
Happy reading yes.
*****®
Hari ini di jalan Devan seperti biasanya, meski terkadang harus rela bangun tengah malam demi menuruti keinginan sang istri yang selalu tidak bisa tidur jika belum mendapat usapan dan pijatan pada perut dan kaki nya. Dan Devan menjalani nya dengan ikhlas meski kadang dengan mata terpejam.
Pagi ini, ketika dia bersiap untuk berangkat ke kantor harus tertunda karena keinginan Naya. Naya meminta agar dirinya berangkat di atas jam sepuluh atau kalo bisa setelah makan siang.
Sejujurnya Devan merasa tidak enak dengan sang mertua, meski ayah selalu bilang tidak apa apa, tapi tetap saja dia merasa segan dan malu. Ayah selalu bilang istri lebih penting, jika sudah begitu maka Devan hanya bisa mengikuti saja.
Dan seperti pagi ini, Naya meminta dirinya untuk berangkat siang karena ingin di temani berbelanja di mall, ia ingin membeli beberapa mainan yang lucu lucu. Entah lah Devan sampai bingung dengan kelakuan istrinya yang akan selalu aneh saat hamil.
"Mas, jadi kan antar aku ke mall?"tanya Naya memastikan sekali lagi.
"Jadi sayang, jadi. Ini lagi siap siap, oh ya Langit gimana?"tanya Devan saat dirinya tak melihat sang anak.
"Dia bersama mbak yang jaga dan juga sebentar lagi bunda sama ibu ke sini,"jawab Naya santai.
"Hah!"Devan sangat kaget mendengar nya.
"Kenapa bunda sama ibu ke sini?apa kamu bilang?atau sengaja menitip kan Langit sama mereka?"tanya Devan dengan sangat heran.
__ADS_1
"Iya, aku mau pergi berdua saja sama kamu, lagipula Langit akan tidak suka jika kita ajak dia ke mall,"jelas Naya yang melihat suaminya seperti tidak enak.
"Ya sudah terserah kamu saja, bagaimana enak nya,"pasrah Devan pada akhirnya.
*Dari pada gak di turutin ntar ngambek kan malah berabe, bisa bisa malah minta yang aneh aneh lagi,"batin Devan.
"Ayo kita berangkat mas, malah melamun,"ajak Naya setengah gemas karena melihat suaminya malah melamun saja.
"Ah iya sayang, mas hanya masih tidak enak sama ayah dan bunda,"jujur Devan.
"Gak pa apa mas, lagian kan ini semua juga buat calon cucu mereka,"Naya mencoba menenangkan suaminya.
"Hem bener juga, oke lah ayo kita jalan jalan,"kali ini Devan mencoba untuk semangat.
Mereka segera memasuki toko pernak pernik untuk anak setelah mereka sampai di mall tersebut. Naya mulai memilih dan mencari barang yang ingin dia beli, sedangkan Devan hanya mengikuti sang ratu hatinya dengan tenang.
"Mas lihat deh bagus ya bando, lucu ada boneka nya di atas bando nya warna pink lagi,"Naya memperlihatkan bando lucu kepada Devan.
"Iya sayang lucu, kalo mau di ambil saja,"Devan menanggapi dengan santai.
*Perasaan tadi bilang mau cari mainan? ini malah beli apa gak jelas, pink pula. Masak iya bawaan bayi sih*grutu Devan di dalam hati.
__ADS_1
"Eh mas lihat ini, bagus ya unik pita nya, bentuk hello Kitty, wah wah,"Naya mulai heboh.
"Iya sayang bagus, ambil saja apa yang kamu suka, dan mas pasti juga suka,"putus Devan pada akhirnya, karena sejujurnya dia tidak paham dengan semua itu.
Puas berkeliling, akhirnya Naya merasa lapar, dia mengajak Devan untuk mampir makan siang. Menu yang di pesan Naya cukup untuk membuat pelayanan menganga dan bingung.
"Mbak aku mau pesan es stroberi tapi rasa anggur ya, dan satu lagi kue coklat rasa vanila ya mbak, harus manis lho,"pesan Naya tanpa rasa berdosa sama sekali.
Sedangkan Devan dan mbak yang berada di depan mereka menggaruk kepalanya yang meski tidak gatal.
"Mbak maaf ya , bilang sama chef nya kalo istri saya sedang ngidam dan santai saja gajinya bakal saya naikkan, begitu juga mbak akan saya kasih bonus,"ucap Devan agar pesanan sang istri segera di buatkan.
"Baik pak,"jawab mbak pelayan tadi yang sudah tau siapa Devan dan Naya.
*****®
Gimana masih kurang ekstrim gak ngidam nya Naya?
Mau lagi yang lebih gila?
Tunggu saja.
__ADS_1
Eits tentu nya kalo nunggu sambil kasih like, komen dan Bunga nya ya, aku tunggu.