereka pasti sudah tidak sabar ya pengen ketemu sama Abang ganteng," Devan menanggapi cerita sang anak.
"Tapi lain kali, tidak boleh lompat lompat dekat bunda ya, nanti kalo Abang jatuh terus nindih perut bunda, kan adek adek jadi nangis nanti," Devan berusaha menjelaskan dengan kalimat yang bisa di mengerti oleh anaknya, beruntung Langit adalah anak yang cerdas.
"Iya yah, Abang upa adi," jawaban Langit bikin Naya dan Devan jadi gemas, mereka menghadiahi Langit dengan ciuman bertubi-tubi.
"Oke saatnya kita tidur, besok harus bangun pagi buat nemenin bunda dan adek jalan jalan, kamu siap son?"tanya Devan dengan semangat.
"Ciap....," Langit menjawab dengan tangan yang mengepal menirukan sang ayah.
"Good Abang yang baik," puji Devan dengan mengusap kepala Langit.
"Ya sudah ayo sekarang kita tidur, tapi sebelum nya gosok gigi, cuci wajah, tangan dan kaki dulu sama ayah ya," Naya mengingatkan anak dan juga suaminya.
__ADS_1
"Ciap unda,"jawab Devan dan Langit dengan kompak.
Akhirnya ke dua laki laki hebat itu segera melesat ke kamar mandi untuk melakukan kebiasaan baik yang sudah selama ini mereka lakukan, setelah selesai mereka langsung merebahkan diri menyusul sang bunda.
"Udan unda,"Langit melapor dengan antusias.
"Anak pintar," Naya memuji Langit dan mencium pipinya.
"Ya sudah, sekarang kita berdoa sebelum tidur ya, ayah yang mimpin," ajak Naya yang di angguki oleh Langit dan Devan.
Malam yang manis itu pun mereka lalui dengan perasaan senang, banyak hal yang akan mereka lewati ke depannya. Devan dan Naya selalu berusaha agar bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak anak nya, seperti apa yang ke dua orang tua mereka ajarkan.
******®
Duh Abang Langit, bikin gemas saja.
Hai semua, jangan lupa dukungan nya ya. Mudah dan gratis kok.
Like
Komen
Hadiah
Rate bintang 5
dan
Vote
Terimakasih 🙏🥰
__ADS_1